Mari Berbicara Tentang Cinta

kolom-mahabbah-911_l

Berbicara CINTA seakan kita berbicara tiada habisnya. Coba kita bayangkan, sudah berapa lagu yang telah diciptakan para musisi, mulai dari musisi kacangan sampai musisi papan atas lagu yang berisi tentang cinta dan semua keturunannya.

CINTA adalah luapan perasaan suka, berdebar hatinya, dengan segala ekspresinya, melalui ceria senyum wajahnya, dengan lembut dan baik lisannya, dengan kasih pelukan, dengan riang langkahnya, dengan semangat sikap, dengan hati riang, dan selalu khusnudzan dalam pikirannya.

CINTA kepada sesama manusia dalam Islam adalah perasaan yang memancar karena adanya ketaqwaan dan bermuara kepada pengendalian yang kokoh dengan taliNya (i’tisham bi hablillah).

CINTA yang diciptakan Allah menyelamatkan, menenteramkan dan membahagiakan manusia.

Allah berfirman;

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka.”  (Al-Fath: 29).

“Dan orang-orang yang Telah menempati kota Madinah dan Telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshar) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). dan mereka (Anshar) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka Itulah orang-orang yang beruntung” (Al-Hasyr: 9).

CINTA akan melahirkan perasaan bersaudara secara tulus melahirkan pribadi mukmin yang mempunyai rasa kasih sayang dengan sejujur-jujurnya dan sebenar-benarnya serta perasaan ikhlas sejati. Yang akan selalu mengambil sikap positif dalam hal bercinta dan saling mengutamakan, kasih sayang dan saling memaafkan, serta dengan membantu dan saling melengkapi. Juga menghindari hal-hal negatif seperti menjauhkan diri dari segala yang menyebabkan mudarat (bahaya) dalam diri mereka, dalam harta mereka, dan dalam harga diri mereka.

Dan dari Abu Karimah Al-Miqdad bin Ma’di Karib ra. meriwayatkan Nabi saw. Beliau bersabda,

—إِذَا أَحَبَّ الرَّجُلُ أَخَاهُ فَلْيُخْبِرْهُ أَنَّهُ يُحِبُّهُ

“Jika seseorang mencintai saudaranya hendaknya ia memberitahukan kepadanya bahwa dia mencintainya.”  

(Tirmidzi dan Abu Dawud, hadits hasan shahih).

Saudaraku,

Pegang erat Cinta, maka ia akan semakin kokoh. Berlepas dari Cinta, maka ia akan lumpuh. Dan Cinta, engkau datang dan pergi, untuk dan dari  Rabb semesta alam.

Advertisements

2 thoughts on “Mari Berbicara Tentang Cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s