Menikmati Mlethek lan Semurupe Srengenge

Bagi saya, persamaan antara sunrise dan sunset adalah sama-sama indahnya. Jika ditanya manakah yang lebih indah diantara keduanya? maka jawaban saya sama dengan jika saya ditanya milih mana antara Prabowo dan Jokowi. Saya akan milih dua-duanya, karena dua-duanya baik, indah dan saya suka. Mungkin, begitu juga kalau disuruh memilih antara dua calon isteri. Maka saya jawab ‘Saya pilih dua-duanya, tadz’. #uhuk #plak-plak

Srengenge Mlethek

Oke kembali tentang srengenge. Sekarang tentang perbedaan. Bedanya adalah kalau sunrise di pagi hari sedangkan sunset sebaliknya. #Ya iyalah. Yang membedakan antara keduanya adalah tempat kita menikmatinya. Karena tempat lah nantinya akan melahirkan cara tersendiri dalam menikmatinya. Srengenge mlethek alias matahari terbit lebih terasa nikmatnya kalau kita nikmati di puncak gunung. Semakin tinggi semakin nikmat. Bak kopi semakin pahit semakin sip. Betapa tidak, setelah bersusah-payah di malam harinya, kita dihadiahkan dengan pemandangan awal pagi yang menakjubkan. Posisi yang tinggi menyuguhkan sebuah pemandangan seolah-olah telur raksasa yang kita sebut bumi sedang mlethek dan melahirkan benda bercahaya yang bernama matahari. Dan di saat itulah kita dinobatkan sebagai orang yang bisa melihat matahari terbit pertama kali disaat manusia di kordinat yang hampir berdekatan tidak bisa melakukannya. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Srengenge Semurup

Sedangkan tempat paling tepat untuk menikmati srengenge semurup adalah pantai sore hari. Karena pantai sore hari menyuguhkan matahari pelan-pelan ditelan lautan. Terik panasnya pelan-pelan tergantikan dengan kuning kemerahan cahaya dan semilir dingin angin yang datang pelan-pelan. Riuh suara burung camar menambah harmoni di waktu peralihan itu. Pada saat itu kita bisa menyaksikan buah dari persilangan dari dua hal yang berbeda, yaitu: persilangan antara siang dan malam yang melahirkan waktu bernama senja dan antara panas dan dingin yang melahirkan kehangatan. Kehangatan disaat manusia khusyuk bercengkrama dengan Tuhannya. Dan kehangatan ini tempat dimana kebahagian itu berada.

Advertisements

4 thoughts on “Menikmati Mlethek lan Semurupe Srengenge

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s