Suka Menghina Jomblo Jenasah Susah Dikebumikan

Picture by Jalu Sindentosca
Picture by Jalu Sindentosca

Suka Menghina Jomblo Jenasah Susah Dikebumikan. Saya ketawa dalam mimpi gara lihat poster diatas. Tapi baiklah, kali ini saya ikutan bikin tulisan special tentang jomblo. Eh bukan, tapi tentang orang-orang yang suka mengatai jomblo.

Jangan katain saya Jomblo. Dan jangan tanyain pula Kapan Nikah. Karena khawatir ada yang sakit hati dan marah-marah. Kalau saya sendiri mah biasa sabar kalau dikatain atau ditanyain kaya gitu.

“Loh kok bisa?”

Mari saya jelaskan. Tapi eiits, siapin kopi dulu….
Singkat cerita kopi dan gorengan sudah tersedia. Sruputt. Hmm begini anak muda. Anak muda? iya yang bertanya begini sih biasanya anak-anak muda labil, para junior yang tidak tau perasaan sopan santun dan teman-teman sejenisnya. Tapi ada juga sih kaum sepuh yang bertanya pertanyaan menyakitkan ini, baik di socmed-lah, di warung-lah, di kantor dan dimanapun dan kapanpun. Dasar tak tau diri mereka itu!!. Ciee senengkan kamu saya bela, jombloers? #eh. Jadi begini, urusan jomblo dan kapan nikah itu bukan urusan kamu (hai orang-orang yang bertanya) tapi urusan pribadi saya sendiri. Mau jomblo sama siapapun, dan sampai kapanpun itu urusan saya ngapain kamu urusin. Emang modal kawinan dari kamu?. Itu yang pertama. Yang kedua, wahai kamu (orang-orang yang bertanya) tidak taukan kalau saya ini sedang jomblo atau tidak. Bisa jadi, dibalik layar, di lain lingkungan pergaulan yang kamu ketahui, diluar jejaring pertemanan yang kamu ikuti, di organisasi-oraganisasi yang pernah saya ikuti, dan di kota-kota yang pernah saya singgahi, saya menyimpan banyak pengagum rahasia di luar sana. Nggak tau kan?.

Jadi BERHENTILAH bertanya. Tapi mintalah dengan terus terang, mas kawinnya apa yang kamu pingin. Karena model pertanyaan “Kamu Jomblo, dan Kapan Kawin?” sungguh pertanyaan yang menyakitkan. Seperti  kamu bertanya “Kamu mandul ya? Mana momonganya?” kepada sepasang suami-isteri yang sudah lama menikah tapi belum juga dikarunia anak dambaan umat. Karena yang sakit hati bukan hanya, yang kamu tanya saja. Tapi keluarga dekatnya boleh jadi marah. Nah begitu juga bagi orang-orang berstatus jomblo single dan tak kunjung menikah. Bukan hanya dia yang marah, boleh jadi para pengagum rahasia juga ikutan marah yaitu mereka wanita-wanita yang sekedar disapa hatinya langsung berbunga-bunga atau para gadis manis diluar sana yang senantiasa stalking aktivitas kamu di socmed atau akhwat-akhwat yang dalam doanya sering menyebut nama. Emang kamu tega, menyakiti hati orang-orang tidak bersalah itu? hati yang seharusnya dimuliakan kok malah disakiti. Betapa kejamnya kamu, meskipun hanya sekedar bertanya “Kamu Jomblo, dan Kapan Kawin?”.

Kesimpulannya,

berhati-hatilah dalam bertutur kata meskipun maksudnya hanya sekedar bertanya kabar atau dalam sedang bercanda.

Camkan itu anak muda! dan para sepuh juga…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s