Hammam Tua

“Apakah ada yang kamu kerjakan sore ini sekitar jam 5, Fatih?”

“Hmm, setelah ini aku mau ke lab sebentar lalu balik ke asrama. Jadi sepertinya belum ada yang akan aku lakukan sore ini. Ada apa?”

“Kami mau ke pantai sore ini. Apakah kamu mau ikut?”

“Inshallah”

Itu adalah percakapan singkat saya dengan seorang kawan yang berasal dari Tepi Barat, Palestina. Sore ini kami berencana mau ke pantai. Hiburan wajib saat musim panas seperti ini. Kebetulan kota tempat saya belajar, terkenal dengan keindahan pantai-pintainya. Kali ini saya mau berenang di Pantai Balikliova. Sebuah daerah pesisir bagian selatan Provinsi Izmir. Saya memilih pantai ini karena memang cukup dekat dari kampus saya, sekitar 30 menit perjalanan Eshot (bus umum) dengan biaya 1.9 Turkish Lira (sekitar 10rb rupiah) atau bisa juga dengan Dolmus (angkot) dengan biaya 3.5 TL. Namun sayangnya, rencana tinggal rencana. Karena kelamaan nunggu teman saya dari Palestina itu, akhirnya kami ketinggalan bus yang seharusnya kami naiki. Dan sayangnya, bus selanjutnya masih 1.5 jam lagi. Lalu?

Saat kami sedang diskusi apakah mau pakai dolmus atau otostop ke Balikliova, datang empat orang Turki (OT) dari arah belakang. Mereka semua membawa handuk. Kemudian saya teringat, kalau tidak jauh dari durak (halte) kami berada sekarang, ada sebuah pantai dan juga sebuah sumber air panas di sana. Saya tahu ini, setelah membaca thesis salah satu senior saya yang membahas tentang sumber air panas ini. Selanjutnya kami memutuskan untuk kesana saja. Cukup jalan sekitar lima menit melewati perkebunan desa Gulbahce (taman bunga mawar). Jadi kalau diukur dari kampus saya, lokasi yang akan kami tuju ini hanya sekitar 15 perlemparan batu. Dekat bukan?

kuda
kuda

Sepanjang perjalanan ke lokasi, kita bisa menemui ladang perkebunan, rumah-rumah warga dan tentu kuda (seperti gambar di atas), yang sedang asyik makan dengan jerami keringnya. Tak lama kemudian kami tiba di sahil (garis pantai) tempat lokasi sumber air panas berada.

lokasi
Lokasi hot spring water
Mesti nyeberang
Mesti nyeberang

Ke lokasi hot spring water berada kita mesti nyebarang terlebih dahulu, karena ternyata lokasinya berada di pulau seberang. Awalnya sempat khawatir tentang kedalamanya, tapi setelah melihat beberapa pengunjung yang nyeberang kami ikut-ikutan. Dan ternyata kedalamanya hanya sebetis orang dewasa, ada memang beberapa bagian yang cukup dalam.

Hamam Tua
Hamam Tua
Entrance
Entrance

Pemandian air panas atau sauna atau dalam bahasa Turki disebut Hammam ini tampak begitu tua. Saya perkirakan kalau hammam ini dibangun sejak jaman Bizantium (Romawi Timur) atau paling tidak awal-awal berdirinya kekhalifahan Ustmani jika melihat struktur bangunannya yang dominan dengan susunan batu, bukan bata seperti biasanya. Kalau kita baca di wikipedia, Hammam seperti ini sudah ada sejak jaman Yunani kuno. Selain sebagai tempat mandi, waktu itu hammam juga sebagai tempat relaksasi dan sekaligus ngerumpi bagi kaum hawa. Kalau dalam tradisi Islam, lokasi hammam biasanya terletak di dekat masjid, filosofinya sebelum beribadah badan harus dalam keadaan bersih dahulu.

Interior
Interior
Tembok batu
Tembok batu
Bangunan batu
Bangunan batu

Secara struktur, bentuk hammam tua ini hanya berbentuk persegi dengan belik (kolam) di dalamnya, sedangkan struktur atap berbentuk setengah lingkaran. Semua bangunan tersusun dari batuan marmer, dengan perekat entah dengan apa. Sangat sederhana. Hal ini berbeda dengan design hammam lain di Turki. Kemudian saya ngetes berapa suhu airnya (dengan mencelupkan kaki), saya perkirakan suhu airnya kurang lebih 40 derajat Celcius. Cukup panas, tapi masih kurang panas jika dibandingkan dengan sumber air panas di Ciater Jabar atau di Guci Jateng. Kemudian kami nyebur, ternyata kolamnya tidak terlalu dalam cuma sekitar dada orang dewasa. Yang unik adalah selain airnya hangat dan mengandung sedikit amonia juga airnya berasa asin. Mungkin pengaruh dari rembesan air laut disekitarnya. Berendam di hammam tua ini kita serasa di dalam sauna, hangat dan tentunya ini sangat baik buat relaksasi otot-otot yang kaku dan tentunya sangat manjur jika ada masalah dengan penyakit kulit. Tapi bagi saya yang paling penting di hammam tua ini adalah GRATIS. Mau berendam sampai shubuh pun tak ada yang melarang hehe. Selamat Bekerja! #loh

-Sekian-

Advertisements

One thought on “Hammam Tua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s