Hujan Poyan

Jawah dan Poyan (google)
Jawah dan Poyan (google)

Namanya Jawah seorang gadis cerdas yang santun. Bawaanya lembut tapi penuh perhitungan. Sedikit berbicara tapi banyak menyelesaikan. Sejak kehadirannya, tanah kelahirannya begitu bersemi. Karena dalam ketenangannya ia menghidupi.

Sedang Poyan adalah lelaki tampan yang gagah. Katanya ia dilahirkan di pagi hari. Kemudian tumbuh besar dengan penuh keberanian. Kehadirannya menghadirkan rasa aman. Kepergiannya menumbuhkan cemas.

Mereka dilahirkan dan besar di lingkungan yang berbeda. Tak pernah sekalipun bertemu. Hingga suatu ketika. Mereka dipertemukan. Di sebuah pertemuan singkat. Sebuah momen yang sangat mereka inginkan, tapi tidak bagi yang lain. Kehadiran Jawah adalah tanda kepergian Poyan. Kehadiran Poyan, Jawah dilupakan. Mereka adalah awal dan akhir. Begitu cerita ditulis. Begitu alam (biasa) berbicara. Begitu mereka ditakdirkan.

Tapi bagi Jawah dan Poyan, hari itu adalah hari istimewa. Hari, dimana saatnya mencari jawaban, dari sebuah misteri cerita yang sungguh menyakitkan. Kemudian datang jawaban dari sebuah kitab. Dan itu memberikan pemahaman.

Mereka paham. Jawah dan Poyan bukanlah sebuah garis awal dan akhir. Masing-masing saling membutuhkan, meski di ruang dan waktu yang berbeda. Masing-masing saling merelakan, karena kehadiran dan ketiadaanya adalah berkah dan pelajaran. Dan kemudian masing-masing dari mereka bersyukur, karena kadang Tuhan bermurah hati . Mempertemukan mereka dalam sebentar. Yang pertemuan itu manusia menyebutnya Hujan Poyan atau Hujan Matahari. Dimana, saat matahari sibuk bersinar, datang hujan rintik yang menghidupi.

“Allah, dialah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang di kehendakinya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal: lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambanya yang di kehendakinya, tiba-tiba mereka menjadi gembira.” (QS. Ar-Rum : 48)

“Dan yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).” (QS. Az-Zukhruf : 11)

~Tulisan ini saya persembahkan untuk diri sendiri, karena di hari hujan poyan (jumat kemarin) mendapatkan kabar gembira dari keluarga akan terbentuknya generasi baru. Namun kemudian datang kabar lelayu yang penuh haru. Selamat jalan kakak sepupu, Alloh sungguh mencintaimu.

Catatan:

Hujan Poyan atau Hujan Matahari adalah fenomena alam yang biasa. Bukan sebuah tanda bencana atau lainnya. Dimana, saat matahari bersinar, datang hujan rintik. Hujan poyan itu berasal dari awan jenis cirrus atau awan tinggi. Awan yang tipis ini terbentuk dari es. Jadi ketika hujan hanya sedikit dan matahari masih bisa menyinari bumi karena bentuk awan yang tipis dan sedikit (langit masih terlihat). Ketika es jatuh kemudian mencair, sebelum sampai bumi, ia sudah menguap atau hanya sedikit yang jatuh yang jatuh ini disebut hujan Poyan. Dan fenomena ini adalah awal terbentuknya pelangi. (Kata temen saya lulusan Meteorologi IPB).

Poyan dalam bahasa Sunda berarti sinar matahari di waktu pagi. Ia adalah kabar gembira akan lahirnya hari. Ia adalah tanda harapan dan rasa aman.

Jawah dalam bahasa Jawa berarti hujan. Ia datang untuk menutupi matahari. Tanda kesedihan atas kehilangan. Namun sesungguhnya hujan adalah awal hidup yang baru, seperti ia menghidupi negeri yang mati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s