Dewasa Sejak Usia Belia, Sebuah Pilihan Atau Bencana?

(photo by poltekmigas.wordpress.com)
(photo by poltekmigas.wordpress.com)

Lagi-lagi datang sebuah kabar mengejutkan dari kampus ndeso di bilangan kota Yogyakarta. Hampir setiap penerimaan mahasiswa baru, selalu ada berita menarik yang muncul. Salah-satunya tentang anak-anak usia belia yang berhasil menginjakkan kaki (kuliah) di kampus bekas tanah Keraton Yogyakarta itu. Sebagai contoh, di tahun 2006 ada Alexander Randy. Di usianya yang masih 15 tahun sudah resmi menjadi mahasiswa baru di Fakultas Kedokteran waktu itu. Dan kali ini, tentang Arya Bagus. Tahun ini ia dinobatkan sebagai mahasiswa baru UGM termuda. Tepat di usianya yang ke 14 tahun, 6 bulan dan 9 hari ia resmi menyandang almamater goni khas kampus kerakyatan itu. Di usia yang sama, waktu itu saya sendiri baru masuk SMA. Pertama, saya cupkan selamat untuk dik Arya, selamat bergabung menjadi bagian Gamada!. Berita lengkapnya disini http://ugm.ac.id/id/berita/9186-arya.bagus.usia.14.tahun.kuliah.di.ugm

Anak-anak yang tumbuh dewasa sejak usia belia

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa dewasa ini investasi bukan sekedar uang, properti atau emas saja, bahkan sekarang sedang marak orang-orang berinvestasi umur. Memasukkan anak ke sekolah sedini mungkin atau mengikutkan mereka di kelas akselerasi boleh jadi bagian dari motivasi untuk menginvestasikan umur. Lihat saja dua contoh yang sudah saya sebutkan diatas. Di usia yang sama, banyak anak-anak lain masih harus berseragam abu-abu putih tapi mereka berdua sudah menjadi anak kuliahan. Mengikuti pembelajaran di sebuah lingkungan yang baru dan tentu saja berbeda dari sebelum-sebelumnya.  

Di sisi yang lain, hari ini banyak anak-anak yang beranjak dewasa di usia belianya. Lihat saja, kisah tentang Tasripin. Anak usia 12 tahun asal Banyumas ini, rela berhenti sekolah yang kemudian menjadi (pengganti) kepala rumah tangga sekaligus kakak bagi tiga adik-adiknya. Di usianya yang setara anak kelas enam SD, dipaksa untuk berpikir dan bekerja seperti orang-orang dewasa sedangkan anak-anak yang lain se-usianya tengah sibuk untuk bermain. Contoh lain, kisah tentang LL anak kelas enam SD dari Jawa Timur. Di usia yang masih hijau, ia sudah harus menjadi ibu dari bayi hasil cinta ‘monyet’nya dengan pacarnya yang juga masih sangat belia, masih sekolah SMP. Tak akan terbayangkan bagaimana ia mengurusi bayi kecilnya, karena disaat yang sama banyak hal lain yang ingin ia lakukan seperti anak-anak yang lain seusianya. Dan masih banyak lagi. Jika kita mau membuka mata, ternyata proses ‘dewasanisasi’ tidak terbatas kelas akselerasi atau masuk sekolah di usia dini. Hari ini, banyak cara proses ‘dewasanisasi’ berlangsung dan menimpa pada anak.

Apa kata pakar tentang ini?

Menurut para psikolog, tidak selamanya menjadi dewasa di usia dini itu sesuatu yang buruk. Mereka melihat ada urgensi penanaman beberapa pola pikir dewasa pada anak-anak. Yang mana bisa menjadi benteng sekaligus penyaring berbagai informasi atau tontonan yang diterima anak. Selain itu, anak yang telah terlatih memiliki pola pikir dewasa sejak dini, akan dapat membawa sifatnya itu sampai besar nanti, sampai terbentuk suatu kepribadian yang stabil saat usia 18 tahun, usia dimana kepribadian pasti terbentuk menurut ilmu psikiatri. Untuk lengkapnya baca disini.

Saya juga menemukan sebuah lagu yang liriknya cukup menarik, bercerita tentang tema yang sama. Berikut lirik lagu yang dinyanyikan oleh Spank. 

Dewasa Sejak Dini

Dulu aku tumbuh di zaman
Sang legenda si kakaktua
Ada temannya si lumba lumba
Berkelana di laut jawa

Setiap malam si bintang kecil
Amat banyak hias angkasa
Alangkah indah waktu ku kecil
Melihat pelangi pelangi ciptaan Tuhan

Papa T Bob kemana
Dan Ibu Sud juga kemana

Cepatlah kembali bikin lagu lagi
Hiburlah hati ini
Adik adik kami jadinya begini
Dewasa sejak dini

Agnes Monica Enno Lerian
Udah dewasa nggak ada lagi penerusnya
Papa T Bob kemana
Dan Ibu Sud juga kemana

Cepatlah kembali bikin lagu lagi
Hiburlah hati ini
Adik adik kami jadinya begini
Dewasa sejak dini

At Mahmud kemana Ibu kasur kemana
Papa T Bob kemana semoga kalian masuk surga

Cepatlah kembali bikin lagu lagi
Hiburlah hati ini
Generasi kami jadinya begini
Dewasa sejak dini

Cepatlah kembali bikin lagu lagi
Hiburlah hati ini
Adik-adik kami jadinya begini
Dewasa sejak dini

Cepatlah kembali bikin lagu lagi
Hiburlah hati ini
Adik-adik kami jadinya begini
Dewasa sejak dewasa sejak dini

 

Advertisements

One thought on “Dewasa Sejak Usia Belia, Sebuah Pilihan Atau Bencana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s