Tentang Teh Paling Enak Sedunia

manfaat-teh-untuk-kesehatan

Jika saya disuruh memilih antara meminum air racun atau air sabun, ya jelas saya lebih memilih air teh, baik yang diseduh panas kotos-kotos maupun dingin semriwing. Teh sudah menjadi minuman favorit saya sejak dahulu kala. Terserah harga bensin mau naik berapapun atau bahkan presiden mau berganti beberapa kali hobi minum teh sepertinya hal yang tidak mungkin saya tinggalkan kecuali kalau tehnya gadungan kaya teh Euis atau teh Ida yang saya sendiri tidak kenal. Sebenarnya dulu, saya lebih memilih minum kopi (terutama yang dicampur susu dan madu) dibanding teh. Namun setelah saya sempat tidak tidur 3 hari berturut-turut gara-gara minum kopi pahit, maka saya berhenti (mengurangi) minum kopi dan menggantinya dengan teh. Tradisi minum teh sudah menjadi budaya di berbagai belahan dunia, contohnya di Jepang, Turki dan bahkan di kalangan masyarakat Jawa. Hampir di setiap rumah orang Jawa yang punya hajatan maka teh menjadi minuman wajib. Kalau tidak ada teh yang nasgithel alias panas legi kenthel rasanya ada yang kurang. 

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa teh mempunyai banyak khasiat. Kandungan katekin dalam teh sebagai antioksidan sangat bermanfaat bagi tubuh. Teh selalu menjadi andalan saya saat dalam berpergian. Dulu saat puncak-puncaknya menahkodai lek-mio hitam saya satu-satunya, teh menjadi andalan pembuka maupun penutup perjalanan saya. Mengapa saya sebut puncak-puncaknya, ya dengan lek mio saya itu saya sehari bisa meluncur lebih dari 50 km sehari tanpa arah. Bahkan pernah, Jogja-Wonogiri yang normalnya ditempuh tiga jam bisa saya tempuh dengan cukup 1.5 jam saja. Sesaat setelah minum teh, seakan-akan tenaga pulih kembali. Selain sebagai pemulih tenaga, ternyata teh juga bermanfaat untuk diet buktinya sampai sekarang saya awet kuring (kurus sedikit kering) dan bahkan teh juga bermanfaat untuk terapi bagi pengguna narkoba. Soalnya, ada teman saya yang dulu adalah penggemar sabu level expert, tapi Alhamdulillah sembuh dengan  cukup minum teh (dosis tinggi) setiap hari.

Bicara tentang teh tentu bicara juga tentang teh mana yang paling enak. Saya adalah teh tester yang mempunyai jam terbang cukup tinggi. Mungkin sudah puluhan atau bahkan ratusan angkringan, warung padang, warung rames, tukang soto, tukang pecel lamongan atau pun lainnya sudah menjadi bagian dari sampel saya dalam survei untuk menentukan teh mana yang paling enak termasuk warung mana yang menjualnya. Meskipun sampai sekarang survei saya belum berakhir, tapi untuk saat ini teh paling enak se-dunia adalah teh cap buah Soklat. Saking enaknya teman saya dari Etiopia saja gandrung dengan teh satu ini. Sayang kini stok teh saya sudah tidak tersisa, alias habis tak berbekas.

Teh Cap Buah Soklat
Teh Cap Buah Soklat

Teh Soklat adalah teh yang di produksi dari kebun kopi di Pekalongan ini, memiliki kombinasi antara daun teh hijau dan bunga melati yang pas. Teh ini sepertinya tidak terlalu terkenal, lha wong di Jogja aja tidak ada. Biasanya saya impor dari stock teh di rumah saya saat pulang kampung untuk bisa menikmati teh di perantauan. Lucunya, saat saya main ke rumah mas saya di Pekalongan, wee ladhalah saya juga tidak menemukan teh jenis ini. Boleh jadi, sama produsennya produk mereka hanya dijual eksklusif dan terbatas di kampung saya saja. Rasa teh ini memang luar biasa, paduan antara rasa pahit, getir, dan harumnya sangat pas. Susah sekali saya menggambarkan dengan kata-kata.

Jika sampeyan berkunjung ke desa saya atau sekitarnya sampeyan akan dimanjakan oleh kenikmatan dari teh satu ini, karena hampir semua rumah menyajikan teh Soklat. Tentunya kulon nuwun dulu atau membayar jika anda minumnya di warung. Kepopuleran teh Soklat di kampung saya boleh jadi sudah mendarah daging. Halah berlebihan.

Paling enak, teh ini disajikan panas di pagi hari ditemani sego pecel atau cukup dengan telo godhog. Wuuh lagi-lagi suwargo donyo. Namun sayangnya, bagi anda yang tinggal di Jogja dan sekitarnya agaknya kalian semua susah untuk menikmati teh satu ini. Satu-satunya teh yang memiliki cita rasa mirip (meskipun tidak sama persis) adalah teh gardu. Teh satu ini mungkin masih gampang sampeyan temui di Mirota Kampus atau ditempat lain, tapi belum tentu setiap warung makan di Jogja menyajikannya. Satu-satunya angkringan yang mungkin menyajikan teh ini (karena memiliki cita rasa mirip) adalah angkringan batas kota. Angkringan yang terletak di jalan AM. Sangaji, lokasinya persis di batas kota, kalau dari arah selatan letaknya kurang lebih sekitar 500 meter di sebelah utara hotel Tentrem. Selain teh Soklat dan teh Gardu ada satu lagi teh yang cukup nikmat yaitu teh Poci. Nah kalau teh satu ini memang cukup populer, meskipun untuk rasa tetap kalah dengan dua teh sebelumnya. Tidak perlu saya jelaskan tentang satu ini, karena boleh jadi sampeyan pernah mencoba teh satu ini. Sedangkan bagi anda yang di Turki, teh paling enak di sini adalah teh merek Çaykur meskipun tidak ada kandungan melati di dalamnya, karena kemungkinan orang Turki tidak tau betapa enaknya campuran antara teh dengan bunga melati itu.

Ingat! selain membantu diet, teh juga membantu sampeyan untuk memulihkan tenaga saat sedang loyo. Jadi, jangan tunda-tunda lagi. Ini #bukan iklan. Dan terpenting saat anda minum teh, pastikan terlebih dahulu itu teh asli yang bisa diminum atau itu teteh-teteh tetangga anda. Karena efek keduanya sungguh berbeda. #bercanda.

Selamat minum teh, Teh …

NB: Sebelum saya diduga sebagai agen teroris teh oleh BNPT (Badan Nasional Pengawas Teh), saya jelaskan bahwa saya bukan agen atau sales produk teh. Penilaian saya di atas adalah hasil research saya bertahun-tahun. Jika ada yang tidak setuju, silahkan tutup pintu dari luar. Salam.  

Advertisements

31 thoughts on “Tentang Teh Paling Enak Sedunia

  1. […] Penyeduhan teh hitam memang dilakukan dengan air panas, suhu antara 90-95 derajat celcius. Dilakukan selama 3-5 menit, hampir sama dengan teh Oolong. Khasiat utama teh ini adalah menguatkan tulang kita, lainnya menurunkan tekanan darah tinggi kolesterol. Nah untuk teh yang satu ini, ada teh yang menurut saya paling enak se-dunia, yaitu teh hitam cap Soklat. […]

  2. Teh Wangi cap “Buah Soklat” ancen tak akoni, Mas (Parmantos) ..! Tadine mikir2 aah paling yaa mek ngono2 kuwiii-lahh …! Model packing2e kurang meyakinkan konsumen … Ee, Tiba’e (se-jujur dan objektif yaa) memang lumayan RASA-ne beda, ngele’ke glegek uenak roso sepeet2 lengket (ne’ di kenthel-i & gula secukupe wae) dadine rodo2 1/2 nyethak kepriyee gitu lho masio diombe panas/anget opo +dingin-e es batu. Aku baru nemukan merk ini dari salesman yg mampir ke “Pujasera DB” kami di Batu. Dan sajian teh kami semula dg perbandingan 5 merk beda2 hampir 4 th, geserrr … manuver cukup PD gawe merk iki ae wiss sepadan nilai cost ekonomis-e …. Maaf, iki comment bebas, aku radibayar comment ngene kuwi n gak ono hubungane karo owner-e …. Iki skedar suara nurani pengguna sing ungkapke matur nuwun, sbb nemo’ke teas roso sajian teh ory … tur karep n suka2ku dw, sepurane, hee3 …

    • Mantab pancen top markotop kok teh Soklat. Untung di Wonogiri masih banyak yang jual, kalau diluar itu gaungnya tidak ada… ngga tau kenapa bisa gitu. Ngomong, pujasera opo kuwi mas? Rumah makan pho? suwun sampun mampir

    • waaaa… roaming nih… ada subtitle? nebak-nebak buah manggis sih tehnya ganti dengan teh soklat? kirain salah nulis coklat jadi soklat, ehhh ternyata emang merknya itu ya? waaa,, pengen nyoba tapi di jawa barat sudah pasti lah ya ga ada 😦 padahal teh-nya orang medan yang judulnya teh bendera udah banyak masuk supermarket lokal sini…

      ps: mas parmantos nuhun yah udah mampir 🙂

      • Yang diatas intinya teh soklat itu recommended banget mba :D. Coba kalo pas maen ke solo, sambil bawa oleh2 teh soklat…

        note: soklat (bahasa Jawa) = coklat 😀

  3. Wah, saya juga penggemar teh, tapi bukan yang nasgitel, melainkan teh ringan dengan rasa yang kuat. Dan itu aku temukan di Teh Walini asli bandung yg rasanya kurang lebih mirip lipton, dengan harga separuhnya..
    Selain itu aku suka teh pahit, teh Upet dari Cirebon. Kalau tubruknya enak banget. Ohiya, kalau ke RM Padang suka ada teh bendera. Rasanya juga beda, khas gitu..

    Salam kenal, mas.. 🙂

    • Wah makin bertambah rekomendasi teh mantabnya (y) kapan2 bisa dicoba… iya, saya juga seneng teh tubruk. Rasanya lbh kuat, meski repot saat meminumnya… Salam ngeteh dan salam kenal! 🙂

  4. Penasaran sama yg namanya teh cap soklat… Andai bisa dikirim 😀
    Kalo saya suka teh cap Bandul sama teh dandang.. *mbayangne minum es teh sambil ngremus es batu.. Hmmmm

  5. pantesan kok kenal teh soklat,, owalah lek lek.. tonggo jebule,, nyruput sik…
    ke rumah calon mertua bawa teh ini kok katanya enak .. padahal teh soklat yo sing biasane tak ombe bendino dadi cemacam teh yang di tunggu kala sowan

  6. Jadi harus ke Solo nih buat ngerasain teh soklat ini? Langka ya mas. Tapi kayaknya nggak cuma di Jawa saja kalau ada perhelatan/kenduri dan teh wajib ada. Di kampung saya, Aceh, pun teh panas selalu dihidangkan bersama dengan kopi panas dengan campuran gula yang kebanyakan. Haha…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s