Menunggu Apa?

Menunggu
Menunggu

Jika menunggu adalah aktivitas yang paling kau benci, mengapa kau membiarkan ia menunggu. Duduk lama terpangu, sendiri menghadap senja. Membiarkanya tanpa kepastian. Membiarkanya menunggu yang tidak ada.

Menunggu apa? Bukannya kau lebih dari sekedar siap. Pendidikanmu tinggi, karirmu lancar, tabunganmu lebih dari cukup dan sementara adik-adikmu juga sudah besar. Mereka tidak lagi perlu perhatianmu, mereka sudah bisa mengurusi dirinya sendiri. Mereka hanya ingin melihat saat itu tiba. Melihat kakak tercintanya duduk di pelaminan.

Menunggu apa? Bukankah tidak ada lagi beban bagi orang tuamu. Bukankah sudah dikatakan bahwa uang pensiun mereka lebih dari cukup dan sudah tidak ada lagi tanggungan yang harus dibayarkan tiap bulan. Ayah-ibumu juga sudah berhaji bahkan lebih dari sekali. Keinginan mereka sudah banyak yang terpenuhi. Hanya tinggal satu yang paling dinanti, mereka ingin segera menimang cucu. Darimu.

Menunggu apa? Bukankah kalian sudah saling mengirim sinyal. Setiap sikapmu terhadapnya, tutur bahasamu saat berbicara padanya dan caramu memanggilnya adalah sinyal bahwa dia ujung dari pencarianmu selama ini. Dan bukankah juga ia sudah memberikan jawaban kepadamu. Jawaban yang jelas dan tanpa ragu. Bahwa menurutnya kaulah satu-satunya yang patut jadi imam baginya kelak. Yang bisa diajak mengarungi samudera hingga ke surga.

Menunggu apa? Bukankah orang tuanya juga sudah setuju saat kau datang sore hari hujan-hujanan ke rumahnya. Mereka bahkan menyambutmu dengan bahagia. Mereka menganggapmu sudah seperti keluarga sendiri. Menyiapkanmu teh hangat dan tempe mendoan kesukaanmu. Dan bahkan, orang tuamu juga pernah kau ajak ke rumahnya di lain waktu. Mengenalkan silsilah keluarganya kepada orang tuamu dan begitu juga sebaliknya.

Menunggu apa? Apakah ada orang lain selain dirinya. Orang lain yang kau sembunyikan selama ini. Yang tidak seorangpun kau biarkan tau. Yang masih mengganjal di hatimu selama ini. Yang karenanya kau ragu membuat keputusan. Yang karenanya kau takut untuk menentukan pilihan.

Menunggu apa?

….

….

….

….

“Menunggu undangan jadi” Jawabku.

*ilustrasi dari sini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s