The Teacher’s Diary [Review Film]

teacher

Ini pertama kalinya saya mengulas sebuah film. (Saya ingatkan) Pada dasarnya saya sendiri tidak tau bagaimana mengulas sebuah film itu. Tapi, sebagai penikmat film yang baik dengan jam terbang cukup tinggi saya tau mana film yang baik, mana yang buruk dan mana pula yang ancur. Sebelum saya mengulas lebih jauh tentang film The Teacher’s Diary ini, saya ingin menyampaikan sedikit tentang apa film yang baik itu. Pada dasarnya sebuah film itu menggabungkan berbagai unsur penting menjadi sebuah ikatan kimia yang baik. Ikatan yang solid dan tentu tak mengandung toxic (baca: berbahaya untuk pikiran). Unsur-unsur penting itu diantaranya; ide (termasuk hal ini pesan yang akan disampaikan), plot, kualitas akting, kualitas pengambilan gambar, kualitas visual dan audio.

Sipnosis Film

Film yang diangkat dari kisah nyata ini, menggambarkan bagaimana kehidupan guru (yang ditugaskan di pedalaman) di Thailand. Kalau di tempat kita mungkin mirip dengan Indonesia Mengajar atau program SM3T. Hampir semua bagian film ini mengambil latar di sebuah sekolah apung yang berada di tengah-tengah danau. Tokoh utama dari film ini adalah Pak Song, mantan atlet gulat SEA GAMES yang mengadu nasib sebagai guru olahraga (saat mendaftar) tapi justru ditugaskan di pedalaman karena sekolah tempat ia mendaftar tidak ada lowongan. Kemudian ada Bu Aan, guru teladan yang diharuskan membuat pilihan antara menghapus tato tiga bintang ditangannya atau ditugaskan di pedalaman. Tokoh lain adalah Bu Gigi, Pak Nui dan murid-murid Bu Aan. Dalam film ini diceritakan, Pak Song yang secara tidak sengaja menemukan sebuah buku Diary Bu Aan dihari pertamanya ia sampai di sekolah apung. Lalu dilanjutkan dengan cerita bagaimana ia menjalani kehidupan sebagai seorang guru. Mulai dari menjemput satu persatu muridnya, kegiatan belajar mengajar, memasak, bersih-bersih dan lain-lain. Dan ternyata apa yang ia lakukan itu, juga dilakukan oleh Bu Aan setahun yang lalu seperti yang di tulis di buku diarynya.

Waktu berjalan, aktivitas Pak Song diisi dengan mengajar dan mencintai anak didiknya, serta menuliskan aktivitasnya itu di buku diary yang sama. Hingga akhirnya, pada ujian akhir tahun salah satu muridnya gagal melewati ujian. Karena sebab ini, Pak song mengundurkan diri dari mengajar di sekolah apung, di saat yang sama Bu Aan ingin kembali mengajar ke sekolah apung karena suatu sebab. Hop! segini aja ceritanya, kasihan bagi yang belum nonton jika spoilernya kebanyakan. Tapi yang pasti endingnya bakal manis, semanis kamu… iya, kamu… ^_^

Penilaian

Sepuluh menit pertama menonton film ini sempat bingung, karena plot-nya yang maju-mundur. Tapi setelah itu, saya menemukan keunikan tersendiri dengan dipilihnya plot seperti ini. Tentang kualitas aktor di dalam film ini cukup bagus baik tokoh utama maupun peran pembantunya. Tetapi, yang menonjol bagi saya justru ekspresi ‘kepolosan’ murid-murid sekolah apung, itu mengingatkan saya pada anak-anak di film Laskar Pelangi atau Slamdog Millioner. Sebuah ‘kepolosan’ yang bermakna kejujuran mendalam dari aktor-aktor lokal. Potensi alamiah yang jarang dimanfaatkan para produser film.

Film ini sangat di anjurkan untuk ditonton oleh para penggiat pendidikan khususnya mereka yang tertarik dengan mengajar di pedalaman, seperti para penggiat di Indonesia Mengajar, para pendidik SM3T dan sebagainya. Tak hanya menghibur, film bergenre drama-comedy ini mampu membangkit motivasi saling memperbaiki kualitas pendidikan dimanapun anak didik itu berada.

Secara menyeluruh, penilaian saya terhadap film ini adalah 8.2/10 atau 0.2 point di atas rating versi IMDB.

Selamat Nonton.

Advertisements

6 thoughts on “The Teacher’s Diary [Review Film]

  1. kebanyakan film (bagus) biasanya di-angkat dari buku ya mas, nah kalo film ini dari buku juga kah? apakah dikau tahu title bukunya apa? secara saya lebih suka baca buku daripada nonton film :-). kalo baca buku itu lebih ‘dalem’ (cie… bahasanya 😛 ) dari pada nonton filmnya. info ya kalo tahu…. tengkiu……

  2. aku sudah lama nonton film ini bagus banget, kebetulan aku penyuka film2 Thailand dan Korea yang lucu, romantis tapi punya pesan yang bagus. Dari nonton film Thailand pengen jelajahi negeri tsb soalnya aku baru ke Bangkok saja sih belum mewakili Thailand secara utuh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s