Teori Nasi Goreng

Sketsa Umar Kayam

nasi gorengPADA hari Minggu kemarin tiba-tiba saya kangen masak nasi goreng sendiri. Sudah sangat lama saya tidak masak nasi goreng. Dulu reputasi saya masak nasi goreng lumayan tingginya. Dimulai dengan setengah memaksa setengah mengancam anak-anak saya untuk serempak mengatakan bahwa masakan nasi goreng bapaknya luar biasa enak, keahlian memasak nasi goreng itu lama kelamaan saya kuasai juga.

Anak-anak, istri dan pembantu rumah, tanpa ancaman tanpa intimidasi mulai memuji nasi goreng saya sebagai “enak dan unik”. Bahkan mereka mulai kepingin tahu resep nasi goreng ala Ageng itu. Dengan senyum misterius saya katakan bahwa itu adalah rahasia seorang chef. Tidak ada seorang chef termahsyur dari restoran terkenal mau mengobral resepnya, kataku dengan genting.

“Tapi Bapak kan bukan chef. Paling cuma koki amatiran,” protes si mBak.

“Dan rumah ini juga bukan restoran, Be. Ini rumah kita bersama, Be. Nggak ada rahasia-rahasiaan itu, Be,” sambung si Gendut.

Saya semangkin jual mahal tidak…

View original post 695 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s