Perempuan Cantik Itu Seperti ‘Bola’

perempuan
siluet

Perempuan. Makhluk berkaki dua, berekor tumpul, berperingai manja itu memang benar-benar unik dan menarik. Saya suka. Semua orang cinta. Namun, jika ia hanya bermodal kecantikan wajah, putih nan mulus kulit dan (maaf) berbokong semok itu bak seperti bola sepak. Yang diperebutkan oleh 20 orang laki-laki demi mendapatkan tubuhnya. Baru singgah sebentar sudah direbut yang lain. Masih syukur ada dua manusia bernama kiper yang sesekali mau menerimanya. Menangkapnya. Meski tak lama kemudian dilempar lagi ketengah permainan lelaki jalang berjumlah banyak itu.

Umur beranjak, kulit putih nan mulus telah berubah. Wajah cantik samar kelihatan. Dan parahnya ia tak perawan lagi. Sudah bolong sana sini. Karena ia kini menjelma sebagai bola takraw. Pesonanya menurun tajam. Jika saat masih muda dulu ia mampu memainkan (hampir) dua lusin hati laki-laki. Kali ini hanya enam orang. Kali ini ia tak lagi diperebutkan. Nasib buruk menimpanya. Ditendang sana-sini. Sesekali dimainkan cukup lama, baru kemudian dicampakkan kesisi yang lain. Dan yang paling ngenes enam laki-laki itu tidak satupun yang mau menangkapnya. Menerimanya. Jika ada yang menangkapanya maka aib bagi mereka. Dosa besar. Buru-buru wasit akan menyalahkan.

Tak hanya bertambah umur. Kali ini berat badannya menurun drastis. Akibat depresi akut. Dipermainkan laki-laki. Tapi cobaan belum berhenti. Kini ia laksana bola (shuttle cocks) badminton. Sudah nasib baginya. Kecantikan yang ia banggakan selama ini, tubuh ideal yang ia impikan hilang begitu cepat. Kini ia menjelma tubuh berbulu tanpa daging. Dilempar sana-sini. Oleh dua lelaki, tapi kadang oleh kaumnya sendiri. Penderitaan tak berhenti, disaat momen-momen tertentu ia dismash dengan sangat keras. Terhunjam ke tanah. Sakit, perih. Dan pelakunya merasa tanpa dosa, justru bangga dan senyum penuh kepuasan. Tragis mendidih.

Hingga pada akhirnya, perempuan muda, cantik, berbadan seksi itu kini hanyalah wanita tua yang tak lagi menggoda. Ia ditempatkan didalam keranjang sederhana. Bersama orang-orang sejenisnya. Yang bernasib sama. Dan banyak jumlahnya. Ia sekarang menjelma menjadi bola golf. Yang dipukul sekeras-kerasnya. layaknya ia bukan makhluk yang berharga. Masih bersyukur saat mendarat ia sampai direrumputan hijau. Karena tak jarang ia mendarat dikolam becek, tumpukan sampah atau tempat menjijikan lainnya. Jika sudah begitu tak akan ada lagi yang mempedulikannya.

Malang nian nasibmu wahai perempuan yang hanya bermodal paras rupawan.

Sepenuh cinta,
Untuk adikku yang disana.
Untuk kota ketiga saya, Izmir. Dogum Gunu Kutlu Olsun. Hepimiz  Mutluyuz.

9 Eylul 2014.
dari kampung Taman Bunga Mawar, Negeri Konstantin

Gambar ilustrasi disini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s