Menikmati Perubahan | Pelajaran Hidup No 4

rubah

Mau tidak mau setiap kita akan menghadapi perubahan. Sebuah fenomena alami yang mana kita tak ada daya untuk menghindar. Kata orang, perubahan adalah keniscayaan. Karena sifatnya ini setiap makhluk, benda mati bahkan sampai pemikiran yang wujudnya abstrak sekalipun akan mengalami perubahan.

Seringkali saya terkagum-kagum melihat perubahan yang terjadi di sekitar saya. Misalnya, Mas Sapto (nama samaran) dia adalah kakak kelas saya waktu sekolah. Penampilan fisiknya sekarang tampak gagah dengan berat badan yang proporsional. Padahal dulu, waktu sekolah berat badannya masuk katagori over-over size setara dengan berat badan saya dikali tiga. Dan perubahan itu hanya terjadi setelah hanya dua tahun saya tidak bertemu dengannya. Luar biasa.

Beda Mas Sapto beda pula dengan Mba Nita (nama asli dirahasiakan), dia adalah senior saya di kampus saya dulu. Beliau adalah aktivis masjid kampus sekaligus aktivis BEM yang sering ikut turun aksi di bunderan UGM. Jilbabnya yang lebar tidak menutupi semangatnya yang berapi-api, setiap argumen yang disampaikannya selalu dilandasi pemikiran yang matang dan data yang menyakinkan. Gaya bicaranya bak seorang revolusioner yang membangkitkan kaum proletar untuk berani melawan kaum tiran. Singkatnya saya begitu kagum dengan akhwat (begitu kawan-kawan menyebutnya) yang sekaligus senior beda fakultas ini. Namun, entah apa yang terjadi selepas dari aktivitasnya di kampus (baca: lulus) tampak perubahan yang teramat drastis padanya. Jilbab lebar yang menjadi identitasnya dulu telah tergantikan dengan selembar kain mini, tak hanya itu kali ini ia tampak biasa berinteraksi dengan lawan jenisnya. Bahkan status terbaru di socmednya menerangkan dia sedang ‘berpacaran’ dengan seseorang. Duh mbak, kok ngga nunggu saya sih (opo maksude 😀 )

Tak hanya itu, masih ada lagi namanya Mas Rofiq. Dulu waktu kuliah, saya memandangnya sebagai orang cerdas namun karena sifatnya yang seenaknya dan cukup ndugal (munurut katagori saya) maka kesehariannya tak asing dengan dunia malam dengan berbagai macam aktivitas negatif yang lekat dengan dunia itu. Bahkan pernah saya menjumpainya di pagi hari di kampus dengan mata merahnya menandakan ia baru saja mengalami hangover. Namun, pasca ia lulus dan pindah ke kota yang asing dan dipenuhi dengan kebebasan justru ia menampakkan arus yang berbeda. Tutur katanya, tulisan-tulisannya dan aktivitasnya sekarang justru menampakan perubahan 180 derajat dari yang dulu.Dan masih banyak contoh perubahan lainnya.

Mau disadari atau tidak, mengalir atau dipaksa, setiap insan manusia (kita) pasti akan mengalami tahap demi tahap perubahan. Adakalnya perubahan yang terjadi sangat besar, adakalanya perubahan itu mengarah pada hal-hal positif atau sebaliknya. Perubahan yang terjadi adalah sebuah proses metamorfosis kita menuju ke tahap selanjutnya.

Satu hal mengapa hal ini mungkin terjadi. Maksudnya jika beberapa tahun yang lalu pohon rambutan depan rumah saya hanya setinggi selompatan kaki, sekarang sudah menjadi pohon tinggi dengan buahnya yang lebat dikala musim rambutan atau jika beberapa tahun yang lalu kita hanyalah sesosok bayi yang rapuh hingga sekarang berubah menjadi manusia dewasa dengan berbagai macam aktivitas yang bisa kita lakukan. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Semua itu terjadi karena satu hal yakni masa. Ya, hanya masa atau waktulah yang bisa menjadikan seorang bayi berubah menjadi kakek tua, yang mengubah bebatuan menjadi tanah yang layak ditanami dan yang menggantikan yang hidup menjadi mati.

Ketergantungan kita terhadap masa, telah membuktikan akan campur tangannya Tuhan terhadap ciptaanya. Sekalipun kita hanya berdiam diri dan tak melakukan apa-apa seiring waktu berjalan perubahan akan terjadi dengan sendirinya. Boleh jadi, kalau suatu saat nanti manusia bisa menciptakan teknologi yang mampu menciptakan/mengatur masa tentu kita akan bisa menyaksikan ada pohon yang selamanya berbuah, ada mobil yang tak pernah kehabisan bensin bahkan ada manusia yang tak pernah sekalipun tua. Tapi apakah itu mungkin?

Tak usah pusing. Perubahan adalah posisi dimana kita akan mencapai tahap yang lebih tinggi. Dengan adanya perubahan maka momentum derajat kita akan ditinggikan atau dihempaskan akan terlihat. Jangan takut untuk melihat keniscayaan akan perubahan. Nikmati perubahan sebagai bentuk rasa syukur.

Sebuah rumus sederhana tentang perubahan. Jika sebuah ide positif dikali dengan tindakan positif maka akan menghasilkan sebuah perubahan positif. Apa yang kita pikiran hari ini dan apa yang kita lakukan sekarang adalah wajah masa depan perubahan hidup kita. Dan rumus sederhana ini adalah bentuk bagaimana kita bisa menikmati indahnya perubahan dengan tanpa beban.

“Jalan cinta selalu melahirkan perubahan besar dengan cara yg sangat sederhana. Karena ia menjangkau pangkal hati secara langsung darimana segala perubahan dalam diri seseorang bermula. Bahkan ketika ia menggunakan kekerasan, cinta selalu mengubah efeknya, dan seketika ia berujung haru” -Anis Matta-

Selamat Menikmati Perubahan!

Advertisements

One thought on “Menikmati Perubahan | Pelajaran Hidup No 4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s