Setelah 12 Tahun AADC Kembali #AADC2014

Puisi Rangga
Puisi Rangga

Saya ikut terkejut dengan cerita heboh di twitterland. Gara-garanya film Ada Apa Dengan Cinta kini ada sequelnya. Film yang tahun 2000an sempat bikin heboh itu, kemarin dibuat kelanjutan ceritanya meski hanya dalam bentuk mini drama.

Ya, masih teringat jelas kan? kisah sang mantan Dian Sastrowardoyo pemeran Cinta yang cantik, enerjik dan cerdas itu, lalu Nicholas Saputra yang memerankan Rangga yang penuh prinsip, kalem dan dingin serta beberpa karakter lain seperti genknya Cinta yang selalu heboh itu. Dan malam ini, demi kenangan indahan masa lalu *halah* akhirnya saya tonton lagi film tersebut. Du.. du.. du.. jadi teringat… sama si-‘dia’ yang kini sudah beranak satu. 😦

Rasa Terimakasih

Rasanya kehadiran mini drama AADC yang sekaligus menjadi iklan fitur dari Line ini cukup membantu rasa penasaran setelah 12 tahun 6 bulan penantian dari cerita happy ending yang berasa happy beginning dalam film AADC sebelumnya. Dua sosok yang dulunya masih berbalut putih abu-abu, kini ditampilkan sebagai sosok matang penuh kedewasaan. Mini drama yang sekaligus mempertemukan mereka yang sudah berserakan alias sebagai ajang reuni para pemeran film AADC ini, padat dan menarik. Walau cuma sepuluh menit, jalan cerita maupun kualitas film secara keseluruhan benar-benar patut untuk dipuji. Dan rasanya sekarung terimakasih masih kurang untuk ide pembuatan sequel AADC ini.

Pemeran AADC
Pemeran AADC

Kisah Cinta Yang Tak Move-on

Tapi, ada hal menarik di sini. Coba perhatikan secara detail, di film AADC versi 2002 dan versi 2014, mulai dari gaya busana, gadget yang dipakai, mobil dan seterusnya.  Benar-benar 12 tahun adalah terlalu singkat untuk membalikan zaman, yang dulu masih menggunakan telepon kabel yang usang kini sudah tergantikan dengan smartphone tipis dan serba canggih. Bahkan, lewat jalan teknologilah dua manusia yang berpisah selama 12 tahun tanpa kabar akhirnya dipertemukan. Mungkin saja, janji satu purnama tak perlu diingkari oleh Rangga jika seandainya teknologi messenger-video call seperti Line, Whatsapp, BBM dan lainnya hadir lebih cepat. Ini bukti bahwa teknologi, cara berbusana dan benda mati lainnya adalah fungsi waktu. Mereka semua mampu untuk move-on, berubah dan berkembang dalam waktu yang relatif singkat.

Namun dalam dunia ini, sepertinya hanya cinta yang tidak bisa begitu. Cinta itu unik, seringkali tidak bisa move-on meskipun zaman sudah berganti. Lihat saja, 12 tahun itu bukanlah waktu sebentar, jika ada anak kelas 4 SD pada waktu itu, mungkin sekarang dia hampir menamatkan kuliahnya. Atau jika pada waktu itu Sampeyan kelas 3 SMA, tentu kalian saat ini sudah beranak dan tak langsing lagi. Saya yakin itu.

Cinta yang susah move-on kadang kala terlihat lucu, nggemesin bahkan penuh bebunga. Betapa tidak, jika kenangan percintaan saat remaja teringat kembali, dan si-sosok cinta itu sendiri ternyata menyimpan perasaan yang sama. Namun, bagaimana kalau kondisinya berbeda. Anggap aja, si-Cinta kini sudah beranak lima dan si-Rangga sudah kawin tiga tentu akan bermasalah jika dua orang ini mengikuti perasaan cinta yang tak bisa move-on itu.

Jadi, cinta yang tidak move-on itu belum tentu baik dan indah. Harus ada batas toleransi. Maksudnya, kalau kamu si-Rangga (cowok) tega ninggalin si-Cinta (cewek) tanpa kabar ya jangan lama-lamalah. NgePHPin selama lebih dari satu dekade itu adalah salah satu bentuk kriminal terbesar dalam dunia percintaan. Tak termaafkan sekaligus kelewatan.

Begitu juga si-Cinta menunggu lama tanpa kepastian bukanlah bentuk penantian yang rasional. Tak beranjak dari romantisme masa lalu disaat orang lain sudah membangun istana besar bernama keluarga adalah bagian dari kebodohan yang tak habis pikir. Memang sah berbuat demikian, tapi buat apa?

Jadi, cinta itu mesti tumbuh. Rasional dan menatap kedepan. Tidak melulu terjebak sejarah dan lalu menyesal tak berkesudahan.

Kok jadi serius begini ya… apa gara-gara ditinggal kawin s-Cinta yang sudah beranak satu itu ya…  hehe. Yo uwis lah, aku rapopo

Tonton Filmnya Disini

Gambar Ilustrasi dari sini

Advertisements

2 thoughts on “Setelah 12 Tahun AADC Kembali #AADC2014

  1. udah ada filmnya mas AADC 2, filmnya laris sampe lebih dari 3,5 juta penonton,
    aku dah kelar nonton, abis nonton ini jadi baper pengen ke Jogja lagi karena lokasi syuting
    sebagian besar di kota gudeg ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s