Buah Perkawinan si-Gelisah dan si-Determined

Rasa Resah Galau Sedih

Dulu waktu saya masih aktif di sebuah lembaga kampus, seringkali saya diminta untuk mengisi acara entah itu ospek, upgrading ataupun pelatihan-pelatihan lainnya.

Tak pernah saya bosan untuk menyampaikan satu hal dalam setiap moment saya menyampaikan materi. Satu hal itu adalah tentang rasa gelisah. Ya, bagi saya rasa gelisah mesti dimiliki oleh setiap orang, khususnya mahasiswa dan insan cendekia lainnya. Rasa gelisah itu muncul karena kita peka dan kita peka karena kita mampu mendengar dengan baik dan melihat dari berbagai titik. Gelisah muncul juga karena kita mempunyai titik pembanding, yaitu nilai-nilai ideal yang kita yakini akan kebenarannya.

Jadi apapun kita dan siapapun kita itu tidaklah penting, yang terpenting adalah seberapa kadar kegelisahan dalam diri kita. Semakin tinggi kadar gelisah, artinya kita semakin banyak mendengar dan melihat keadaan sekitar.

Lantas pada kondisi apa kita mesti gelisah? tentu setiap individu memiliki kegelisahan yang berbeda-beda. Tergantung nilai idealisme yang dominan pada diri mereka. Nilai ideal ini adalah bagian dari passion dan pola pikir. Yang mana tidak bisa muncul secara tiba-tiba. Perlu waktu untuk mentransformasi nilai ideal menjadi sebuah kegelisahan.

Namun, ada satu hal lagi yang penting. Manusia tidak cukup hidup dengan gelisah atau dengan kata lain kehidupan tak akan pernah berjalan jika makhluk yang mendiaminya hanya sekedar gelisah. Perlu sebuah persamaan universal yang mengubah rasa gelisah menjadi sebuah tindakan nyata dan menyelesaikan masalah yang hingga akhirnya mengarahkan manusia menuju ke titik ideal yang diyakini.

Ya, persamaan universal itulah yang membantu Al Fatih, Edison, dan sederet orang-orang besar zaman dahulu dalam meraih titik-titik ideal. Persamaan itu bernama determined. Sebuah tekad juang yang tak pernah berhenti. Lihat saja berpakali pasukan Al Fatih mencoba meruntuhkan benteng Byzantine? atau berapa kali Edison mesti melakukan percobaan hingga akhirnya berhasil mengubah gelap malam menjadi terang-benderang?

Ya, memadukan antara kegelisahan dengan determinasi akan melahirkan generasi Sisyphus -manusia penyunggi batu yang terus diingat ‘kegilaannya’ hingga sekarang. Orang-orang gelisah mesti kokoh oleh apapun, tak kenal menyerah dan terus memupuk nilai ideal yang ada dalam dirinya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s