Beginilah Saya Mengenal Mas Denny Indrayana

DI by viva.co.id
DI by viva.co.id

Saya mengenal Mas Denny Indrayana jauh sebelum beliau terkenal seperti sekarang, sebelum ikut tenar tentang KPK, sebelum beliau menduduki posisi puncak dalam karirnya (wakil menteri) dan sebelum beliau bergelar professor hukum.

Ya, saya mengenal Mas Denny (begitu saya dan teman-teman biasa memanggilnya) mulai tahun 2006-2008. Panggilan Mas kepada beliau sebenarnya bentuk penghormatan dari kami dan sekaligus kerendahan hati beliau agar tidak ada sekat diantara kami meskipun waktu itu beliau sudah menjadi dosen tetap di FH UGM (dan juga Kordinator PUKAT pada saat itu) sedangkan saya sendiri waktu itu bukanlah apa-apa hanyalah mahasiswa biasa.

Meskipun saya bukan mahasiswa hukum melainkan mahasiswa teknik, namun saya banyak belajar tentang hukum dari beliau melalui berbagai diskusi yang diinisiasi oleh kami temen-temen Advokasi Kampus UGM. Beberapakali beliau kami undang dalam acara diskusi panel, seminar maupun sekedar diskusi lesehan. Diskusi lesehanpun kadang cuma ditemani oleh snack kiloan atau kalau pesertanya banyak kadang manggil segerobak angkringan, itupun sudah yang paling mewah.

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan ala kampus ndeso memang sangat terasa. Lebih-lebih saat itu, ketika kami sedang mengkritisi tentang beberapa kebijakan di kampus beliau tidak segan-segan membantu kami dengan pandangan hukumnya terhadap isu-isu yang sedang kami bahas.

Tak cukup hanya diskusi di kampus, kadang diskusi-diskusi kami berlanjut di kediaman pribadinya di daerah Sleman. Rumah yang terletak agak nyusep di pinggiran kota Sleman itu juga jauh dari kata mewah.

Ya, singkatnya pandangan saya pada beliau waktu itu adalah selain seorang yang anti korupsi, beliau orangnya supel, sederhana dan mudah untuk dihubungi. Tentang mudah dihubungi ini saya punya pengalaman tersendiri, bahkan sampai sekarang saya masih menyimpan nomor ponselnya (entah masih aktif apa tidak, sudah lama saya tak berkomunikasi).

Maka ketika saya mendapat kabar dari tanah air, kalau Mas Denny ditetapkan sebagai tersangka kasus Payment Gateway tentu saya setengah tidak percaya. Bagaimana mungkin, seorang yang saya kenal begitu bencinya pada korupsi bisa terperangkap pada apa yang menjadi sumber kebenciannya. Kalo kata orang Jogja, ‘Mosok je, Mas Denny ngono…’

Tak banyak komentar tentang apa yang sebenarnya terjadi pada Mas Denny. Semoga saja Polri memang bekerja dengan sungguh-sungguh. Bukan atas rasa dendam karena Mas Denny ikut dalam barisan mendukung KPK akhir-akhir ini.

Untuk Mas Denny dan para penegak hukum di tanah air, saya teringat sebuah hadist yang diriwayatkan dari Buraida r.a:

“Rasulullah SAW telah bersabda: Hakim itu ada tiga macam , yaitu dua orang berada (akan menjadi penghuni) Neraka dan seorang lagi berada di Surga. Seorang hakim yang mengetahui kebenaran, kemudian ia menetapkan hukuman berdasarkan kebenaran tersebut maka dia berada di Surga, Seorang hakim yang mengetahui kebenaran, tetapi tidak menetapkan hukuman berdasarkan kebenaran tersebut dan menyimpan dari kebenaran di dalam menetapkan hukum maka dia berada di Neraka, dan seorang hakim yang tidak mengerti kebenaran (bodoh) kemudian menetapkan hukuman berdasarkan ketidaktahuannya itu maka ia berada di neraka

Ya, karena dalam Alquran, para penguasa dan semua aparat penegak hukum (polri, KPK, jaksa, para menteri dan seterusnya) adalah hakim. Maka, semoga salah satu dari kalian yang saat ini sedang meributkan tentang hukum berada pada golongan pertama.

Salam hangat di awal musim semi.

Tulisan ini sempat menjadi Trending Article di Kompasiana dan bertahan kurang lebih 10 jam.

Advertisements

3 thoughts on “Beginilah Saya Mengenal Mas Denny Indrayana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s