Cara Sehat Menikmati Teh Tanpa Gula

Sebagai orang Jawa, doktrin nas-gi-tel memang susah untuk dihapus. Ya, bagi mereka menikmati secangkir teh itu pokoke kudu Nas (panas), Gi (legi -manis), dan Tel (kenthel -pekat). Sehingga, rumus pakem ini jika tidak diterapkan dalam secangkir teh rasanya ada yang kurang. Untungnya orang Jawa jaman sekarang sudah bisa menerima cangkir berbahan keramik atau glass. Coba seandainya, mereka masih kolot dengan cangkir gembreng seperti jaman dulu, cangkir vintage berbahan logam dengan motif hijau-putih belang itu tentu akan menyusahkan mereka sendiri. Lha wong, cangkir model itu sekarang sudah sangat langka kalaupun ada mungkin harganya mahal.

Cangkir

Nah, saya sendiri sebagai peminum teh berat yang kebetulan orang Jawa tentu saja tak bisa lepas dari doktrin nasgitel. Intensitas minum teh saya akan naik jika saya sedang sibuk-sibuknya. Teh itu semacam menjadi stimulan penambah semangat, perangsang ide-ide baru, dan sekaligus menjaga ritme tubuh agar tetap sehat.

Namun masalahnya adalah di saat candu bernama teh nasgitel ini disajikan dalam porsi yang banyak tiap harinya tentu akan menimbulkan effect negatif terhadap tubuh, terutama berkaitan dengan pergulaan. Bukan karena harga gula (impor) yang makin mahal di jaman Jokowi, bukan, toh saya sendiri juga ndak merasakannya, tapi tentang kadar gula yang biasanya berakibat pada resiko diabetes.

Sehingga dalam rangka meminimalisir ketergantungan terhadap gula (impor) petani tebu mesti dipelihara oleh negara dan resiko terkena diabetes akhirnya saya mencoba-coba improvisasi dalam hal penyajian teh yang sehat dan masih tetap nikmat.

Di Turki, teh favorit saya adalah teh hijau melati (Yasminli Yesil Cay) kemasan Tuqba. Ada tiga cara penyajian yang nikmat non-gula, pertama adalah teh pahit panas, cara ini memang sudah biasa banget. Menyajikan teh hanya dengan membuang unsur gula. Sensasi dan rasanya Anda sudah tau sendiri, jadi ndak perlu saya terangkan panjang lebar.

Cara kedua dengan membuat cem-ceman teh. Ya, tak hanya jomblo labil yang punya istilah cem-ceman (baca: gadis pujaan yang dibiarkan begitu saja soalnya ngga berani nembung). Nah, cara membuat cem-ceman teh ini, sama dengan ketika kita membuat kenthelan teh seperti biasanya. Hanya saja, air yang saya gunakan adalah air dingin dan teh yang diperlukan hanya secukupnya saja (agar tidak terlalu pekat), kemudian cem-ceman ini saya masukkan ke kulkas dan dibiarkan paling tidak selama 5 jam. Hasilnya, segar banget. Tidak seperti minum air dingin, namun ada sensasi dari teh hijau yang samar-samar yang memberikan efek sedikit pahit dan manis secara bersamaan.

Cara terkahir adalah dengan membuat infused water, prinsipnya sama dengan saat kita membuat minuman yang lagi nge-trend ini, yaitu dengan menambahkan sedikit teh hijau kedalam infused water (buah bisa apa saja, kalau favorit saya buah kiwi atau jeruk). Nah, kalau yang satu ini memang lebih komplit. Selain segar, vitamin dari buah yang dibiarkan selama berjam-jam itu juga larut ke dalam air. Dan tentu saja, dijamin sehat. Karena para ahli bilang, mengambil manfaat buah dari cara infused water itu lebih dianjurkan ketimbang memakannya secara langsung, alasannya untuk mengurangi kandungan gula yang terdapat didalam buat itu sendiri.
greentea

Jadi, sudahkah Anda minum yakult teh hari ini?

Advertisements

18 thoughts on “Cara Sehat Menikmati Teh Tanpa Gula

  1. Saya kok ya kurang cocok minum infused water, Mas, soalnya dulu pernah coba, setelahnya langsung diare-diare :haha. Jadi agaknya saya masih tetap dengan teh yang biasa saja, meski umumnya teh yang saya suka tidak yang kental. Mungkin kadar gulanya saja yang dikurangi *ingat risiko diabetes :haha*. Tapi memang, dibanding kopi, saya lebih suka teh!

  2. Biasanya kalau minum teh pake madu dan lemon. Jadi lemon tea hehehe. Kalau ortu lebih suka bikin teh susu dan susunya pake susu kedelai. Kalau teh nya gak ada yang di suka2 banget, dirumah nyetok 3 jenis teh jadi kalau ngeteh ya suka-suka aja ngambilnya yang mana.

  3. teh+madu paling teope buat saya dan si kakak mas :-), habis panas2an di luar rumah, bikin teh anget, ditambahin madu 1sdm waahhhh…… heaven deh pokoknya 🙂 makanya dirumah pasokan teh plus madu gak pernah habis hehehehe….

  4. Wah, patut dicoba ini. Apalagi yang teh cem-ceman kayaknya patut dicoba. Soalnya saya sampai sekarang gak bisa minum teh tanpa gula haha padahal udah tau gula berlebih itu kurang baik bagi kesehatan

  5. Teh pekat itu enak banget, tapi aku bukan penikmat teh pake gula sih wkwk. Berarti aku beneran bukan orang jawa, karena kurang suka manis (?)
    Kalo aku pernah nyoba apa ya… Teh Putih atau apa deh, yang jadinya bening gitu kayak air mineral. Kalo yang kyk gitu aku kurang suka, karena rasa tehnya kurang kerasa wkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s