Grateful for The Miracle

8409-ea_miracles_happen when god steps in design

Ilustrasi dari sini salemwebnetwork.com

Sadar apa tidak, bahwa hidup itu penuh keajaiban. Dari yang sederhana, sampai yang tidak bisa kita bayangkan atau disangka-sangka.

Contohnya, saat dompet benar-benar kosong melompong, tiba-tiba saja nemu duit di dalam jaket yang mana jaket itu sudah lama tak terpakai dan kita sendiri sudah lupa kalau pernah naruh duit di sana. Itu Miracle. Atau juga, di saat besok mau ujian sedang kita belum siap, tiba-tiba dosen menunda waktu ujian. Itu juga Miracle.

Sudah dua minggu ini, tidur saya tidak pernah khusyuk *halah*. Ya, betapa tidak. Akhir-akhir ini baru bisa tidur setelah jam 2 pagi, kadang kalo lagi semangat lembur bisa saya terusin sampai ba’da shubuh. Belum lagi selera makan yang tidak karu-karuan, sebenarnya sih perut butuh diisi tapi nafsu di mulut malah berbanding terbalik, untung masih doyan minum susu tawar kadang-kadang di ganti nyeruput Ayran (Yogurt khas Turki) sebagai asupan gizi.

Kalau biasanya pikiran saya itu ‘liar’ dengan semacam ide dan gagasan, tapi minggu-minggu ini, pikiran saya lagi dirasuki oleh setan bernama coding dan saudaranya bernama deadline. Coding, deadline, coding, deadline begitu seterusnya. Bahkan sudah tak aneh kalau sampai impen-impenan -aktivitas seharian yang terbawa mimpi.

Dan, hari ini, yang artinya minggu dimana deadline akan tiba, datanglah miracle. Saat lagi duduk-duduk manis di kantin, kawan lab saya datang membawa kabar gembira. Cerah wajahnya, dan lebar senyuman di bibirnya mengatakan bahwa dia siap diboyong ke Endonezya kalau institut baru saja mengundur deadline pengumpulan draft riset sampai 26 Juni.

Alhamdulillah. Allah lagi-lagi memberikan pertolongannya dari arah yang tidak disangka-sangka. Keajaiban Allah hari ini, memberi peluang bagi saya untuk menyelesaikan draft dengan baik tanpa harus grusa-gurusu dikejar deadline dan juga masih bisa menyerap pesona keindahan Anatolia Timur tempat dimana Nabi Ibrahim dibakar, gunung Raja Namrud, kota batu Kapadokya dan lain-lain yang selama ini belum sempat saya kunjungi.

Ya, awalnya saya sudah sangat pasrah, demi mengejar deadline rencana solo travelling akhir pekan ini ke bagian sisi timur Turki itu serta tiket yang sudah terlanjur terbeli bakal terbuang begitu saja. Namun, sebuah miracle berkata lain. Allohum, çok şukur ben.

Jadi teringat kata Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya tentang surat At-Thalaq 2-3.

“Yaitu barang siapa yang bertakwa kepada Allah dalam segala yang diperintahkan dan menjauhi apa saja yang Dia larang maka Allah akan memberikan jalan keluar dalam setiap urusannya, dan Dia akan memberikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka, yakni dari jalan yang tidak pernah terlintas sama sekali sebelumnya.”

Semoga kita tetap dijaga sebagai insan yang beriman sekaligus bertakwa dalam setiap kondisi kita, maka (insha Allah) kejaiban (pertolongan) mengakrabi diri kita.

Advertisements

14 thoughts on “Grateful for The Miracle

  1. Miracle banget Mas :hehe. Ditunggu cerita jalan-jalannya :)). Saya yakin di perjalanan itu akan ada banyak cerita yang bisa dibagi :hehe.
    Semoga draft risetnya juga bisa selesai dengan baik dan mendapat hasil yang terbaik juga :amin. Sepulang jalan, otak tentunya bisa lebih fresh dan semangat untuk melanjutkan pekerjaan :hehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s