6 Channel Favorit Buat Para Youtubers

channel

Bagi sebagian musisi, Youtube dianggap sebagai ancaman. Bahkan salah satu dari mereka pernah mengatakan begini:

“Musuh terbesar orang yang berkarya adalah Youtube. Orang mengupload karya orang dengan bebas. Kalo kita tidak menghargai karya anak bangsa, maka kreativitas akan hilang,”

Itu perkataan seorang Giring, vokalis dari band Nidji, belum lama ini. Ya, yang dimaksud sebagai musuh oleh Giring tentu sebenarnya bukan si-Youtube itu sendiri. Karena bagaimanapun situs berbagi video milik Google itu ‘hanya’ sebatas media atau alat. Sedang, kalaupun ada aksi pembajakan, penyebaran karya tanpa permisi dan sebagainya, tentu itu salah si manusianya, bukan si-Yutub yang hanya sebagai alat.

Nah, bagi saya sendiri. Sebagai seorang yang mencoba mengurangi konektivitas ke jejaring sosial, salah satunya dengan menghapus akun FB (sudah berjalan hampir setahun) tetap saja ‘ketergantungan’ saya dengan si-Yutub sepertinya tidak bisa diputus begitu saja. Karena bagi saya, Youtube itu seperti segelas air dingin di siang bolong nan terik, pengobat dikala sakit mendera, dan seperti penghibur dikala lara. *halah*

Tapi, beneran kok. Ada banyak channel di Youtube yang tidak sekedar menghibur, tapi juga memberikan ilmu bahkan memberikan semacam tutorial secara gratis. Beberapa teman memanfaatkan Yutub sebagai pengganti guru les, karena saking banyaknya pembahasan, tips dan semacamnya dari lintas bidang ilmu yang disajikan secara virtual dan menarik.

Berikut, beberapa channel yang menurut saya sangat ‘berguna’, most playing, dan very recommended.

1. Yufid.Tv ~ Channel Pengajian & Ceramah Islam. Sangat berguna bagi orang macam saya yang sangat awam tentang ilmu-ilmu agama. Bagaimana tidak, hampir 20 tahun sekolah ilmu yang dipelajari cenderung ilmu-ilmu alam yang cenderung sekuler. Kehausan akan ilmu agama dan ditambah lokasi dan waktu yang tidak memungkinkan, maka situs video ceramah model begini memang sangat berguna bagi kita yang lagi berada di overseas.

2. Channel-channel Net.Tv: Mulai dari Tetangga Masa Gitu, The East, dan Netmediatama. Kalau channel ini hampir murni hiburan, lagian itu saya sangat suka dengan cerita atau video yang dikemas singkat, lucu, dan banyak pelajaran. Dan mungkin boleh saya katakan, saya pikir satu-satunya televisi yang (mungkin) nanti sekembalinya ke Indonesia yang ‘layak’ akan saya tonton adalah Net.Tv. Itupun, kalau di kampung saya ada channel hehe.

3. Adhitya Sofyan dan The Mostly Strings. Kalau dua ini, khusus channel musik. Saya tahu Adhitya Sofyan secara tidak sengaja. Beberapa gubahan lagunya sangat ‘mengena’, saya juga pernah membahasnya di sini. Sedangkan, TheMostlyStrings ini semacam channel arsip khusus untuk lagu-lagu yang dominan dengan petikan gitar. Sebagian besar adalah lagu-lagu berbahasa inggris, baik yang sudah sangat terkenal maupun masih asing di telinga. Namun, hampir semuanya sangat easy listening, keren dan cocok untuk menemani berkosentrasi. Ya mau gimana lagi, selain tipe visual, saya itu tipe orang pendengar, sangat sensitif jika ada ‘suara-suara’ yang tidak pada mestinya.

Dan masih banyak lagi. Kalau kalian?

Advertisements

6 thoughts on “6 Channel Favorit Buat Para Youtubers

  1. Setuju, kalau mau protes, jangan salahkan mediumnya, tapi salahkan orang yang berniat dan melakukan hal itu. Ibarat kata, kalau kebakaran, jangan salahkan rokoknya, tapi salahkan orang yang merokok di sembarang tempat :hehe.
    Saya juga suka menonton You*Tube untuk tutorial atau video-video klip :hehe. Memang pembajakan di sana masih intens, tapi seiring waktu, pasti pihak You*Tube punya cara untuk meminimalkan hal ini :hehe.

    • Ohya, istilah pembajakan atas karya seseorang itu hanya muncul pada jaman post-modern sekarang ini, era setelah segala sesuatu dihitung secara kapital. Beda dengan jaman-jaman dahulu, pembajakan hanya sebatas hubungan antara kerbau-bajak-sawah. 😀

  2. Selain youtube, tukang bajak lagu di mall2 juga jadi salah satu musuhnya. Tapi yang menarik, mereka sekarang mulai menolak menjual DVD lagu dan film Indonesia. Revolusi mental katanya, tapi kalau lagu barat gak direvolusi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s