Tentang Memilih Pasangan

Tadi waktu di lab, selepas Jum’atan dan lalu kembali terpaku dengan layar laptop. Seperti biasa, saya pasang earphones dan putar channel Yutub. Nah, berhubung tadi pas Jum’atan tidak terlalu khusyuk menyimak isi ceramah, ya selain berbahasa Turki, tadi pikiran sempat melayang kemana-mana :D. Maka dari itu, channel ceramah menjadi pilihannya. Saya klik salah satu ceramah Ustadz Dr. Khalid Basalamah, Lc.

Judul video Yutub itu sebenarnya tentang Dosa-Dosa Besar, berbicara tentang adab menggauli isteri (hubungan jima’ suami-isteri), tapi di tulisan ini saya tidak akan membahas tentang itu. Jika penasaran, silahkan di buka sendiri link tersebut.

Diawal intro video tersebut ada banyak hal menarik kaitannya dengan pernikahan dan memilih pasangan. Salah satunya adalah beliau mengatakan:

“Keluarga laki-laki menurunkan fisik dan penampilan, sedangkan pihak perempuan akan menurunkan sifat dan karakter”

Dalam pernikahan, lahirnya keturunan adalah salah satu tujuan, tentu saja selain bertujuan ibadah maupun kebutuhan biologis. Namun, sadar apa tidak. Seringkali kita mendapati, keturunan atau anak dari suatu pasangan mempunyai fisik maupun sifat yang jauh berbeda dengan kedua orang tuanya. Ada anak dari Ibu dokter, ayah ustadz tapi anaknya jadi preman. Ada yang orang tuanya biasa-biasa saja, tapi anaknya jadi professor dan seterusnya dan seterusnya.

Apa rahasianya hal ini bisa terjadi?

Ya, saat kita memilih pasangan. Tidaklah cukup bagi kita berhenti pada sang calon saja, perlu sebuah investigasi mendalam tentang keluarga sang calon, paling tidak sampai kedua orang tuanya. Karena, kelak di saat kita menikah, keturunan kita boleh jadi tidak terlalu mewarisi sifat ataupun secara fisik. Malahan justru, sifat dan fisik kakek-neneknyalah yang lebih dominan.

Persis seperti yang disampaikan sang Ustadz yang kemudian saya bandingkan dengan keluarga saya termasuk keponakan ataupun sepupu.

Secara fisik, saya lebih dominan mengikuti keluarga Bapak yang mempunyai postur relatif tinggi, dan tentu saja ganteng *halah. Sedangkan sifat, lebih dominan ke keluarga Ibuk yang relatif lebih ramah kepada orang, tidak suka banyak ngomong, loyal dan ulet. Secara profesipun demikian, Mas-mas saya juga mirip-mirip dengan keluarga Ibuk yang kebanyakan dari mereka adalah pengawai atau profesional (non-pengusaha). Kakak pertama dan ketiga menjadi guru, sedangkan kakak kedua dan saya sendiri lebih cenderung ke bidang profesional (engineer). Ada keinginan menjadi pengusaha sebenarnya, tapi sampai sekarang belum ada progress yang signifikan. Mas-mas saya juga beberapa kali sempat ‘nyambi’ bisnis tapi tidak pernah sustain.

Hal ini, sangat berbeda jika melihat keluarga Bapak, yang mayoritas dari mereka (termasuk Bapak) adalah pedagang atau memiliki usaha sendiri.

Jadi, benarlah apa yang dikatakan sang Ustadz.

Jadi, buat kalian yang dalam waktu dekat akan melangsungkan pernikahan. Bentar, mengapa istilahnya ‘melangsungkan pernikahan’? karena dalam menikah tidak mengenal siaran tunda *oposih.

Oleh karena lahirnya keturunan adalah salah satu tujuan penting dari pernikahan, maka investigasi pra-nikah (bukan pacaran) yang komprehensip tidak sebatas pada sang calon yang kita incar saja, melainkan juga tentang seluk-beluk keluarganya. Karena bagaimanapun, kita menikah bukan hanya berdua saja. Namun, menyatukan dua keluarga yang berbeda. Selain itu, perlu juga selidiki dengan siapa sang calon itu biasa bergaul, teman-temannya dan seterusnya. Tentu pada kadar yang sepantasnya, tidak perlu kepo keterlaluan. Kalau semunya sudah oke, langsung tembak! tidak peduli siapa yang memulai duluan, baik kamu laki-laki maupun perempuan. Karena, menikah tak pernah mengenal siaran tunda.

Jangan pernah menunggu. Karena menunggu orang yang sedang menunggu itu, bak berharap kehangatan dengan memeluk bola salju.

Itu. Selamat hari Jumat, selamat berbuka bagi yang di indonesia *eh telat, saya disini masih 4 jam lagi ^_^

Advertisements

15 thoughts on “Tentang Memilih Pasangan

  1. Eh iya, sesuatu yang baik memang tidak baik ditunda-tunda… kan katanya kesempatan tidak datang dua kali ya Mas, jadi begitu tahu ada kesempatan, baik langsung digunakan saja :hehe. Lagi pula, bahagia untuk sesuatu yang baik kan mesti selama mungkin ya, dan hal itu baru bisa dicapai kalau awalnya dipercepat :)).

  2. Baru 2 minggu kemarin ikut langsung kajiannya Ustadz Khalid tentang manajemen RT Islami..
    Dapet ini juga, “Keluarga laki-laki menurunkan fisik dan penampilan, sedangkan pihak perempuan akan menurunkan sifat dan karakter”. ehehehe…

    Dan, jadi inget kalo ada janji nulis note buat temen tentang kajian ini >.<

      • Di solo Mas…di yogya ada juga kemarin. Tapi pas lagi di rumah, jadi lebih deket ke solo..ehehe
        Nah itu, mau nulisnya yg blm sempet..kalo nulis serius butuh waktu lama..lg agak riweuh soale..kpn2 kalo selo insya allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s