Aku dan Kembaranku

obama

Mana yang aseli Obama mana yang KW? gambar dari destiniplestari.wordpress.com

Sebuah mitos mengatakan, bahwa setiap orang dikatakan memiliki kembaran. Disebutkan, paling tidak masing-masing kita memiliki 7 kembaran di dunia ini. Selengkapnya tentang mitos tersebut bisa di baca di sini. Contoh-contoh orang yang dikatakan mirip pun banyak, dari Presiden Obama sampai Ronaldinho.

Dalam kitab paling shahih di dunia, yang kebenarannya tidak terbantahkan lagi juga mengatakan hal demikian. Meskipun, kembaran yang dimaksud tidak dalam bentuk manusia, melainkan jin dan atau malaikat. Makhluk itu bernama Qarin.

“Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.” (Az Zukhruf 43:36)

Melengkapi ayat tersebut, Rosulullah juga pernah menerangkannya melalui sebuah hadist.

“Setiap kamu ada qarin daripada bangsa jin, dan juga qarin daripada bangsa malaikat.” (HR. Imam Ahmad dan Muslim)

Jadi, menurut nash-nash di atas jelas bahwa kita mempunyai kembaran, yang mana kembaran itu senantiasa mendampingi kita dari bayi sampai kita meninggal dunia. Jadi wajar, jika Qarin mengetahui seluk beluk tentang kita.

Pernah kah Anda mendengar ada orang tua yang melihat anaknya kembali ke rumah, padahal anaknya baru saja di kuburkan? atau tivi-tivi alay kita biasa menyebutnya arwah gentayangan?. Saya yakin, pernah. Kalo belum pernah mendengar kisah atau istilah arwah gentayangan artinya Anda adalah makhluk mars. 🙂

Sepengetahuan saya, tidak ada itu namanya arwah atau ruh yang bergentayangan. Arwah atau ruh yang sudah di cabut dari badan seseorang, tempatnya bukan lagi di alam dunia namun di alam kubur, dan akan terus disana sampai dibangkitkan kembali pada hari kiamat kelak. Jadi, kalau ada orang yang mengaku-aku melihat arwah orang yang sudah meninggal itu artinya ia sedang ‘lelah’. Iya, lelah karena iman turun karena terlilit oleh kesedihan (ditinggal orang yang disayangi) ataupun sebab-sebab lain. Lalu, siapa tersangkanya (si arwah gentayangan), kemungkinan besar adalah Qarin. Karena, dia lihai meniru kita (wong kembaran) dan apalagi dia yang selama ini mendampingi kita.

Baiklah, yang diatas itu hanya pengantar saja. Untuk lebih jelasnya silahkan cari sumber-sumber yang lebih detail dan akurat. Di tulisan ini saya hanya ingin memperkenalkan beberapa kembaran saya atau orang-orang yang disangka mirip dengan saya.

***

Pertama, namanya dr. Rosyid. Orang-orang biasa memanggilnya Pak Rosyid. Beliau ini, adalah orang yang pada akhirnya meruntuhkan masa kejayaan dr. Djarot yang pernah saya sebut dalam tulisan ini. Beliau mengawali karirnya dari sebuah rumah klinik kecil, kemudian ramai-ramai hingga kini menjelma menjadi rumah sakit terbesar ke dua (dalam segi fasilitas dan area) di Wonogiri. Nah, rumah sakit ini terletak di dusun kami, yang letaknya di timur jauh Wonogiri kota.

Pak Rosyid ini, selain dokter juga ngustadz. Meskipun saya belum pernah mengikuti kajiannya. Karena dua hal itu, sosok Pak Rosyid cukup terkenal hampir semua orang di kecamatan Slogohimo, lebih-lebih para warga di dusun kami. Karena, banyak warga di dusun kami yang pada akhirnya bekerja di RS tersebut.

Suatu ketika, saya diminta Ibuk saya untuk mengantarnya ke pasar. Kalau Ibuk belanja cepat biasanya saya tunggu di parkiran, kalau lama biasanya saya tinggal balik ke rumah dulu, kalau udah selesai baru saya jemput lagi. Kebetulan rumah kami, juga tidak terlalu jauh kurang lebih hanya 1 km. Nah, pada hari itu setelah parkir saya nginthili (mengikuti) Ibuk kedalam pasar.

“Mau lihat-lihat saja, sudah lama ngga ke dalam pasar” jawab saya. Ibuk saya sumringah karena bakal ada orang yang membantu bawain barang belanjaanya selagi beliau negosiasi harga cabe, yang biasanya berjalan cukup alot.

Pasar Slogohimo adalah pasar yang cukup ramai dan besar untuk sekelas pasar kota kecamatan. Hari itu, memang bukan hari pasaran jadi gang-gang di dalam tidak sampai berjubel. Sebelum memasuki area pasar, kami melewati gerbang yang diatas gerbang itu terdapat ruang kantor kepala pasar. Nah, di sepanjang lorong gerbang ini banyak sekali penjaja jajanan pasar. Dari klepon, kripik sampai pecel.

Saat saya baru memasuki gerbang, ibu-ibu penjual jajanan itu saling berbisik. Lalu masing-masing dari mereka menyapa dan tersenyum lebar ke saya.

Tindak peken pak…?” ~pergi kepasar pak?

Belonjo menopo pak…?”~belanja apa pak?

Saya balas dengan senyuman, seneng banget setelah sekian lama tidak ke pasar, tapi langsung disapa ramah. Apalagi, pakai sapaan ‘pak-pek’ segala.

Setelah melewati lorong dengan ibu-ibu yang super ramah itu, Ibuk mengajak saya ke lapak penjual tahu. Kebetulan, si penjualnya ini tetangga kami sendiri.

“Eh… Pak Rosyid, piambaan pak…?” sapa Yu Jani, tetangga saya itu dengan ramah.

Mboten yu, meniko kalih simbok” jawab saya, sambil menunjuk Ibuk saya.

Oalah, Mas Slamet tho… tak kiro pak Rosyid je”

Ya, Yu Jani sempat salah kira kalo saya itu pak Rosyid.

“Mirip tenan kowe Mas…”

Drama seperti di pasar itu kembali terjadi. Kali ini terjadi, di Ramadhan sebelum ini pas saya pulang ke Indonesia untuk liburan summer. Seperti waktu kuliah di Jogja dulu, saya biasanya dapat jatah kultum tarawih di salah satu masjid di desa saya.

Berbeda dengan di Jogja, kalo di Jogja sebelum khatib naik mimbar, biasanya ada pengumuman siapa yang bakal menjadi penceramah termasuk temanya apa, nah di masjid itu tidak ada pengumuman seperti itu.

Selepas shalat ba’diyah Isya, saya kemudian naik mimbar. Kemudian saya mengucap salam, jamaahpun membalas seperti biasa. Setelah itu, di shaf bagian belakang, tempat jamaah putri berada justru suasana menjadi riuh-redam. Sambil sesekali dari mereka mengintip, dari sela-sela jendela atau daun pintu.

Setelah, kultum selesai dan dilanjutkan tarawih dan witir. Akhirnya, saya mendapatkan jawaban mengapa jamaah putri seperti ribut sendiri, saat saya kultum tadi. Sebab ternyata, mereka tengah bergosip dan berdebat apakah yang kultum tadi saya atau pak Rosyid.

Setelah kejadian itu, hal yang sama juga pernah terjadi di RS milik pak Rosyid itu sendiri. Saya ke rumah sakit itu, untuk menjenguk tetangga yang sedang rawat inap. Sesampainya di halaman RS, kemudian saya mencari lahan parkir. Baru mau turun dari motor, saya di sapa ramah oleh pemuda seumuran saya. Wajahnya tidak asing.

“Pak, parkirnya di sana aja ” sambil menunjuk tempat parkir khusus.

“Ngga papa, disini aja hehe” jawab saya, sambil tertawa.

Mendengar, jawaban itu. Si pemuda tadi baru sadar kalau saya teman mainnya masa kecil dulu, bukan pak Rosyid. Namanya Ari. Sebelum bekerja di RS itu, Ari bertahun-tahun bekerja di luar kota. Jadi kami, sangat jarang sekali ketemu ditambah lagi saya juga jarang di rumah.

“Emangnya, pak Rosyid mirip banget sama aku po?” tanya saya padanya. Memang, sejak RS itu berdiri di dusun kami, saya belum pernah ketemu pak Rosyid untuk keperluan berobat, dan semoga aja tidak akan pernah.

“Iyo met, Pak Rosyid sama kamu itu, podo plek. Sama-sama pakai kacamata, berjenggot tipis dan rambutnya juga belah samping. Pokoke persis banget. Wis koyo kakang-adi lah….” jelas Ari panjang lebar.

***

Cerita bersambung ke bagian dua. Salah satunya tentang seorang artis terkenal, yang mencoba mati-matian meniru wajah saya. 😀

Siapa dia?

Clue tambahan: dia seorang penyanyi, clue yang lain ada di dalam artikel di atas.

[Quiz] Bagi yang bisa menebak dengan tepat, siapa artis tersebut. Saya akan bawakan oleh-oleh khas Turki. Untuk pengiriman hadiahnya, kemungkinan paling cepat bulan Agustus. Jawaban, langsung ditulis di kolom komentar. Selamat Menebak!

Advertisements

20 thoughts on “Aku dan Kembaranku

  1. Tuhkan beneer. Dulu ada tetangga yg anaknya habis meninggal terus besoknya katanya ‘didatengin’ pdahal perasaan kalo orang meninggal ga ada urusan sm dunia. Ternyata beneran jin dan ini baru tau QS-nya. 😀

    Sapa sih? Adi bing slamet? Hahaaa. XD nggatauu, jarang lhat tv sih . .

  2. Waktu ngebaca ” selagi beliau negosiasi harga cabe, yang biasanya berjalan cukup alot” bikin saya tertawa, perempuan di mana pun sama. Ibu saya pun seperti itu … Hehehe

  3. Hmmmm ini gw ngebet banget mau dpt oleh2 dari Turki nih jadi mau ikutan kuis. tapi masih bingung mirip siapa ya. Katanya penyanyi ya? Musiknya aliran apa? Kalo dangdut aku gak terlalu up to date loh mas. hihihihi Kalo liat foto mas e kayak siapa yaaa.. *masih mikir*.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s