Aku dan Kembaranku [2]

Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan sebelumnya Aku dan Kembaranku. Untuk siapa pemenang dari quiz kemarin lihat di akhir artikel.

***

Tak hanya di kampung, kejadian salah orang juga pernah terjadi waktu di Jogja.

Sore itu, saya sedang duduk-duduk di pelataran masjid kampus Al-Mujahidin UNY. Persis seperti waktu Ramadhan seperti ini, masjid kampus ini memang salah satu masjid yang recommended untuk itikaf baik untuk jamaah laki-laki maupun perempuan. Selain tempatnya representatif, program itikafnya juga biasanya bagus-bagus. Nah, di saat duduk-duduk sambil melihat lalu lalang kendaraan yang melintas di depan masjid tersebut, saya dikagetkan oleh sapaan lembut dari arah samping.

“Assalamu’alaykum….”

“Wa’alaykumsalam….” saya menoleh, lalu menjawabnya sambil tersenyum, ya dengan senyuman selebar dan se-elegan mungkin. Karena apa? karena yang memberi salam itu adalah dua bidadari akhwat berjilbab, yang entah datangnya dari mana. Yang tiba-tiba datang dan menyapa sok kenal. “Ini nyata… ini bukan mimpi” batin saya, sambil berusaha tetap tenang.

“Pak Kris ya? bagaimana kabar?” jreeng, ternyata mbak-mbak berkerudung itu salah kira.

“Oh, bukan mbak. Saya adiknya…” ya, Pak Kris yang mereka sangka tadi, adalah Kris kakak saya yang dulu pernah kuliah di kampus itu dan juga sering mengisi kajian ke-Islaman di masjid tersebut. Iya sih, kata orang-orang, kami berdua memang yang paling mirip di keluarga kami. Hanya saja, Mas Kris tidak berkacamata dan tidak seganteng saya *maksa*.

Sebelum kejadian itu, kejadian salah sangka orang juga pernah terjadi. Kali ini adalah teman saya di BEM dulu. Di medium tahun 2008, seingat saya. Saat lagi ramai-ramainya BBM naik di jaman pak SBY. Teman-teman BEM pun riuh menyambut isu tersebut. Hingga diputuskan untuk aksi besar-besaran, di bunderan UGM. Seperti biasa, sebelum aksi, sehari sebelumnya biasanya ada rapat teklap (teknis lapangan). Karena, termasuk isu yang besar maka BEM juga mengundang perwakilan BEM dari fakultas-fakultas. Nah, sebelum menuju tempat rapat saya berpapasan dengan seorang mahasiswi. Saya lihat, mahasiswi itu terkaget sebentar, lalu berujar setengah histeris.

“Afgan ya?…”

Tik… tok… tik…tok seakan waktu berjalan melambat. Terbesit dalam pikiran, antara pengin ngerjain atau berkata jujur.

“Siapa Mba?” sambil mengulur waktu.

“A.F.G.A.N ya?…” mbaknya mengulangi dengan sedikit penegasan.

“Bukan mba…. hehe” yah pupus sudah, harapan mahasiswi itu ketemu idolanya. Kemudian, kami berlalu.

Setelah sampai, di tempat rapat teklap. Ternyata saya ketemu lagi sama mbak mahasiswi yang menyapa tadi. Oalah ternyata dia perwakilan dari BEM Fakultas. Tepatnya Fakultas XXX, saya sensor. Selama rapat, mbaknya hanya diam saja, menunduk.

Padahal kalau menurut saya sendiri, saya dan Afgan itu beda banget. Kalian tau sendiri, Afgan itu orangnya ganteng, kalau saya cuma ganteng banget. *dilempar sendal* 🙂

Sejak kejadian itu, si-mbaknya terkadang memanggil saya dengan Afgan. Sambil guyonan. Haha ada-ada aja!

***

Jika cerita-cerita sebelumnya terjadi di Indonesia, kejadian yang sama juga pernah terjadi di Turki. Tepatnya sekitar 6 bulan yang lalu. Saat itu saya sedang berada di kantor rektorat kampus, kantor ini terletak dekat Departement Food Engineering, tempat salah satu teman saya kuliah.

Saat keluar gedung, ada orang Turki (OT) menyapa.

“Hey Bayu… gimana kabar? bla bla bla” OT memang begitu, apalagi yang cewek. Kalo ngomong tidak mengenal tanda titik dan koma.

Saya hanya tersenyum sambil sok sok menanggapi, menikmati orang salah sangka yang lama dan tidak kunjung sadar.

Setelah sekian lama, akhirnya saya merasa kasian.

“Maaf aku bukan Bayu… tapi temannya”

“Oha… maaf-maaf” ‘Oha’ adalah ekspresi OT kalau ia sedang terkejut atau surprised.

Asal anda tau, saya dan teman saya itu ngga ada mirip-miripnya sekali. Cuma sama-sama pakai kacamata. Mungkin dasar OT, yang matanya sering bermasalah. Karena sering menganggap orang Asia itu Japon (Jepang) dan atau Kore (Korea). Ndak peduli, ia dari Indonesia, Malaysia atau Thailand. Padahal perbedaanya jelas banget.

Nah, itulah daftar 4 orang yang disangka mirip dengan saya. Bukan salah saya yang mirip-miripin dengan wajah mereka, tapi salah Afgan yang mencoba meniru kegantengan saya. *halah*

Ini buktinya, coba sebut satu saja dari kami yang ada kemiripannya. Kalau kalian bisa menemukan, berarti emang salahnya Afgan!. Kalau tidak, berarti mata teman saya itu yang lagi bermasalah. Tolong abaikan rambut saya yang acak-acakan itu, maklum habis selesai ceburan di pantai. 🙂

aFGHAN3-horz

***

Dan…

Dia yang tebakannya benar adalah Mba Hilda 🙂

Selamat! bingkisan akan saya kirim paling cepat akhir bulan Agustus (berharap bisa lebih cepat), biaya pengiriman dan pajak hadiah ditanggung pemenang penyelenggara :D. Untuk alamat post-nya tolong diemailkan via parmantos[at]gmail[dot]com. Ditunggu emailnya dan terima kasih. 😀

Buat teman-teman yang lain, terima kasih sudah berpartisipasi. Semoga kita dimenangkan di bulan Ramadhan ini. Tetep sholih dan istiqamah!. Insya Allah!

Dengan ini saya dengan tulus mohon maaf jika selama ini telah membuang-buang waktu berharga teman-teman demi menyempatkan membaca tulisan-tulisan sederhana di blog ini. Dan bila ada tutur tulisan yang tidak berkenan mohon diikhlaskan. Kosong-kosong ya!

Best regards,

Slamet Parmanto & (belum) berkeluarga mengucapkan:

005

BtmDMyHCcAA2Lds

Advertisements

30 thoughts on “Aku dan Kembaranku [2]

  1. waaah banyak banget kembarannya maas? 😀
    whihi alhamdulillah, padahal kepikiran jawabannya karena Afghan berkacamata 😀
    email segera dikirim ya mas 🙂 makasih mas jadi terharu :’)
    oiya mohon maaf lahir batin ya mas O:)

  2. Asyik dong punya kembaran kayak Afghan. Walaupun bukan beneran, semoga ikut tertular suksesnya. Hehehe.
    Selamat Idul Fitri ya. Mohon maaf lahir batin.

  3. Waaah iya miriipp miriiipp 🙂 <—- komen gini biar dikasih souvenir dari Turki juga (siap ambil sendiri ke sana) buahahahaha.

    Met lebaran mas Slamet, cerita dong gimana serunya lebaran di Turki 🙂

    • Hahaha…. boleh2, saya siap guide gratis asal Om kesini sebelum September, soalnya bulan depan saya Insya Allah mudik, biasa fans-fans udah pada kangen. *minta dilempar angpau* 😀

      Oya, met lebaran juga Om, maaf lahir batin ya. Cerita lebaranya nanti dibuatin tulisan sendiri, hari-hari sibuk lg banyak undangan openhouse (baca: perbaikan gizi)

  4. Afgan? Haha

    Btw kakak dulu di bem, bagian sospol gitu ya? Wah sama dong kak dulu aku juga di sospol dan pernah ngurus pas konsol aksi yg kenaikan bbm 31 maret 2012. Tapi kalau yg 2008 aku mah belum ikut soalnya masih sma jd belum kenal dunia kampus hehe

    • Wkwkwk ada yang ngga terima kl Afgan mirip aku 😀

      Iya, kebetulan waktu itu pegang dept. Advokasi dan Propaganda. Hmm 2012 ya? aduh jadi berasa ‘tua’ hehe.
      Ternyata isu yg diangkat masih sama ya, tapi sejak 2010 justru aku sangat setuju kalau BBM naik, maklum base studyku ttg energi jadi sedikit2 paham tentang analisis kebijakan dibidang itu.
      Oya, kalau gerakan mahasiswa skrng gimna ya? menyikapi rezim ‘galau’ Mr. Jokowi?

      • Hehehe xp btw kalau aku kayaknya lebih muka pasaran deh dr kakak. Sampai sekarang udh ada 9 org kali yg dibilang mirip sama aku, dan bisa jadi nambah ._.

        Advo propaganda masuk ke kominfo gitu ya? Atau eksternal?
        Hmm sbenernya dulu itu pas 2012 yg diliat dr sisi korupsinya kak. Jdi besar subsidi itu masih jauh lebih kecil dibandingin kebocoran apbn yg entah kemana. Dan kalau di kampus sbelum aksi kan pasti ada kajian dulu kan, kalau di itb, kajian sama himpunan2. Dan memang kalau soal bbm, himpunan teknik minyak yg paling beda suaranya. Tapi pernah sih sekali kalau ga salah, aku lupa2 inget, bahkan temen2 dr minyak ini juga kontra sm rencana kenaikan bbm.

        Kalau skrg aku udh ga ngikutin lagi kak hehe udah pensiun, udah setahun ga brkecimpung. Terakhir yg masih sekedar tau sih tahun lalu, yg pas oktober itu, ambil momentual harkitnas, bemsi rencana aksi. Tapi ditunda. Dan memang skrg cenderung berkurang gerak vertikal yg turun ke jalan. Lebih pd milih diskusi, audiensi ke dpr sama banyak gerakan horizontal.

        *Oke ini komen terpanjang yg pernah kupost :”D

      • Hehe ada yang lbh banyak ternyata 😀
        Masuknya eksternal, tapi kalau menyangkut advokasi mahasiswa sendiri kita sering kordinasi dg menko internal.
        Pas aksi gabungan bemsi-organ ekstra di Istana (msh 2008) seingatku ITB ngga ikut ngirim massa, waktu itu presma ITB kl ngga salah cewek tp lupa siapa namanya.

  5. Senyum kamu lebih ceria dan sumringah deh dibanding Afgan hahhaa..Tapi emang kadang kita suka punya kecenderungan mengeneralisir klo suatu ras atau bangsa itu mirip semua, kejadiannya kyk temen kampusmu yang OT itu 😀 Klo Aku paling males di bilang ada yang mirip sama aku karena lbh seneng “Dare to be Different!” hehehe

  6. Pas baca yang part I jadi penasaran siapa sebenarnya kembaran Mas Parmanto. Nebak-nebak sendiri, dikira Ari Lasso eh tetibanya Afgan. Kacamatanya perlu diganti biar tambah sama mas.. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s