Rasa Kehilangan

Siapa yang tak sedih akan kehilangan. Saat orang yang kita sayangi, kasihi dan cintai menghilang dari kehidupan kita. Orang-orang yang sebelumnya hadir di tengah-tengah kita, membersamai kita dan bercanda bahagia selama ini, tiba-tiba pergi meninggalkan kita, sementara kita hanya diam menatap tanpa bisa mencegahnya.

Rasa kehilangan itu tidak hanya masalah entitas fisik. Tak hanya masalah ada tidaknya wujud fisik bernama manusia atau barang yang paling kita cintai. Lebih dari itu, ini tentang kehilangan akan momen. Yaitu, momentum atas keberadaan, perasaan memiliki dan rasa akan kasih sayang kita kepada mereka. Karena, banyak kasus orang tidak merasa kehilangan, padahal kalau mereka mau menyadari sesungguhnya mereka sedang kehilangan. Mengapa demikian? karena mereka (saat masih ada entitas wujud) tidak merasakan hadirnya momentum, momentum untuk memiliki dan ataupun mencintai.

Sehingga, sesungguhnya rasa kehilangan adalah wujud atas rasa kehilangan kita terhadap momentum. Dan momentum ini, dalam Fisika klasik erat kaitannya dengan waktu. Semakin dalam rasa kehilangan seseorang, sesungguhnya ia semakin tidak rela hilangnya kesempatan bersama waktu-waktu terindah yang ia miliki sebelumnya.

Dan orang yang paling sedih di penghujung Ramadhan ini adalah mereka yang paling merasakan akan nikmatnya waktu (bulan Ramadhan) yang suci ini. Mereka yang menyibukkan diri mereka dengan amalan-amalan dan yang paling sedikit dengan kesia-siaan. Mereka yang menjadikan siangnya sebagai refleksi akan ketaatan, dan yang menjadikan malamnya adalah saat-saat terindah untuk bercengkrama dengan Tuhannya.

Dan sebaliknya, orang yang paling merugi adalah mereka yang paling sedikit merasakan waktu-waktu terindah itu.

Lantas, saya bertanya pada diri sendiri.

Termasuk yang manakah diri ini?

Saya, tidak tahu. Saya hanya berharap, Tuhan masih mau memberikan momen-momen terindah itu hadir di masa akan datang.

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni..

Advertisements

6 thoughts on “Rasa Kehilangan

  1. saya setuju dengan oesdannur diatas. tulisan2mu memberikan pencerahan kepada pembaca2mu (terutama saya) mas bro. keep writing good things yo…… 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s