Ketika Gereja Mengamuk Mushala

Hari-hari kemarin kau begitu lantang,
berteriak menuntut toleransi.
Membela mereka yang merasa paling didzalimi,
padahal salahnya sendiri
syarat-syarat yang tak terpenuhi.

Hari-hari kemarin kau gagah berani,
lantang suara sok-sok jadi pembela,
merasa paling benar di muka dunia.
Koar-koar kalau bangsa ini miskin toleransi,
padahal di negeri Eropa sana,
satu mushala harus dengan referendum seluruh negeri.

Hari-hari kemarin kau bak pendekar toleransi,
menyumpahi kaummu sendiri,
menuduh yang berbeda denganmu sebagai wahabi.
Kini perilakumu tak ubahnya orang lupa jati diri,
setelah mushala terbakar api,
kau justru menyuruh kami jangan sampai diambil hati,
bahkan menyalahkan speaker idul fitri.

Dan hari ini, ketika gereja mengamuk mushala,
mushala sederhana,
habis tak tersisa termakan bara.
Kau; Ulil, Ade, Misrawi,
dan orang-orang sejenismu di negeri ini,
dalam ketiak siapa lagi kau akan terus bersembunyi?

Gülbahçe, 7/18/2015.

munafik1

Advertisements

5 thoughts on “Ketika Gereja Mengamuk Mushala

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s