Dondurma: Turkish Ice Cream

_DSC1542

Dondurma atau Turkish Ice Cream

Siapa di dunia ini yang tidak suka es krim. Semua orang pasti suka. Kalaupun ada berarti masa kecilnya kurang bahagia dia punya alergi terhadap susu atau mungkin dinginnya es. Bagi saya es krim adalah salah satu sumber kebahagian, apalagi di musim panas begini. Saya mengenal es krim sejak TK, gara-garanya TK Pertiwi tempat saya sekolah dulu terletak persis di belakang kantor kecamatan, nah di samping kantor ini terdapat toko cina yang jualan es krim. Dan seingat saya, waktu itu hanya toko itu satu-satunya yang jualan es krim se-Slogohimo, nama kecamatan kami.

Uang saku saya jaman TK hanya sekitar 50 perak seharga 1 es krim, tapi kalau dibelikan jajanan semacam pecel atau chiki-chikian udah lumayan banyak dan ngenyangin. Entah karena toko satu-satunya yang jualan es krim terus harganya dinaikin seenaknya atau memang harganya segitu. Dari sini, saya belajar yang namanya ngirit demi sebongkah berlian es krim. Jatah jajan pecel saya kurangi, karena waktu itu saya belum ada keberanian menuntut kenaikan UMR kepada Ibuk, sebagai pemberi upah uang saku. Maklum waktu itu masih jamannya Pak Harto. Ngga nyambung. Apalagi sebelum berangkat sekolah, saya selalu diwanti-wanti Ibuk agar tidak jajan es tung tung dan sejenisnya. Nek mangan es mengko gampang pileren, kata beliau.

Udah gitu aja, sekapur sirih hubungan saya dengan mantan pacar orang es krim. Intinya, saya itu suka es krim. Wis kui thok!

Kali ini, saya ingin cerita tentang Dondurma atau Turkish Ice Cream. Oya, tulisan ini sekaligus pelunasan janji dari seorang kawan yang request dibikinin video tentang dondurma show, padahal di yutub juga ada kan ya. Ya, apapun itu. Saya ini tipe laki-laki yang susah nolak kalau ada orang mengajukan permintaan atau meminta bantuan, apalagi kalau orang itu orang dekat atau kawan sendiri. Asal ngga minta dibangunin seribu candi dalam semalam atau dibikinin duplikat Taj Mahal yang super mahal itu tentu apa-apa yang kiranya mungkin, insya Allah saya (berusaha) penuhin. Meskipun, tertunda cukup lama seperti yang satu ini. Setidaknya, saya belajar dan berusaha menjadi laki-laki yang bertanggung jawab. *wets*

_DSC1544
Lapak penjual dondurma (yang kotak tengah)

Menurut wikipedia, dondurma dibuat dari campuran susu, gula, salep dan mastic. Dua yang terakhir ini, saya kesusahan untuk menjelaskan. Tapi yang jelas, salep sendiri di Turki biasa disajikan sebagai minuman hangat atau orang-orang menyebutnya hot ice cream, lucu ya masa ice cream panas. Kemudian, campuran tadi biasa disebut sebagai maras. Maras sendiri berasal dari kata Kahramanmaras, kota asal-muasal dondurma.

Bedanya dondurma dengan ice cream biasa adalah terletak pada tekstur. Dondurma memiliki tekstur lembut namun lebih kenyal, sehingga susah untuk meleleh. Dengan tekstur ini memungkin es krim tidak jatuh meskipun dijungkir balikan dalam setiap atraksi penyajiannya yang khas (lihat video).

Atraksi penyajian inilah yang menurut saya lebih menarik. Kita ‘dipaksa’ melihat atraksi triks dari si penjual yang ngeselin tapi menghibur. Mengapa saya katakan ‘dipaksa’ karena kadang si penjual ini, sering kali tidak melihat umur. Dari anak kecil sampai yang sepuh-sepuh dikerjain oleh si penjual. Soalnya ada teman saya yang merasa ‘sepuh’ ngambek tidak jadi beli karena dikerjain si abang-abang penjualnya. Saran dari saya cukup sederhana, kalau kalian merasa ‘sepuh’ mending jangan sekali-kali beli dondurma. Kalau tidak, udah ngga dapet es krim malah dapet mangkel karena dikerjain. 😀

Dondurma biasanya disajikan dalam 4 varian rasa; vanila, coklat, strawberry dan orange. Kalian bisa memilih satu atau dua rasa, bahkan memilih semua rasa atau orang sini biasa menyebutnya karisik (campur). Untuk harga, tergantung jumlah rasa yang diinginkan. Untuk satu rasa biasanya dihargai 1 TL (Rp. 6000), kalau dua rasa ya 2 TL dan seterusnya. Nah, dondurma yang saya beli ini karasik seharga 3.5 TL, yang saya beli fresh sore tadi di Luna Park. Just it, check it out!

Maaf, kalau sudah menunggu terlalu lama ^_^

Advertisements

31 thoughts on “Dondurma: Turkish Ice Cream

  1. Wah keren es krimnya gak meleleh waktu dibolak-balik oleh penjualnya.
    Penjualnya juga suka becanda, hehe…
    Selamat hari raya idul fitri 1436 H, maah lahir batin.

  2. Turkish ice cream… beda dengan es krim biasa yang belum ada 10 menit sudah meleleh duluan ya Mas :hehe. Keren, keren, semoga suatu hari saya bisa mencoba langsung di kota asalnya :haha. Atraktif pula penyajiannya, jadi harga yang dibayar kayaknya bisa langsung jadi ongkos menyaksikan pertunjukan sajian dondurma ini juga :hehe. Seru :)).

  3. ih… iya ya, penjualnya ‘ngeselin’ 🙂 kalo saya lagi pms beli eskrim disitu bisa2 penjualnya saya jutekin 😛 untunglah alhamdulillah saya gak suka eskrim dan agak akan bisa beli es krim turki ini 🙂

  4. Saya waktu itu beli Dondurma di Perge, Antalya gak dikerjain tuh Bang! Padahal saya dah ngarep pengen dikerjain!hahaha.. Eh ada yang warna hijau juga bang, rasa kacang pistachio (antep fistik kalau gak salah bahasa turkinya). Enyaak..

  5. Jadi inget waktu jaman kelas 2 atau 3 SD gitu beli coca-cola kalo nggak 50 atau nggak 500 rupiah gitu, lupa, pokoknya zaman itu berasa mahal aja ya, karena sekali jajan langsung abis aja 😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s