Sebuah Persembahan

img_0557

Ilustrasi dari chubiechurubie.wordpress.com

Sebagian dari pengunjung blog ini mungkin sudah tau kisah si-Manis dan ke empat anaknya. Jadi ceritanya, sejak babaran kurang lebih dua bulan lalu, keluarga si-Manis resmi menjadikan beranda kamar saya sebagai basecamp mereka. Masuk akal sih keputusan si-Manis memboyong anak-anaknya ke sana, karena sayalah yang paling rutin memberi makan mereka.

Nah, selama ini pintu kamar ke beranda sengaja saya tutup agar bocah-bocah tengil nan lincah itu ngga sembarangan masuk kamar. Tapi, sekira 3 hari terakhir cuaca Izmir emang lagi panas-panasnya, jadi terpaksa pintu kamar ke beranda saya buka biar semilir angin masuk. Dengan begitu, otomatis mereka langsung menyerbu seolah-olah saya berkata “Monggo, silahkan masuk. Silahkan jumpalitan seenaknya”.

Dan benar saja, bocah-bocah itu bak seperti budak yang baru saja dibebaskan. Jumpalitan sana-sini, kotak sampah diobrak-abrik bahkan tali sepatu diseret-seret. Sampai disini, saya masih cukup sabar menghadapi bocah-bocah yang memang lagi suka main-main itu.

Tadi pagi, sekitar jam 3.00 saya terbangun oleh suara teko pemanas air yang terjatuh. Kemungkinan besar pelakunya adalah salah satu dari mereka, kemudian saya cek tidak ada yang rusak. Saya sendiri bersyukur ‘dibangunkan’ meski dengan cara begitu, secara saya sendiri belum sempat shalat Isya, tapi udah terlanjur tertidur.

_DSC1549

Bocah-bocah tengil lagi menjajah kasur roommate saya

Selepas shubuh, waktu lagi asyik browsing terdengar suara berisik dari kolong meja. Kemudian saya tengok, lalu muncul lah si-Ucuncu (anak kucing nomor 3), dia sedang bawa sesuatu di mulutnya. Apa yang ia bawa? persis seperti foto diatas; seekor tikus!. Refleks saya usir dia keluar kamar berikut juga companions yang lagi asyik tiduran di dipan teman saya yang lagi kosong. Saya tutup pintu rapat-rapat. Secara saya ngga doyan tikus, lha emang ada manusia yang suka makan tikus?.

dortuncu

Ucuncu lagi main-main dengan tangkapannya (difoto dari balik pintu)

Setelah kondisi aman terkendali, saya mencoba mencari alasan mengapa kucing suka membawa sesuatu ke rumah. Karena sebelum ini, dulu (dulu sekali) saya juga pernah dibawakan kucing peliharaan saya macam-macam. Dari burung perci (burung hijau yang sekarang lagi hits), hingga sebuah kalung cewek 22 karat. Ternyata, berdasarkan artikel ini kucing mempunyai maksud tertentu. Saya tulis ulang seperti di bawah ini.

Banyak pemilik kucing berpikir bahwa ketika kucing kesayangannya membawa seekor tikus ke dalam rumah, ia sedang nakal atau hanya melakukan hal-hal yang tak berarti. Namun, itu sebenarnya adalah tanda kasih sayang kucing terhadap pemiliknya.

Para ahli perilaku hewan sepakat mengatakan bahwa ketika kucing senang dengan pemilik dan keluarganya, ia ingin memberi tahu Anda tentang hal itu. Namun, karena kucing tidak bisa bicara, mereka terpaksa menunjukkan itu kepada kita lewat satu-satunya cara yang ia tahu, yakni dengan membawakan sebuah hadiah, dalam hal ini seekor tikus.

Ketika kucing Anda membawa tikus atau hewan kecil lain, usahakan jangan memarahi atau menghardik kucing itu. Sebab, kucing tidak mengerti cara hidup manusia. Anda harus menghargai kucing karena melakukan hal yang benar, tapi jangan menghukumnya karena melakukan hal yang salah. Jadi, jika Anda marah pada kucing yang membawakan Anda tikus, kemungkinan besar Anda akan melukai perasaannya, bukan mengajarinya sesuatu.

Sebaliknya, saat kucing sedang mencari “persembahan” tikus untuk Anda, ambillah seekor tikus dan letakkan di tempat sampah di lantai. Kucing akan mengasosiasikan hal ini dan akan berpikir bahwa tempat sampah adalah tempat yang Anda pilih untuk menerima hadiah. Jika kucing sedang tidak mencari tikus, Anda dapat membuang tikus itu dengan cara apapun yang Anda sukai. Kucing hanya akan menganggap Anda sudah memakan tikus yang “lezat” itu.

Ya, berdasar artikel di atas, sepertinya si-Ucuncu ingin mengungkapkan isi hatinya, namun dengan caranya sendiri. Pemberian yang ‘lezat’ itu, sebagai tanda terima kasihnya kepada saya. Duh, Uncu kok kamu baik dan unyu sih, sampai rela bagi-bagi tikus. 😀

Pernah mengalami kejadian serupa?

Advertisements

31 thoughts on “Sebuah Persembahan

  1. Gw gak gitu suka sih sama kucing. Rada dingin dan kurang friendly, kecuali ada maunya. Suka nyuri trus nyakar pula. I’ve always been a dog person. Mungkin para kucing ngerasa ya, makanya gw gak pernah dikasih tikus. hahaha

  2. belum pernah dihadiahi tikus ato binatang2 kecil lainnya sama lody mas :D. dia biasanya mengekspresikan sayangnya dengan menyundul2kan kepalanya ke muka kita 😀
    berbahagialah dikau bro yang disayangi sama kucing2 lucu itu. saya mau adopsi satu dong yang lagi bobok paling kiri bawah. buat jadi temen lody 😛

  3. Lucu banget Mas kucing-kucingnya, itu telinganya tegak seperti siap menghakimi si persembahan atas perintah tuannya :hehe. Apalagi pose terlentang mereka, aaa minta dibelai banget sih kucing-kucing lucu itu :)). Thanks buat informasinya ya Mas, jadi lebih bisa memperlakukan kucing dengan baik deh, selama ini mungkin saya sudah banyak membuat si kucing sakit hati dengan selalu mengusirnya kalau ia membawa sesuatu :hehe.

  4. Wahahahaha kucingnya lucu :3

    Jadi gitu ya :3 tapi kemarin ada kucing deket rumahku yang dapet tikus dan dimakan gitu aja mas ._. kwkwk itu karena kucing itu ngga ada yang memiliki, jadi menikmati tikus itu sendiri ya 😦 tragis *ini apasih wkkww

  5. Uncu lucu bangett :3
    Kucing aku di rumah paling bawa kecoa aja hehe atau bawa tali sepatu.
    Tapi emang bener banget itu nunjukin sayangnya dia ke kita >_< dan tanda lain kalau dia merasa deket sama kita itu adlh dia suka mondar mandir di kaki kita, ngelus2in badannya ke kaki, dan ngejadiin punggung kaki kita jadi bantalan tidurnya… lucu ya kucing itu, memang ngegemesiin

  6. Pernah mas. jadi kucing gue lg sakit . Kaga mau makan. Gue g tega. Gue selimutin deh si ciko. Pas besokan paginya.. ditempat kucing gue tidur.. malah berubah jadi tikus mati..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s