Senda Gurau di Slogohimo

Salah satu gubuk di kampungnya si-Bolang.
Salah satu gubuk di kampungnya si-Bolang.

Bagaimana jadinya, ketika kampung halaman, tempat pertama mengenal kawan-kawan kecil kita, yang selama ini kita duga hanya kampung kecil, kurang menarik, bahkan nampak biasa-biasa aja. Ternyata, tiba-tiba nongol di layar kaca televisi. Tentu, dalam tayangan yang baik-baik, bukan dalam berita kriminal, ataupun liputan penggerebekan begal.

Dulu, waktu di Indonesia saya senang sekali melihat tayangan si-Bolang di Trans 7. Melihat tayangan yang berlatar alam yang lestari, gemricik air, kemudian dilengkapi tawa ceria anak-anak desa, tentu bagaikan kita menemukan oase di tengah-tengah panas gersang gurun tayangan televisi kita akhir-akhir ini. Tak banyak tayangan televisi kita saat ini, yang masih mengandung muatan positif dan menghibur dalam arti yang sebenarnya. Dan, kisah si-Bocah Petualang ini, menurut saya adalah salah satu tayangan yang layak tonton bagi semua kalangan.

Nah dulu, sambil nonton si-Bolang saya berandai, jika kampung saya sendiri yang menjadi tempat syuting. Hingga kemudian, beberapa hari yang lalu saya menemukan tayangan si-Bolang di Youtube, dengan latar belakang kampung halaman saya, Slogohimo. Tidak tepat di kampung saya memang, tapi masih terletak satu kecamatan. Desa si-Bolang itu bernama Desa Stren, sekitar 8 km dari desa saya yang sekaligus kota kecamatannya.

Saya kemudian, diam terharu. Tak menyangka, pengandain saya dulu berbuah nyata. Ini dia tayangannya, dengan tajuk “Senda Gurau di Slogohimo” yang tayang di Trans 7, 20 Agustus 2015. Tonton saja tayangannya di bawah. Oya, setelah saya gugling, ternyata Trans 7 sudah tiga kali syuting di kampung kami. Selain acara si-Bolang, ada juga Laptop si-Unyil, dan Jejak-jejak Misterius. Selain Trans 7, Net TV juga pernah meliput, tapi dengan latar berbeda, tetangga desa Stren. Lengkapnya silahkan cari sendiri videonya. 🙂

 

Gimana udah selesai nontonnya? mungkin setelah melihat tayangan tadi sampeyan mungkin bertanya-tanya, di mana itu Slogohimo? kok anak-anaknya ndeso dan nggragas (makanin jangkrik) gitu.

Maka, berikut klarifikasi saya sebagai penduduk aseli Slogohimo:

  1. Slogohimo itu terletak di timur jauh kabupaten Wonogiri, nyaris berbatasan dengan provinsi Jatim. Lokasinya persis di lereng gunung Lawu yang sejuk. Cukup jauh dari kota Kabupaten, kurang lebih ada sekitar 40 km dari pusat kota. Jadi, kalau dikatakan ndeso sih, emang bener. Haha. Tapi, justru dengan ke-ndeso-an itu, alam kami masih tetap lestari. Tidak susah air dan anti illegal logging. Lebih lengkap tentang Slogohimo, saya berencana membuat semacam mini wikipedia, karena setelah gugling belum ada yang menuliskan tentang kampung saya ini. Padahal banyak potensi wisata, budaya, dan kuliner yang patut digali. Buktinya, televisi nasional saja tertarik.
  2. Setahu saya, kami tidak biasa menjadikan hewan jangkrik sebagai bahan makanan. Justru, saya baru tahu setelah melihat tayangan tersebut. Tapi, kalau makan kepompong buah alpukat, itu baru benar. Soalnya, saya sendiri waktu kecil pernah mencicip legitnya kepompong ulat pohon alpukat. Rasanya itu, seperti makan kuning telur. Lezat.
  3. Kemudian, yang lebay lagi adalah memet (menangkap ikan) lele dengan sangat mudahnya, padahal pengalaman saya dulu, menangkap lele liar itu susahnya minta ampun, belum lagi lele biasanya hidup di sungai yang cukup dalam. Dugaan saya, di tayangan tersebut hanya settingan untuk menambah cerita, biar lebih menarik. Lebay.

Tapi, bagaimanapun terima kasih buat crew Trans 7 dan Net TV yang sudah berkenan meliput kampung kami. Melihat tingkah empat bocah di tayangan tersebut, mengingatkan saya dengan kisah lucu masa kanak-kanak bersama empat serangkaimemet ikan, ngarit rumput, nyari burung, hingga ceburan di kali Ndoneng.

Ini ada beberapa dokumentasi betapa lestarinya Slogohimo.

DSC_0898
Ladang padi, dengan latar belakang pegunungan lereng Lawu selatan.
Sawah terasering ala Ubud Bali
Sawah terasering ala Ubud Bali
Persawahan kampungnya si-Bolang
Persawahan di kampungnya si-Bolang
Hutan Donoloyo, tempat syuting film Wiro Sableng.
Hutan Donoloyo, tempat syuting film Wiro Sableng.
Slogohimo dari ketinggian
Slogohimo dari ketinggian
Air Terjun Girimanik
Air Terjun Girimanik dengan ketinggian 70 m
Salah satu kuliner nikmat Slogohimo, Puli Pecel dengan sambalnya yang super pedas.
Salah satu kuliner nikmat Slogohimo, Puli Pecel dengan sambalnya yang super pedas.
Selain Puli Pecel, Slogohimo juga terkenal dengan buah duriannya yang super legit.
Selain Puli Pecel, Slogohimo juga terkenal dengan buah duriannya yang super legit.

Jadi, kapan Anda akan berkunjung ke Slogohimo?

~Jika berkunjung, sangat dianjurkan datang di bulan Februari-Mei karena bulan-bulan tersebut adalah musimnya buah durian. Jarang-jarang kan menikmati buah durian tak jauh dari pohonnya, tentu dengan harga petani.
Semua foto di atas adalah dokumentasi pribadi, kecuali foto buah duriannya.

Advertisements

36 thoughts on “Senda Gurau di Slogohimo

  1. Kampungnya keren, ya. Tapi biasanya, tempat-tempat keren juga bisa jadi busuk kalau manusianya gak sayang sama alam. Buang sampah sembarangan, misalnya.

    By the way, dari gaya menulisnya, kayaknya situ cocok jadi penulis buku travelling. 😀

  2. Sawahnya hijau dan keren banget. Dan ini semua mesti dilestarikan. Semoga tetap lestari, ya. Ngomong-ngomong, puli itu apa, Mas? Apa bedanya dengan pecel biasa? *lagi malas googling :haha*. Ditunggu ceritanya soal Slogohimo Mas (namanya unik banget :hehe, barusan saya tanya juga sama teman yang asli Wonogiri, dia pun belum pernah ke sana :haha).

    Indonesia memang cantik!

  3. Pemandangan di kampung mas Parmanto keren sekali, ibarat secuil sorga terlempar ke dunia, 🙂
    Saya berharap kampung itu tetap terjaga keletariannya, aamin.

  4. sumpah seruuuuuuu banget. pengen kesanaaaa. semoga lestari teruuuus kedepannya.

    daerah rumahku banyak sawahnya, tapi sekarang lama-lama sawah-sawah itu dijadikan perumahan ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s