Perang Dunia 3, Siap(a)kah Kita?

Eskalasi hubungan barat dan timur memanas pasca tertembaknya Sukhoi-24 milik Rusia oleh F-16 Turki di perbatasan Turki-Suriah. Turki menyebut, insiden tersebut sebagai defense act atas pelanggaran teritori wilayahnya oleh Rusia (1), bahkan sudah diperingatkan sebelumnya sebanyak sepuluh kali. Rusia tentu membantah hal ini, meskipun fakta real tetap bepihak pada Turki.

Perang statmen antar dua negara ini pun kemudian mengembang, masing-masing tidak mau disalahkan.

Sementara dunia, berharap cemas. Hingga sampai kapan, kekuatan militer terbesar di barat dan timur ini kemudian meresponnya dengan sembrono.

Insiden ini serius. Statusnya wait and see, sampai pemimpin-pemimpin negara dengan kekuatan militer terbesar dunia ini, salah mengambil keputusan. Jika itu terjadi, siap-siap Perang Dunia ke 3. Wiih ngeri.

Tapi mari kita lihat apa yang terjadi sebenarnya, sebelum kita memposisikan diri.

Fakta Konflik Suriah

  1. Suriah adalah wilayah terbesar dari dataran yang dulu terkenal dengan Syam (levant). Posisi ini sangat strategis, karena terletak di jantung arab dan di tengah-tengah persimpangan barat (eropa) dan timur (timteng-asia). Selain itu, posisinya sangat dekat dengan Palestina (Israel).
  2. Daerah ini tidak (begitu) kaya dengan sumber daya. Cadangan minyak ada, tapi tidak sebanyak Iraq atau Arab Saudi, bahkan Kuwait sekalipun.
  3. Ada tiga pemain besar dalam konflik Suriah. Pertama; Rezim keji Assad plus Rusia dan Iran, kedua; FSA (Free Syrian Army) plus Turki dan NATO, ketiga; ISIS dengan dukungan AS dan Israel.
  4. Awal perang Suriah, yang bermula dari aksi reformasi damai tahun 2011, yang kemudian berubah menjadi revolusi rakyat melawan rezim, sebenarnya hanya melibatkan kelompok pertama dan kedua saja. Namun, berhubung Amerika yang merasa tidak punya peran dalam konflik, kemudian ia bersama Israel, membuat operasi militer dengan codenamed Hornet’s Nest (2) pada akhir 2013, yang kemudian menelorkan ISIS. Faksi ketiga ini, bertujuan untuk mengacau kekuatan antara dua kelompok sebelumnya. Terbukti, ISIS yang kemudian menjadikan dua kelompok kekuatan ini menjadi musuh sekaligus.
  5. Tidak benar, jika dikatakan Rusia hanya ingin memerangi ISIS. Karena nyatanya, serangan besar-besaran justru ditujukan ke basis kekuatan FSA dan etnis Turkmen yang di dukung Turki, baca beritanya di sini (3). Jadi, jelas Rusia ingin mempertahankan pengaruhnya di timur tengah, dengan memutus kekuatan antara Arab dan Turki (dan juga Eropa).
  6. Sementara Turki sebaliknya, ingin kembali mewujudkan ide ‘penyatuan Arab-Turki’ yang hampir satu abad terakhir terpecah belah, akibat kalah perang pada PD I.
  7. Sementara AS dan Israel, tidak menyukai ide keduanya. Maka, dibuatlah ISIS sebagai pengacau sekaligus membagi margin kekuatan.
  8. Simpulnya; Konflik Suriah adalah konflik teratori atas wilayah Syam (motifnya mirip perang di Afganistan) antar tiga kekuatan besar atau bisa disebut ‘konflik cinta segitiga’.
  9. Dan tentu saja, selain masalah teritori. Konflik suriah juga berenergikan ideologi, dan konflik besar selalu dilatar belakangi seperti itu. Itu sudah terjadi sejak ribuan tahun yang lalu.

Lalu Apakah PD 3 akan terjadi?

  1. Belum, artinya tidak akan terjadi dalam waktu dekat ini.
  2. Karena tampaknya, kedua kekuatan (Rusia plus Iran dan Turki plus NATO) berusaha menahan tensi.
  3. Masih ingat perang dingin tahun 50-an, yang sempat memanas bahkan lebih panas, nyatanya tidak sampai pecah perang. Itu artinya butuh pemicu yang ‘lebih besar’ ketimbang sekedar tertembaknya Sukhoi.
  4. Selain itu, dua kekuatan ini sebenarnya saling membutuhkan. Eropa dan Turki butuh gas dan minyak dari Rusia, sedangkan Rusia dan Iran butuh jualan agar ekonominya berjalan. Sebelum masing-masing merasa cukup, perang tak akan terjadi.
  5. Sebenarnya, insiden penembakan kemarin, selain sebagai defense act juga sebagai peringatan keras agar Rusia dan aliansinya tidak main-main (membombardir wilayah yang dikuasai FSA) dengan Turki dan NATO-nya.
  6. Resolusi konflik (jangka pendek): pembagian wilayah Suriah, seperti yang terjadi di Sudan.
  7. Jika tidak terbentuk, ya welcome WW chapter III.

Lantas, jika pada akhirnya konflik suriah ini merembet dan memicu PD3,

Lalu Siapakah Kita?

akan memihak kemana?

dalam posisi apa?

masuk dalam aliansi siapa?

dapat peran apa?

Jawablah sendiri-sendiri, karena boleh jadi jalan kita berbeda. Kita harus siap dengan kemungkinan ini.

Siap kah Kita?

Kalau saya sih belum, bukan hanya karena saya belum nikah ya. Tapi,

  • Fitness. Fitness yang sempat saya jalani, terhenti baru-baru ini. Jadi, perlu memulihkan kondisi tubuh lagi. Biar kalau ada roket jatuh, larinya bisa sekenceng roket. Wussh!.
  • Berkuda. Track record: O. Dulu hanya pernah naik gajah di Gembira Loka, waktu SD. Sekarang cuma bisa naik motor, dan sedikit nyetir mobil regular. Tapi, belum pernah nyoba mobil 4WD, tank? apalagi. Perlu latihan.
  • Renang. Baru bisa renang, semenjak KKN waktu kuliah dulu. Itu pun cuma satu gaya, dan sampai sekarang tidak bisa yang namanya mengambang di air.  Perlu latihan.
  • Memanah. Masih perlu berlatih memanah. Dulu waktu kecil, suka sekali melintheng dan cukup jitu. Ketika besar suka main CS atau COD, dan hasilnya memuaskan. Apakah cukup, untuk bekal memanah? tentu tidak!. Butuh latihan. Ya, minimal dimulai dengan berlatih memanah hati kamuh!. Boleh kan?

Okeh, empat poin di atas pas ini memang ndak penting. Itu biar kalian tidak sepaneng membaca tema serius semacam ini.

Inti yang ingin saya sampaikan dalam poin ini adalah siap kah kita jika perang benar-benar terjadi?

Kalau siap, apa yang sudah kalian siapkan?

Dunia sudah tua dan jenuh kawan. Sudah bukan waktunya lagi untuk main-main. Bersiap-siagalah dari sekarang.

Jika kalian merasa tak mampu untuk berperang atau setidaknya siap mati muda. Menabunglah yang banyak-banyak, kemudian beli apartmen di Madinah dan Makkah, karena dua kota tersebut yang akan terus terlindungi hingga akhir zaman.

Dan yang terpenting lagi. Menabung sebanyak mungkin amal kebaikan. Jika kemarin, masih menye-menye karena ditinggal pacar. Lupakan saja. Fokuslah beribadah.

Dunia kita sudah sepuh, alam kita rapuh. Jangan terjatuh sebelum gaduh. Semoga kita futuh.

Catatan untuk diri pribadi, yang mendadak merinding.

Advertisements

37 thoughts on “Perang Dunia 3, Siap(a)kah Kita?

  1. Terlepas dari 1/3 bagian akhir dari artikel ini yang isinya curhat, saya merasa tercerahkan dengan penjelasan pembukanya. Jadi jelaslah, konflik apa sesungguhnya yang terjadi di sana. Dan merasa prihatin dengan rakyat kecil tanpa daya, yang cuma dijadikan bidak pelengkap permainan politik tingkat tinggi kekuatan-kekuatan adidaya 😦

    Nice post bro …

  2. Jujur saya ndak mau khusuk baca postingan ini, karena saya benci perang. Film perang aja saya benci, apalagi perang beneran. Maka kalau suatu hari ini benar terjadi, saya hanya mau lillahi ta’ala menyandarkan hidup pada Alloh semata, mati pun takpapa, toh semua akan kembali padaNya. *terus lari meluk bantal Doraemon sambil nangis tersedu-sedu* 😥

  3. Saya prihatin #gaya presiden dulu, hahaha…
    Berharap sih gak terjadi pd 3. Semoga pak Erdogan dan kamerad Putin segera damai, saling cipika-cipiki kayak tanda perdamaian sehingga spaneng turun drastis.

  4. Udah tegang pundak saya bacanya, trus masuklah ke bagian “siap kah kita”, dan akhirnya cekikikan :))
    By the way, 3 poin yg di “siap kah kita” adalah pesan dan amanah Rasulullah untuk para orang tua untuk mengajarkan 3 hal tersebut kepada anak-anaknya, kan Mas? Tapi yang fitness -___-

  5. Memang banyak banget ya Mas intrik di daerah timur tengah sana, kadang baca atau menonton berita dan bingung sendiri ini orang-orang kok ya serakah banget, maunya apa toh ya, kayak nggak bisa melihat orang-orang damai di tempat tinggalnya masing-masing :hehe. Moga-moga semua cepat selesai, kebenaran juga terungkap jadi dunia bisa damai lagi :hehe. Saya capek membaca berita perang :huhu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s