Teori Cinta ala Jaka Tarub

jaka_tarub_by_onagiri-d527ap0

Pernah dengar cerita rakyat dari Jawa Tengah tentang Belik Widodaren, yang kalau diterjemahkan menjadi Kolam Bidadari. Jika sudah, berarti sampeyan adalah seorang pecinta sejati, kalau belum silahkan baca kisahnya di sini.

Pecinta sejati? kok bisa?

Bentar, sebelum itu. Bolehlah saya hendak memberi bocorannya, tapi sedikit saja. Untuk cerita lengkapnya, ya baca link tadi. Jadi orang jangan manja! belum ke KUA kok udah macak manja. #inigimana #kapanceritanya ^^

Baiklah. Jadi begini,

Belik Widodaren adalah kisah romantis mencari cinta seorang perjaka ganteng nan gagah bernama Jaka Tarub. Meskipun ia rupawan, nampaknya ia tidak begitu beruntung dalam hal perburuan cinta. Hingga ibunya  (Mbok Millah) tercinta meninggal dunia, tak kunjung nampak tanda-tanda akan datangnya sang pujaan hati.

Dalam kepasrahan dan keputusasaan, Jaka Tarub stress lalu bunuh diri. Cerita tamat dong. Tentu belum. Karena ia bukan tipe laki-laki selemah itu.

Dalam kesendiriannya, ia kemudian mbolang mencari inspirasi ke tengah hutan. Hingga suatu hari, ia menjumpai sebuah kolam (belik) di tengah-tengah hutan tersebut.

Di kolam tersebutlah, ia berjumpa (baca: mengintip) dengan para bidadari kayangan yang tengah mandi. Yang salah satu dari bidadari tersebut, kemudian menjadi isterinya kelak. Bidadari ‘beruntung’ tersebut tak lain adalah Dewi Wayangwulan.

Pertanyaannya adalah bagaimana bisa seorang manusia bisa menggaet hati bidadari yang cantik jelita? Emang seberapa banyak mobil dan digit rekening yang Jaka Tarub punya, hingga sang dewi luluh? atau jangan-jangan nih si Jaka Tarub main pelet?

Ah lagi-lagi, Jaka Tarub tidak se-remeh itu. Jaka Tarub punya strategi yang lebih elegan, ketimbang sekedar main pamer harta dan ilmu gelap tadi.

Menjebak. Ya! itulah cara jitu dan elegan ala Jaka Tarub. Aksi pencurian selendang milik Nawangwulan, diikuti aksi heroik dengan memberi solusi, berupa pakain ganti ke sang dewi, ternyata mampu meluluh-lantakan benteng kokoh, pemisah cinta antara dua makhluk beda kelas ini. Dari aksi main jebaknya itu, Jaka Tarub dan Dewi Nawangwulan kemudian menggapai mahligai rumah tangga dengan tanpa kurang suatu apa.  Baraka Allahu Lakuma… *eh ini ngapa kang Maher sudah macak nyanyi  aja…

Seseorang pernah berkata tentang teori percintaan. Tentang perjodohan. (Ini penting dan perlu digaris bawahi).

Jodoh itu jangan dicari, tapi dijebak.

Dan ternyata, perkataan tersebut berangkat dari kisah heroik-romantik ala Jaka Tarub tadi. Perkataan tadi maksudnya; menjebak dengan sebuah solusi, dengan niatan untuk saling melengkapi.

Oh, jadi ini pesan tersembunyi dari bu Kustini (guru SD saya) saat beliau ndongeng di depan kelas dulu. Ternyata beliau hendak mengajarkan ilmu linuwuh yang seorang Amir Syarifudin, Tan Malaka, hingga Ibnu Taimiyah sekalipun tidak mampu rengkuh hingga akhir hayatnya. Mereka bertiga adalah yang dalam sejarah tercatat sebagai para jomblo-jomblo ideologis, yang mewarnai peradaban di antara kesunyian dan kesendirian.

Nah para jomblo ideologis dan jomblo shalihah kekinian, kapan kalian siap menjebak dan dijebak? Yak, ini pertanyaan klasik tur wagu, jadi ndak perlu ditanyakan ulang.

NB: Tentu saja cerita Jaka Tarub diatas adalah fiksi, tapi kalau cinta kita? dijamin ASLI ^^. Tulisan ini (tidak) mengandung jebakan. Beware, kalau sampai jatuh hati mispersepsi apalagi diseriusi. :mrgreen:

Gambar dari sini

Advertisements

34 thoughts on “Teori Cinta ala Jaka Tarub

      • Ceritanya dia kan visioner, jadi sekalian aja bawa kebaya nikah, haha 😀 *komennya lutju*
        Mas, mau menjebak ya? Semoga jebakannya tepat sasaran, semoga nanti yang terjebak adalah bidadari syurga. Aamiin.
        Barakallahulaka wabaraka’alaika, #eh 😄

  1. Apa mau mas, berdasarkan tipu menipu
    Toh akhirnya kisah si mas Joko td tak happy ending kan?
    Si bidadari td akhirnya menemukan selendangnya kemudian tak lama say goodbye dengan si suami

    Cb dr awal mas Joko dtg ke khayangan dan ngelamar baik2 mungkin mereka akan hidup berdua bahagia selamaaaanyaaa
    #jd serius gini yak?

  2. Oke, dicatat Mas. Saya akan beli beberapa jebakan, siapa tahu bisa dipakai buat menjebak jodoh #eh. Tapi intinya kalau mau dapat jodoh ya kudu usaha ya Mas, secara jodoh kan tidak jatuh dari langit :hihi. Postingan yang menggelitik!

  3. eh, saya baru tahu, 3 orang penting yang disebutkan diatas ternyata jombloer juga. beneran mas bro? tulisi cerita tentang mereka dong. dirimu kan pinter nulis, jadi kita yang baca enak belajar sejarah tentang mereka dari tulisanmu itu 😀 mau ya, mau ya? pasti mau 😀

    • Hehe saya kurang ahli dlm menulis sejarah bu, nanti deh kl udah baca biografi mereka secara komprehensif bisa saya cicil. Yang menarik itu, yang Tan Malaka, yang sampe sekarang kuburannya belum jelas dimana….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s