Rasanya Baru Kemarin

Rasanya baru kemarin, mbolang bareng sahabat karib keliling Anatolia, lha kok sekarang udah beda masa, beda pula benua.

Rasanya baru kemarin, makan oseng babat setan bikinan temen-temen yang mules-pedesnya bertahan hingga pagi tadi (sesuai perkiraan), eh lha kok sekarang udah ganti tahun.

Time flies so fast.

Ya, ngga sih? Kalau iya, berarti kita layak bersyukur.

Karena dalam rumus kebahagiaan, waktu itu berbanding terbalik dengan kesenangan. Artinya, semakin banyak kesenangan yang kita miliki (dalam hidup), seakan waktu terasa tak cukup (terlalu sedikit) untuk memenuhi semua kesenangan-kesenangan tersebut.

Pula, Syeikh Hasan Al Banna pernah bernasehat “Kewajiban (urusan) kita jauh lebih banyak ketimbang waktu yang tersedia, maka bantulah saudaramu untuk menggunakan waktunya dengan sebaik-baiknya dan jika kamu memiliki kepentingan atau tugas, selesaikan segera”

Ya, bagi mereka yang berbahagia. Semua kewajiban, urusan-urusan pokok, ataupun yang sekedar pelengkap hakikatnya adalah bagian dari bersenang-senang. Karena mereka senang melakukan itu semua, tanpa paksa atau siksa tenaga.

Oleh karenanya, orang bahagia merasa; waktu yang tersedia tak cukup meladeni kebahagian yang ada.

Jika tak percaya, coba tanya kepada mereka yang terpenjara. Bilangan satu tahun di penjara tentu terasa lebih lama ketimbang, bagi mereka yang duduk manis lima tahun di istana.

Tak usah jauh-jauh, dua minggu selama masa-masa ujian akhir terasa sangat lama jika dibanding jumlah hari yang sama tapi dalam masa-masa liburan setelahnya.

Hingga, jika kita merasa; waktu terlalu cepat berlalu, dunia cepat berganti, maka sudah saatnya kita banyak-banyak bersyukur.

Itu artinya, kita melalui waktu-waktu itu dengan senang, dan perasaan lepas bahagia.

Terlepas, kesenangan-kesenangan tadi terhitung produktif ataupun tidak. Karena, sekedar tidur seharian saja, itu sudah masuk kesenangan. Asalkan, kalian memang suka melakukan itu.

Pada akhirnya, waktu yang hilang memang tak kenal negoisasi, namun waktu yang akan datang sangat layak isi.

Isilah dengan yang baik-baik, yang menyenangkan, yang membahagiakan, diri atau orang lain.

 #2016 #TahunBerbahagia

village-life-indonesia-herman-damar-15

Gambar dari sini

Advertisements

20 thoughts on “Rasanya Baru Kemarin

  1. waaaah baru tau yang ini: Karena dalam rumus kebahagiaan, waktu itu berbanding terbalik dengan kesenangan. Artinya, semakin banyak kesenangan yang kita miliki (dalam hidup), seakan waktu terasa tak cukup (terlalu sedikit) untuk memenuhi semua kesenangan-kesenangan tersebut.

    suka suka quotes-nyaaaaa ❤ hahaha

  2. Dengan menerapkan rumus itu, syukurlah, artinya saya di 2015 kemarin lebih banyak mengisi waktu dengan kebahagiaan ketimbang bersusah dan bermuram-muram (ya waktu-waktu sedih juga ada sih :hehe). Mudah-mudahan di 2016 ini kita makin bisa mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat ya Mas, jadi tidak banyak waktu terbuang percuma. Membuang waktu kan kerugian banget :hihi. Selamat tahun baru!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s