Barakallah

Barakallah -semoga Allah memberkahi. Ya, kalimat itu adalah sebuah doa sapu jagad, bisa diaplikasikan dalam momen apapun, kecuali yang berbau kesedihan tentunya. Lha masak iya, pas ada lelayu doanya malah barakallah. lha njih, mboten pener belass tho!.

Namun, Barakallah itu juga nama orang. Iya, nama untuk manusia. Aseli.

Penyandang nama tersebut, tak lain adalah anak kedua dari bassist Endank Soekamti, mas Erix. Trus sopo kui Endank Soekamti? Pasti sebagian udah tahu, apalagi buat kalian yang memang die-hard-Kamtis. Tapi, buat yang belum tau silahkan searching di gugel sendiri. #pelit #yoben 😀

Sebelum melanjutkan, saya ingin mengkonfirmasi lebih dahulu. Khususon buat sampeyan para laki-laki yang sudah menikah dan sudah resmi menjadi seorang ayah:

Bagaimana rasanya dulu menjadi seorang ayah? -punya anak untuk pertama kalinya?.

Deg-degan tur merinding,

cemas campur bahagia,

takut tapi tak ingin menjauh,

atau malah biasa-biasa aja -karena waktu itu pas lagi sibuk kerja?

Saya sih, ndak tau pasti gimana rasanya. Karena jelas, saya sendiri belum pernah ngalamin. #boroboro

Tapi, kemungkinan rasanya ya seperti itu. Karena begitulah yang saya rasakan saat menonton detik-detik kelahiran Barak (panggilan si Barakallah) yang dikemas epic di video blog-nya mas Erix.

***

Melalui, video tersebut. Kemudian tercetus sebuah ide -saat nantinya punya anak (entah kapan). Yaitu, pengin mendokumentasikan momen bersejarah itu. Ya, saya sendiri sih berhemat -bahwa dokumentasinya tak perlu dipublikasikan (karena terkait aurat sang isteri dll), tapi yang jelas, jika momen bersejarah didokumentasikan dengan baik plus ditambah sisipan nasehat-nasehat dari sang Ibu (khususnya), tentu akan menjadi kenangan teramat berharga buat sang anak.

Sama seperti halnya, ketika seorang teman saya yang menghadiahi piala setiap kelahiran anaknya. Piala itu, dia hadiahkan baik kepada istrinya maupun anaknya. ‘Karena mereka para juara’, begitu alesan teman saya, waktu itu.

Atau, bisa juga dengan menanam pohon, seperti yang dilakukan oleh bapak saya. Dan masih banyak lagi caranya. Ya,  selain ‘sekedar cerita’, artefak nyata semacam video, piala, hingga pohon-cinta tentu akan melengkapi cerita indah permulaan sejarah (anak-anak) kita dalam menatap dunia.

Trus?

Uwis, gitu aja sih. Karena, inti sebenarnya dari tulisan ini adalah di  bawah ini:

Satu hal yang pasti, meski saya ini bukanlah Kamtis (sebutan untuk para fansnya), saya berencana untuk membeli paket album ketujuhnya yang bertajuk #SoekamtiDay, yang akan dilaunching pada 16 Februari nanti.

Jika, pada akhirnya nanti saya jadi beli. Itu artinya, untuk pertama kalinya setelah 10 tahun, saya rela mengeluarkan uang untuk membeli paket album sebuah band. Karena, iya selama ini saya hanya mengandalkan yutub (yang gratis dan halal) atau situs donlod-an (yang abu-abu) hehe. #berencanatobat

Sekaligus, ini bentuk apresiasi saya buat musisi tanah air, khususnya Endank Soekamti yang berani lepas lebel, dan beralih ke indie. Yang diproduksi secara mandiri, diedarin sendiri, dan seterusnya.

Berdikari itu tidak mudah, kemudian jika ada yang melakukan di jaman sekarang ini, maka mereka layak apresiasi.

Dengan segala proses kreatifnya, maka band yang saya kenal melalui temen sebangku SMA ini (sejak album pertama), layak untuk SUKSES dan menjadi JUARA di belantara musik Indonesia.

Barakallah buat mas Erix  dan tentu saja Endank Soekamti!

*sekedar info: kabarnya dalam album ketujuh nanti, akan ada 17 lagu baru dengan genre musik yang lebih kaya (tidak melulu punk-rock), dengan lyrics yang lebih berbobot (tidak sekedar cinta-cintaan atau misuh-misuhan). Jadi, sangat layak buat kalian yang saat ini tak lagi muda (a-be-geh). Dan ini juga, yang membuat saya tertarik untuk membeli paket albumnya.

Advertisements

22 thoughts on “Barakallah

  1. Saya dua kali melahirkan secara sesar suami aja ndak boleh nemenin, duh. Dan berhubung masih pingin punya anak lagi saya malah ga mau menonton rekaman apapun terkait orang yg melahirkan *jaga mental diri sendiri* 😀

      • Bius sebagian aja Mas, dari perut ke bawah. Karena di dada dibatesin pake tirai jadi ibu yg disesar ga bisa liat apa2, hehe. Mungkin kalau bisa liat proses sesar kondisi medis saya bisa ga stabil juga ya (jadi gugup atau tekanan darah naik), secara ngeliat darah aja takut 😀

  2. Wah telat baca postingan ini :3
    Padahal bisa jadi inspirasi beneran buat ngasih kado ke keponakan yang ulangtahun ke-1 kemarin :3
    Ngadoin “piala”

  3. wah ini band yang sudah lumayan lama … mudah2-an tetap exist …
    btw .. pengalaman punya anak petama bagi saya adalah momen yang tidak terlupakan .. memang tidak di film-kan hanya foto2 yang banyak, dan saya catat detil kejadiannya .. termasuk kejadian2 besar yang terjadi pada saat itu … lagu yang ngetop, kasus yang ngetop .. dll-nya … sehingga nanti ketika si anak besar tahu sejarahnya termasuk kejadian2 yang mengiringinya … ribet ya ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s