Addicted

Pada awalnya, saya tidak begitu paham, apakah yang saya lakukan selama ini dibolehkan oleh agama apa tidak. Meskipun begitu, hanya karena pertimbangan; memunculkan perasaan tenang, hati yang berdebar, dan efek psikologis yang saya sendiri susah untuk menjelaskan. Tanpa bosan, saya melakukannya secara berulang. Hingga akhirnya menjadikan hal itu kebiasaan.

Padahal, kalau dipikir saya itu tipe orang rasional. Jarang mempertimbangkan segala sesuatu hanya bersandarkan pada perasaan atau karena arti sebuah kenyamanan. Hampir dalam segala hal saya pikirkan argumen logis dan tidaknya. Atau paling tidak harus ada referensi yang bisa menjadi rujukan.

Tapi, untuk satu hal ini. Saya harus berlepas diri. Dibalik mindset saya yang serba hitam putih ini, ternyata saya harus menyerah kalah. Terbawa perasaan.

Apakah itu?

Memfavoritkan salah satu dari 144 surah dalam Al-Quran, tepatnya surah Al-Mulk (the Kingdom). Membacanya berulang-ulang.

Rasanya adem banget, ketika mendengar lantunan surah ini, ayat demi ayat. Hingga tak ada keluh, meski sang imam membacakannya satu surah penuh, berdiri hingga kurang lebih 7 menit hanya untuk satu rakaat. Apalagi, kalau sang imam itu Syeikh Fahad Aziz Niazi yang bacaannya lembut, bakal tambah meleleh. Dengerin deh:

Dan ternyata, selain kandungannya yang bagus, mendalam, dan syarat akan pelajaran (seperti halnya surah-surah lain).

Surah ini juga mempunyai banyak fadhilah (keutamaan) jika diamalkan. Lebih lengkapnya, baca ulasannya di sini.

Selain itu, sangat dianjurkan untuk membaca menjelang tidur, bahkan dalam hadist, Rasulullah belum tidur bila belum membaca surah ini.

Oya, tentang memfavoritkan surah tertentu atau ayat tertentu, ternyata dibolehkan. Berikut cuplikannya;

Syeikh Ibnu Utsaimin –rahimahullah- telah ditanya:

Apa hukumnya lebih mengutamakan surat tertentu, saya lebih menyukai surat Maryam dan sering membacanya; karena saya merasakan kenyamanan dan menikmatinya ketika membacanya ?

Beliau menjawab:

“Tidak masalah jika seseorang lebih mengutamakan surat tertentu dalam al Qur’an atas dasar sebab tertentu, meskipun sebenarnya semuanya adalah kalamullah –‘Azza wa Jalla-. Al Qur’an dilihat dari sisi sumbernya adalah kalamullah yang semua surat-suratnya mulia dan tidak ada bedanya, adapun dari segi makna, maka satu surat atau ayat yang lain berbeda.

 Telah diriwayatkan dari Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bahwa ia bersabda:

“Sesungguhnya surat yang paling agung dalam al Qur’an adalah surat al Fatihah, dan sesungguhnya ayat yang paling agung adalah ayat kursi”.

sumber: sini.

 

Advertisements

5 thoughts on “Addicted

  1. Saya suka baca adh dhuha di semua raka’at sholat kalo lagi down. Kadang sepaket sama al insyirah,,hehe
    Kalo lagi senggang lebih suka at taubah atau al baqarah 😀

    Bacaan paling menenangkan sealam raya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s