James Boy: Quantum of Waguness

Dunia intelijen sudah semestinya ditandai dengan dunia di balik layar, gelap, samar-samar, tapi akurat. Mungkin dunia ini pula, yang paling pas untuk mengekspresikan istilah ‘keterbalikan-NATO’ alias banyak aksi tapi minim cincong. Khas pilem-pilem barat macam; seri si-agen M16 Bond-007, atau Ethan Hunt dengan M.I-nya, hingga Alejandro dengan Sicario-nya. Yang disebut terakhir ini, adalah film bergenre sejenis yang menurut saya terbaik diantara semuanya.

Para agen ini bergerak dalam ruang-ruang gelap, keadaan sempit, dan bahkan dengan petunjuk yang minim. Namun, setiap aksi terbilang efektif. Bahkan si-Bond sejak diperankan oleh Daniel Craig, digambarkan sebagai agen yang dingin sekaligus mematikan. Sekali musuh kena tembak, langsung modyaar. Efektif. Tanpa banyak cincong. *Entah, cincong ini bahasa mana, ada yang tau?

Tapi, itu semua hanya rekaan dalam film. Entah yang aselinya gimana saya juga tidak tau. Namun yang pasti, salah satu bukti kehebatan agen intelijen Amerika (CIA) adalah berhasil merekrut orang kuat di negeri kita. Dia tak lain adalah wapres ketigaย negara ini, Adam Malik. Melalui beliau, untuk pertama kalinya negara kita lepas kendali. Dari rezim yang sangat membenci barat, berubah menjadi rezim yang sangat pro barat. Hingga kini. Salah satu warisannya ya, Freeport. Selengkapnya, baca bukunya Tim Weiner “Legacy of Ashes: The History of CIA (2007)”.

Kembali ke istilah intelijen, karena harus bersifat efektif, maka dalam prosesnya harus seakurat mungkin. Data-data yang dikumpulkan harus A1 (baca: admiralty one), yang artinya data harus terkonfirmasi. Agar supaya, tidak salah duga, salah tangkap, ataupun salah tembak.

Demikian pula dalam mencari pasangan hidup. 
Pastikan semua data yang kalian kumpulkan itu bersifat A1. 
Biar nantinya tidak salah duga, salam tembak, hingga salah lamar. 
Pastikan!

Namun, dunia itu berjalan tidak melulu seindah yang kita bayangkan. Ada hal-hal wagu tapi lucu kalau dipikir-pikir.

BIN atau Badan Intelijen Negara sebagai satu-satunya badan intelijen resmi (tidak termasuk intelijen di TNI dan Polri), ternyata masih saja berbuat blunder yang wagu tur lucu tadi.

Ini kisah tentang Banyu Biru (entah siapa dia, saya tidak tau), tapi gara-gara aksi ‘alay’ di jejaring Path, membuat malu dunia intelijen kita. Banyu Biru, yang kemudian saya tahu ternyata dia adalah anak dari Eros Djarot (sutradara sekaligus politisi) ini, sengaja pamer SK pengangkatan dirinya sebagai anggota Dewan Informasi dan Strategis Kebijakan Badan Intelijen Negara (DISK BIN). Padahal, dokumen tersebut harusnya bersifatย classified -rahasia.

Lha ini, baru diangkat saja sudah main bocor–bocoran, emang dia pikir atap rumah. Bocor dikit enggak masalah? lha wong produsen popok bayi aja, seringkali bangga bahwa produknya anti bocor. Kok ini, anggota BIN malah bangga bocor-bocorin data.

Bang Yos, kau ini bagaimana? atau aku yang harus bagaimana? milih anggota kok kaya begini. Kecolongan lagi?

Sehingga, atas kejadian ini. Saya mengusulkan kepada serikat tukang film di Indonesia, baik sutradara maupun produser film. Dari pada kalian bingung kehabisan ide, hingga membuat film hantu-saru-wagu-plus-ndak-lucu, mending sekali-kali bikin film intelijen, macam James Bond. Saya usul judulnya: James Boy. Singkatan dari James Bond tapi Alay. Sami mawon!. :mrgreen:

*Wagu (bahasa Jawa): tidak pantas.

Daniel-Craig-james-bond-BW
Om Craig (sumber)
Advertisements

27 thoughts on “James Boy: Quantum of Waguness

  1. oalah baru tau kalau milih intelijen 11 12 sama milih pasangan hidup.mesti dicatet gitu gak mas data nya? hahaa dibikin semacam skripsi biar lebih meyakinkan diri sendiri ๐Ÿ˜€

  2. Terkait kewaguan Banyu Biru, yang saya heran (oleh BIN) apa sebelumnya tidak diajarkan Code of Conduct, hingga berakhir dengan penandatanganan Surat Pernyataan Kerahasiaan?
    Ini bikin lembaga intelejen kita gak punya wibawa.

  3. Kocak nih mas bro. Ngompol2 saya lagi pause nonton Sicario nih, demi komen di post ini.
    Jodoh gak kemana emang… (ealah maksudnya?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s