Nasehat Batu Payung

Tahukah kau, kalau batu karang bisa musnah termakan ganas ombak? dan tahukah kau, bulir-bulir pasir yang kau injak, dulunya adalah batu karang yang gagah lagi tegak?

Yang namanya batu, jelas bersifat padat dan keras. Namun, hanya masalah waktu, hingga batu-batu itu hancur oleh sesuatu yang boleh dikata lunak. Air. Tapi, bukan sembarang air. Karena, tak semua air memberi efek yang sama. Ini bukan tentang air berikut kandungannya, lebih kepada sifat airnya.

Ya, hanya air berombak yang bisa mengikis batu. Air pasang surut inilah penyebab kehancuran karang menjadi bulir-bulir lembut bernama pasir. Andai, laut pantai selatan itu tenang. Tanpa ombak, tanpa pasang surut. Pasti, kita tidak pernah mengenal sebuah tempat bernama Pantai Batu Payung di selatan Lombok.

Maka, sebongkah karang tersebut adalah bukti nyata, kalau air pasang surut itu berbahaya.

Dan begitulah hati ini.

Sungguh, setiap hati dicipta Tuhan sekuat karang, setegar batu. Dia diyakini mampu melewati beraneka ragam rintang, pedih, dan letih. Tapi, ketika hati terus-menerus dihantam oleh pasang surut perasaan, apa jadinya?

Mungkin benar, perasaan kadang suka pasang surut. Tapi, janganlah dibiasakan. Janganlah menggebu dalam mencinta, jangan pula setengah mati dalam membenci. Karena yang namanya hati tetaplah hati untuk selamanya.

Steady. Berperasalah dengan tenang, jangan terlaru memburu. Berbagilah rasa dengan mantap lagi kokoh.

Agar hati-hatimu tetap utuh, karena dengan begitu masing-masing kau akan menerima dan memberi secara menyeluruh. Lagi futuh.

Advertisements

33 thoughts on “Nasehat Batu Payung

  1. “Sungguh, setiap hati dicipta Tuhan sekuat karang, setegar batu. Dia diyakini mampu melewati beraneka ragam rintang, pedih, dan letih. Tapi, ketika hati terus-menerus dihantam oleh pasang surut perasaan” mencoba bertahan sekuat hati layaknya karang yang dihempas sang ombak 😀

  2. Wah Batu Payung memang keren… tapi saya belum pernah ke sana Mas :hehe. Mudik bulan depan deh, mudah-mudahan bisa ke sana :hehe. Suka dengan postingan ini; kita bisa belajar dari alam, tentang bagaimana mengelola perasaan supaya jadi orang yang lebih baik lagi :amin.

  3. Keren mas. Di lombok tengah bagian selatan tempatnya. Dulu banyak org lombok yg gak tau tempat ini. Justru mulai dikenal ketika batu payung muncul di salah satu iklan rokok 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s