Toleransi

Tadi siang selepas jumatan, mata terasa berat sekali. Ngantuk. Mungkin efek makan siang sebelum jumatan tadi. Soalnya, malam sebelumnya juga tidak ada acara bergadang.

Dari masjid, akhirnya saya putuskan langsung pulang ke dorm tanpa mampir nengok anak-anak di lab. Ah kayaknya salah istilah. Di lab, justru saya yang masih boleh dikata anak-anak. Lha wong, pernah ada mahasiswa S1, mengira saya itu mahasiswa baru seperti dirinya, yang gresss baru masuk.

Akhirnya pulang. Tujuannya satu. Tidur.

Sampai di kamar. Seeet. Langsung tidur? enggak! malah buka laptop dulu, muter albumnya Coldplay yang terbaru. Dan yak akhirnya terlelap. Entah setelah lagu ke berapa.

Sejam dua puluh menit kemudian ngelilir. Belum sampai terbangun. Istilahnya masih magekur; males-gerak-di-kasur. Kebangun karena mendengar teman saya yang kayaknya lagi skype-an dengan keluarganya.

Tak lama kemudian, saya ngelirik roomate saya itu. Dia kemudian beranjak keluar kamar sambil nenteng laptop.

Cekreeek. Klek.

Mengokang senjata? bukan! itu suara pintu kamar mandi ditutup dari dalam. Ternyata roomate saya tadi tidak keluar kamar, melainkan cuma ke kamar mandi. Lha terus ngapain bawa laptop? jangan ngeres dulu, teman saya itu penganut Syiah yang taat. Kepatuhan beragamanya itu super sekali. Kisah tentangnya bisa dibaca di sini.

Terus di kamar mandi ngapain? skype-an ternyata. Itu terdengar dari suaranya yang mode bahasa planet (baca: bahasia Persia).

Karena mungkin khawatir menganggu saya yang lagi tidur, dia melanjutkan skype-an sambil ngumpet di kamar mandi. Kalau alasannya, rahasia-rahasian tentu enggak mungkin. Lha wong saya ndak mudeng bahasa dia.

Toleransi. Sudah pasti. Baik hati ya dia?

Lalu kita?

Gimana kabar toleransi kita? sudahkah teman-teman terdekat, sahabat, dan para tetangga nyaman atas kehadiran kita di antara mereka? atau justru kita menjadi perusuh di antara hening kedamaian?

Ahh semoga yang terjadi, adalah yang baik-baik saja.

Advertisements

24 thoughts on “Toleransi

  1. Kayanya aku jadi team rusuh-hore bagi teman2 deh. Tapi biasanya yang gitu ngangenin sih mas. Huahahahaha.

    Eh, aku masih punya toleransi juga kok mas. Percaya kan? *maksa*

  2. Ah, pas banget baca ini di perpus umum. Tadi ada cewek belasan tahun dateng dan langsung rusuh sama temannya. Pengen negur tapi nanti dikira songong…

  3. baik banget temennya, gak mau gangguin tidur masnya :-). bahasa planet lucu juga ya, saya sering gitu pas teman sekolah bahasa italy saya mulai ngomong bahasa mereka sendiri, misal yang dari rusia ketemu sama ukraina udah deh mereka pake bahasa yang sama dan saya cuman bisa melongo aja 🙂

  4. Saya izin mampir ke blognya.
    Beberapa waktu yang lalu saya mampir juga ke blog ini dan tiba2 mimpi pergi ke turki, shalat di sana yang ngimamin orang syiah.

    saya kemudian ada pertanyaan, apakah mereka seperti ‘sinis atau aneh (tidak tau kata yang lebih halus apa)’ kalau melihat muslimah sunni, misal pakai niqab? Bagaimana reaksi mereka?

    Maaf pertanyaan saya ini tidak usah ditampilkan tidak apa2.
    Qadarullaah, di kampus dosen saya pemahamannya beda2 dan kadang sedikit memojokkan pihak yang ‘aneh’ dalam berpakaian (aneh di Indonesia, misal bercadar tadi) saat membahas tentang hal tersebut sunni-syiah.

    • Monggo silahkan mbak…
      Hehe beneran sampai mimpi?

      Waduh, saya kurang begitu ngerti tentang itu. Teman saya yang syiah enggak banyak, kebanyakan mereka juga dari Afgan dan Iran. Kalo orang Turki sendiri mayoritas sunni-hanafi jadi jarang yang pakai cadar.
      Tapi sejauh ini, mereka (temen yang syiah) baik-baik tidak sinis atau macam2, tidak tau kalo di belakang

      Dilema niqab memang sejak dulu menghinggapi muslimah Indonesia, itu karena masyarakat yang belum ideal saja. Sehingga tingkat penerimaannya sedikit bermasalah… but at least, dibanyak instasi (kampus dll) memakai niqab diperbolehkan. Insya Allah kelak tiba waktunya, menjalankan sunnah tidak akan ada yang bermasalah.
      Semoga membantu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s