Tewas Gara-gara Makan Ayam

Baru kemarin saya menulis tentang per-ayam-an. Hari ini, membaca sebuah berita yang menyedihkan sekaligus memprihatinkan, masih ada kaitannya juga dengan ayam.

Ada seorang bapak-bapak berumur produktif (45 tahun) harus tewas setelah tersedak ayam goreng K*FC (maksudnya disensor) dalam sebuah perlombaan cepet-cepetan makan yang berhadiah utama 5 miliar. Widih itu setara gaji engineer yang dikumpulin selama puluhan tahun (asumsi tidak ada pengeluaran sepeser pun). Pantas saja, ada yang sampai berani bertaruh nyawa.

Tak terbayang, bagaimana kalau si bapak itu punya anak dan isteri. Hanya karena makan ayam goreng di luar batas adab, mempertaruhkan nasib anak isterinya tanpa kejelasan. Semoga saja, pihak EO dan K*FC sudah mengasuransikan peserta lomba makan tersebut lebih dulu. Meskipun begitu, dari ToC yang dilansir oleh penyelenggara, korban nampaknya tidak bisa menuntut secara pidana maupun perdata. Tuh kan, tambah kasihan.

Kasus seperti ini, competitive eating yang berakhir pada kematian tidak hanya terjadi sekali. Yang tercatat, sudah ada belasan korban dari kontes makan seperti ini (baca di sini). Selain menyebabkan tersedak (seperti kasus ayam K*FC di atas), ada resiko pendarahan dalam pada perut akibat pemaksaan volume perut, kenaikan kolesterol dan tekanan darah, serta resiko obesitas. Belum lagi, kontes seperti ini cenderung bertentangan dengan norma budaya lokal kita (tulisan saya tentang table maner ala Jawa) dan tentu adab-adab makan dalam agama.

Kaitannya dengan berita di atas, maka ada tiga hal yang perlu diperhatikan saat kita makan.

Pertama, jangan tergesa-gesa saat makan, meskipun bahkan ketika panggilan shalat sudah berkumandang sekalipun. Kedua, jangan melampaui batas (terlalu kenyang). Karena perut, butuh proporsi yang seimbang antara makanan, air, dan udara. Ketiga, jangan terlalu boros dan berlebih-lebihan. Karena, banyak di luar sana yang masih sulit untuk sekedar makan sehari saja.

“Apabila makan malam telah dihidangkan dan shalat telah ditegakkan, maka mulailah dengan makan malam dan janganlah tergesa-gesa (pergi shalat) sampai makanmu selesai.” (Muttafaqun ‘alaih)

“Tidak ada bejana yang diisi oleh manusia yang lebih buruk dari perutnya, cukuplah baginya memakan beberapa suapan sekedar dapat menegakkan tulang punggungnya (memberikan tenaga), maka jika tidak mau, maka ia dapat memenuhi perutnya dengan sepertiga makanan, sepertiga minuman dan sepertiga lagi untuk bernafasnya.” (HR. Ahad, Ibnu Majah)

“Seorang mukmin makan dengan satu lambung, sedangkan orang kafir makan dengan tujuh lambung.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jadi seyogyanya, perlombaan seperti itu tidak semestinya diadakan. Termasuk hal ini, lomba makan kerupuk sambil berdiri seperti saat lomba Agustus-an. Karena jelas bertentang dengan kultur budaya kita, bahkan cenderung ikut-ikutan. Kalau orang Jawa bilang ora elok.

Menurut Anda bagaimana?

Lebih lengkap tentang adab-adab makan itu silahkan baca halaman ini.

kfc

sumber gambar

Advertisements

54 thoughts on “Tewas Gara-gara Makan Ayam

  1. Hmmm, kalau menurut aku sih, buat para peserta lomba yang tidak menganut paham table manner ala Jawa dan juga sunnah Rasulullah, lomba ini sih nggak masalah. Apalagi, nggak hanya lomba, di dunia ini kan ada banyak hal yang juga punya resiko kehilangan nyawa. Semua keputusan akhirnya kembali pada diri kita sendiri.

  2. Let’s say peserta gak mempertimbangkan table manner dan sunnah Rasul, tetep loh gak bisa sembarangan ikutan competitive eating. Bahkan ada trainingnya sendiri loh. Ngomong-ngomong, apa paramedik di tempat acara waktu itu siap untuk menghadapi kasus seperti ini ya?

  3. Serius berita ini bikin sedih bgt tadi pas baca. (Kenapa mesti pake serius sih, Ta?) Emang sih hadiahnya menggiurkan tapi cepet2an makan ….. banyakan bahayanya deh menurutku. 😐

  4. Duh, jadi inget sempet pengen nyobain ikutan kontes beginian. Tapi bukan tergiur hadiahnya dan ga diniatin makan buru2 dll, cuma pengen makan selow tapi tetep gratis XD. Tapi ga tau sih ketentuannya gimana. Jadi inget kontes makan duren gitu beberapa waktu lalu. Ada batas minimal duren yg harus dimakan biar bisa gratis semuanya. Rugi juga kali ya panitia kalo ada yg niat datang cuma buat makan gratis trus pas kenyang tinggal bilang kepenuhan, hehe

  5. Aku baru tau kemaren sebelum baca ini sih, mungkin karena kurang update berita. Sempat kaget baru tau ada kematian karena tersedak. Yah mungkin EO nya belum ada koordinasi yang baik kali ya.. 😦

  6. Mas, itu warung ayam gak bisa dituntut karena apa ya? Karena sudah ttd sehat jasmani dan rohani?

    Susah ya, karena manusia2 dewasa ini yang memutuskan untuk ikut makan secara sadar.

    Saya setuju bahwa makan itu gak boleh cepat-cepat apalagi berlebihan. Kasihan perutnya.

    • Iya Mbak, ToC-nya bilangnya begitu. Tapi, apakah ToC seperti itu sudah cukup menjadi landasan dari bebas tuntutan saya juga kurang tahu. Tapi yang jelas, terkesan ‘apapun yang terjadi peserta tidak bisa menuntut’ begitu… kan ngeri 😦

  7. sekarang kita hidup pada masa dimana lebih banyak orang mati karena kekenyangan daripada mati karena kelaparan 🙂

  8. kasian banget. kalau denger ada kompetisi makan (banyak2an atau makan yg aneh2) kadang ngeri juga. makan kan harusnya seperlunya tubuh. kalau berlebihan pasti akan merusak. meskipun nanti jadi pemenang, dampaknya pada tubuh tetap ada.

  9. Petuah bijak para leluhur atau sunnah, selalu punya maksud baik di dalamnya.
    Tapi mungkin aja itu hanya jadi penyebab kematiannya *coba berpikir positif #halah*

  10. Ini kunjungan balik hehe. Tapi kebetulan aku juga turut prihatin Mas dengan kasus ini. Masih ga habis pikir gitu…kok EO sama KFC nya gak kepikiran sampe situ ya. Padahal fenomena tewas tersedak karena makan cepat itu sudah banyak. Di saat banyak orang kelaparan, eh ini ada event mendorong orang jadi rakus makan.Mending bikin lomba cepat cepatan sedekah ngasih makan KFC ke fakir miskin. Hehehe

    • Mungkin karena lokasi lombanya yang menyebar banyak, jadi kontrol panitia menjadi kurang. Tapi bagaimanapun, ini juga bagian dari ide marketingnya KFC, meski pada akhirnya blunder.

      Nah, ide bagus tuh, pasti publik banyak yang mengapresiasi 🙂

  11. Kalo niatnya memang pengen dapat hadiah, itulah manusia rakus ingin dapat hasil besar tanpa usaha kerja keras. Manusia instant macam begini memang banyak sekali bergentayangan menunggu kesempatan mustahil yang kadang diadakan oleh EO tak pintar alias bo*doh (maksudnya disensor, hahaha).

    ToC harusnya diberitahukan ke peserta sampai peserta benar-benar paham. Yang mengadakan lomba tak bisa berlindung dengan ToC. Kenal pasal itu….

  12. Sedih bacanya. emang sich lomba makan begini peserta dan penyelenggara sudah harus paham dulu aturan mainnya. resiko tersedak akibat makan dengan porsi yang banyak dan buru-buru pasti akan terjadi. hikss semoga kedepan tidak ada berita seperti ini lagi yach?

  13. mau nyalahin penyelenggara juga salah, mau nyalahin korban juga nggak mungkin. ada2 aja cara manusia berbisnis, ada2 aja cara orang nyari uang yang instan. dunia udah tua pak :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s