Rejeki Anak Adalah Rejeki Ibunya

Hallo world!

Anda tentu masih inget kan paid post saya yang terdahulu, bertajuk 6 Keuntungan Berstatus Mahasiswa ini. Setelah kewajiban tertunaikan, tak lama kemudian saya mendapat konfirmasi tentang hak-atas-kewajiban. Dari pihak sponsor, saya diberi hak berupa voucher belanja. Besarnya? hmm ndak perlu disebut kali ya, menurut saya, ada kode etik yang perlu dijaga. Kalau masih penasaran, ya kira-kira cukup buat nyicil Ducati 1299. *ngarep*

Tapi yang jelas, sebagai blogger partikelir seperti saya ini, berkesempatan mendapat kerjasama yang menganut azas simbiosis mutualisme tentu sebuah pengalaman baru tur luar biasa. Jadi, yuk mari, kalau ada yang mau kerjasama lagi. Ndak perlu sungkan-sungkan, cukup hubungi email saya yang tertera di pojok-kanan-atas, bawah avatar saya itu.

Dua paragraf di atas sekedar intermezo saja. Karena, setelah mendapat voucher belanja tersebut, saya justru bingung untuk apa. Secara: 1. Saya tidak pernah belanja online di Indonesia (kalau di Turki pernah beberapa kali). Tidak tau track record online-shop di tanah air, sehingga khawatir kalau misal kena tipu. 2. Saya bingung mau beli apa, secara lagi tidak pengin apa-apa pada waktu itu.

Kemudian, saya terbesit untuk mencarikan ‘jodoh’ untuk si-item (nama jam tangan saya). Dia resmi menjomblo, tepat sejak ia ditinggal pergi oleh si-chiko (jam tangan yang lain) 7 bulan yang lalu. Si-chiko pergi, karena ketinggalan di sebuah masjid di kawasan Kapadokya. Dan pikunnya, saya baru sadar setelah kembali ke Izmir. *tua*

Lalu, saya mencoba ngulik olshop yang menjadi sponsor tulisan yang sudah disebut di atas tadi, sebut saja Zalora. Pilih menu bagian pria trus klik jam tangan. Saya pengin jam tangan outdoor, yang bisa buat nyelem puluhan meter. *macam bisa nyelem aja*

Akhirnya, saya nemu jam yang saya inginkan. Berwarna hijau army bertampang macho dan gagah, kemudian saya melirik harganya. Weedan! bikin shock persis seperti nama merek jam tersebut. Meskipun, sudah dikurangi voucher belanja tadi, harganya tetep mengintimidasi kartu kredit.

Lantas, di tengah kepasrahan *halah*, saya teringat percakapan dengan orang tua beberapa waktu yang lalu.  Di telepon, bila saya pulang nanti, Bapak pesen oleh-oleh berupa minyak zaitun, maka Ibuk juga tak mau kalah. Beliau pesen dibeliin rukuh atau mukena.

Walah, permintaan yang susah. Lha gimana lagi, mbak-mbak muslimah Turki itu kalau shalat ndak pernah pakai mukena. Pakai hijab yang biasa mereka pakai, terus shalat. Udah, simple. Kan memang begitu fungsi hijab seharusnya, bisa untuk shalat. Jadi, mau ngubek-ubek seluruh Turki pun ndak bakal nemu mukena kayak di Indonesia. Dan Ibuk, keukeuh dengan permintaannya.

mukena

Andai, Ibuk minta yang lain, yang lebih available and accessible macam; calon menantu. Tentu, saya bakal tambah stress. 😄

Rejeki anak adalah rejeki ibunya. Dan, voucher belanja yang sempat nganggur beberapa pekan akhirnya menemukan muaranya. Sebuah mukena yang cukup antimainstream di antara mukena-mukena konvensional (yang hanya putih polos) yang umum dipakai, menjadi oleh-oleh untuk Ibuk yang datangnya lebih awal.

Kata Bapak, ketika kiriman paket mukena sampai rumah hari Rabu (3/24) kemarin, sore-nya langsung direyen oleh Ibuk. Beliau sumringah, mendapat mukena antimainstream bercorak bunga mawar agak kehijau-hijauan itu. Jika dipakai shalat maghrib di mushala, tentu akan menjadi pusat perhatian di kalangan ibu-ibu kampung. Dan kaum wanita pasti suka hal seperti itu, diperlakukan secara spesial sekaligus menjadi pusat perhatian.

Oya, saya memilih bunga mawar, karena ada semacam ikatan batin yang erat antara Ibuk dengan tanaman tersebut. Adalah tanaman bunga mawar di depan teras yang beliau tanam dan rawat sebagai tanda kelahiran saya dulu. Jadi, kalau ada yang penasaran berapa umur saya, tanya saja ke pohon mawar di depan teras rumah saya. Kami punya umur yang sama. 😀

Review singkat pengalaman perdana belanja di Zalora: Reliable dan Satisfied. Sangat recommended buat Anda yang hobi belanja tapi ndak suka ribet.

Bila, paid post perdana di blog ini baru cukup untuk beli mukena, bolehlah projek-projek selanjutnya bisa untuk menambah uang umroh, sukur-sukur buat modal mengikat mitsaqan ghaliza.

Kamu?
Kapan terakhir kali memberi hadiah untuk ibu atau ayah?

Memberi hadiah adalah salah satu seni berbakti. Berbakti kepada mereka, boleh dilakukan kapan saja tidak harus menunggu hari-hari khusus. Pun yang sudah menikah, kewajiban anak kepada orang tua tetaplah sama. Jangan karena sudah punya keluarga sendiri, lalu orang tua dilupakan begitu saja. Kita ada karena mereka, anak-anak kita (kelak) ada juga karena mereka. Our life belong to Him and them.

***

Meski ndak ada hubungannya dengan postingan, tapi entah, lagu di bawah ini kok shareable banget rasanya.

Have a nice weekend!

Advertisements

39 thoughts on “Rejeki Anak Adalah Rejeki Ibunya

  1. Manis sekali ceritanya… hadiah buat orang tersayang (orang tua). Beberapa kali dibikin ngakak pas baca tulisan ini. Pertama persoalan minta menantu dan yang kedua sejarah bunga mawar. Kesimpulannya, jikalau pengen tau umur, tanyakan saja pada mawar yang bergoyang haha.

  2. Hehehe kocak juga..segitunya Ibu mau mukena. Semoga sehat terus ortu nya Mas.Kalau saya terakhir kali membelikan sesuatu utk ibu…..hmmm *mikir keras* duh lupa, Ibu saya lebih suka mentahnya aja tiap abis gajian. Hahaha

  3. Andai, Ibuk minta yang lain, yang lebih available and accessible macam; calon menantu. Tentu, saya bakal tambah stress. 😄 ~> ngakak kejedot tembok! 😂 😂 😂

    Orang tuaku teramat sederhana. Aku akan mencintai mereka dengan juga dengan sederhana. *halah* Kalo dibeli-belikan sesuatu yang ada aku malah diomelin. Buang-buang duit aja, katanya. Huhuhu

  4. Setujuu maaaas. Rejeki anak rejeki ibunya. What a line! Hehehe keep being like that ya mas! Semoga nanti kalo ditagih calon istri, calon istrinya yang berbakti sama orang tua dan mertua wkwkwk.

  5. hahahaha soundtracknya loh magic >< udah pengen ngelamar seseorang ini kayaknya (walau belum tau sapa) :v

    anyway, sering sih ngado ibu ketika ulang tahun, tapi kalau ngado ayah itu suliiiiit ._. karena barang-barang, semua stafnya itu harus beliau sendiri yang milih kalau ngga gitu ga bakal pernah cocok. jadi kalau bapak ultah paling nraktir makan dimanaaa gitu hehe.

  6. Saya memberikan hadiah buat almarhumah Ibu dan almarhum Bapak saya lima kali sehari. Ya, betul, hadiah itu saya sampaikan habis sholat fardhu.
    Mukenanya cakep, euy.

  7. Dan ibu pun dengan penuh syukur sekaligus bangga mereyen mukena barunya yg tak bisa tergantikan oleh mukena ibu2 lain yg secakep apapun, kecuali ibu lain itu punya anak gadis merona mawar yg mau merekah *halah*

  8. Bahkan jam tangan bisa jomblo juga 😦

    Aku pernah juga dapet voucher gitu dan waktu itu lagi nggak butuh apa-apa ._. aku kasihin kakak, eh, habis itu dia minta-minta terus -_- dia kira voucher ada terus kalik ya -_-

    Eng… aku kadang bingung mau ngasih apa buat ibu, soalnya beliau bilangnya gini ‘kamu ada aja ibu udah ngerasa nyaman, feb’ soalnya kakakku merantau, adikku masih kecil. Aku berasa anak pertama kalau kayak gini ._. jadi, semoga besok bisa ngasih sesuatu ke ibuk deh :’

    Wohooo Rudeee 😀 *goyaang 😀

    • Biar para jomblo makin banyak temennya mas, #YNWA 😀

      Tanya aja ke beliau Mas, butuhnya apa biar enggak bingung 😀
      Dan bener, kehadiran itu lebih berharga dari semahal apapun hadiah yang diberikan…

      • Wahahah bisa-bisa ya :’ jadi aku harus berteman dengan jam tangan yang jomblo juga ya :’ wkwkwk

        Nanti nggaaak surprize ._.
        Nah bener kan :3 maka, hadirlah ke pelukan Ibumu, Mas :’)

  9. Aku sih dapet voucher ndak pernah nganggur, langsung ku pake besoknya jugak hahaha. Semakin lama gak dipake, semakin males milih barangnya. Jadi disegerakan aja aku mah 😛 *alesan padahal doyan belanja aja*

  10. Wah udah dapet job review aja. Saya juga pingin dapat tawaran macam itu biar bisa buat pamer ke temen2 ha ha ha…..

    Mungkin udah dari sononya rejeki tersebut memang buat ibunya.

  11. ternyata paid review ya hm hm inget jaman dulu lewat blogspot juga aku lumayan sering dapet paid review, kalo di wordpress aku masih in the amazon hehe nubi nubi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s