7 Tips Otostop Selama Perjalanan

otostop
Otostop (pict: kelimelerbenim.com)

Travelling, pada dasarnya adalah sebuah proses perpindahan dari suatu tempat ke tempat yang lain (kayaknya semua orang sudah tahu tentang hal ini). Karena, dari definisi ada kata ‘perpindahan’ tentu dibutuhkan moda/alat untuk menunjang hal tersebut. Moda itu bisa berupa sepasang kaki, sepeda, motor, kereta, hingga pesawat luar angkasa terbang, tergantung bagaimana medan dan jarak perpindahannya, serta yang tak kalah penting adalah budget yang Anda miliki .

Sementara itu, dalam travelling, pos biaya untuk transportasi biasanya menempati porsi terbesar. Sehingga, sebuah riset awal untuk menentukan moda transportasi yang tepat akan sangat membantu mendegradasi moral biaya selama perjalanan.

Ada satu alternatif yang bisa Anda dipilih untuk mengurangi atau bahkan menghapus biaya transportasi, yaitu dengan cara nebeng atau mencari tumpangan.

Dalam dunia tebeng-menebeng sendiri, terbagi menjadi dua jenis. Yakni; aliran moderat dan aliran ekstrim. *halah*

Pertama, nebeng dengan janjian (selanjutnya cukup disebut dengan ‘nebeng’ saja). Aliran satu ini, antara yang akan nebeng dan yang ditebengi sudah saling tahu (janjian), termasuk juga deal apa sebagai pengganti perjalanan. Entah itu berupa; share bensin, snack, atau sekedar pijet-pijet pundak sepanjang perjalanan. Intinya, aliran satu ini satu sama lain sudah ada kesepakatan terlebih dahulu.

Oya, bahkan kini aliran satu ini sudah sangat berkembang (baca: dakwah-nya cukup berhasil) khususon buat mereka yang tinggal di Jakarta. Berawal dari komunitas nebengers via twitter, kini komunitas para penebeng ini menjelma menjadi sebuah aplikasi smartphone yang cukup membantu. Keren!

Aliran kedua adalah nebeng tanpa janjian (selanjutnya disebut ‘otostop’). Aliran satu ini cukup ekstrim, karena penebeng asal stop, tanpa pernah tahu siapa dan mau kemana pemberi tebengan akan pergi (dan sebaliknya).

Oleh karena aliran satu ini cukup ekstrim, maka dibutuhkan treatment khusus sebelum menjalaninya. Berikut beberapa tips otostop versi saya;

1. Berpenampilan wajar dan membawa barang yang wajar pula.

Penampilan tidak hanya penting saat Anda akan datang ke kondangan atau menghadap calon mertua, melainkan juga dalam sebuah perjalanan. Karena tentu, penampilan yang baik akan membawa kesan yang baik pula. Lantas, penampilan seperti apa yang cocok untuk otostop?

otostop_turkiye_canli
Penampilan oke, tapi barang bawaan? *mikir (zaytung.com)

Yang wajar-wajar saja. Hmm gimana itu? Saya sendiri susah untuk menjelaskannya. Setidak-tidaknya begini; tidak berlebihan atau malah alay, perhiasan (kalau memakai) ndak perlu dipamer-pamerkan, bersih alias jangan terlalu kelihatan ngegembel, dan yang pasti berpakaian sopan. Selain itu, barang bawaan juga yang normal-normal saja, jangan sampai merepotkan orang yang akan Anda tumpangin.

2. Cari lokasi otostop yang tepat.

Sesudah penampilan oke, Anda pun dituntut tau diri. Karena tidak semua tempat bisa dipraktekan aliran satu ini. Tempat-tempat yang biasanya haram untuk otostop adalah jalanan dalam kota (yang banyak taksi dan angkot lainnya), gang-gang sempit (entar justru dikira ngemis), serta jalur-jalur pendakian (lha masak minta digendong?).

Lokasi yang pas untuk otostop biasanya pada tempat-tempat yang terpencil yang jarang kendaraan. Pada lokasi ini, pemilik kendaran biasanya cukup paham ketika ada orang yang memberi ‘kode nebeng’, sehingga mereka secara suka rela mau memberi tumpangan gratis.

3.  Pilih kendaraan yang standard.

Tidak semua pemilik mobil mau memberhentikan kendaraanya untuk mengangkut orang asing, padahal masih banyak tempat kosong. Alasannya bisa macam-macam. Nah, menurut pengalaman, mereka ini adalah pemilik mobil-mobil lux. Yang harganya bisa mencukupi biaya resepsi 4-5 pasang pengantin. Wajar sih, mereka cenderung tidak mau. Karena semakin ‘wah’ kendaraan, godaan kriminalnya semakin tinggi. Hal sama juga terjadi pada kaum wanita. Semakin ‘wah’ penampilan, godaan yang datang pun semakin banyak.

_DSC4277
Aa’ Nopal ber-otostop mercy = php (dok pribadi)

Nah, kendaraan yang biasanya mau berhenti dan memberi tumpangan biasanya berupa; pick up, truck, atau jenis-jenis mobil lain yang sudah sedikit berumur alias tidak kinyis-kinyis lagi.

Selain itu, mayoritas pemberi tebengan adalah kaum laki-laki. Terlepas dari kecendrungan kaum perempuan yang sering merasa insecure bila ketemu orang asing, pemberi tebengan laki-laki adalah pilihan yang paling tepat menurut saya. Karena pada mereka ini, kalau mau sign kanan pasti akan belok kanan, sign kiri ya belok kiri. Sedangkan kaum perempuan? hmm… monggo silahkan jawab sendiri ^^

4. Beri tanda stop yang tepat

Seperti halnya cinta, otostop juga memiliki kode khusus untuk memulainya. Tidak memberi kode, orang tidak pernah tau kalo Anda sedang mencari tambatan hati tebengan.

Kode yang paling umum -yang dimengerti oleh banyak orang adalah berupa melambaikan tangan atau mengacungkan jempol tangan. Jadi, tidak perlu Anda teriak-teriak minta tebengan atau membuat tulisan besar-besar, dengan melakukan hal itu orang-orang akan tau.

Kombinasi gestur sedikit memelas dan lambaian tangan, orang-orang baik hatinya akan merasa kasihan memberikan tumpangan kepada Anda. Oya, saat melambai cukup dengan semua jari disejajarkan atau hanya jempol saja, jangan ditambahi dengan jentik manis yang keriting. Entar Anda disangka apa-apa.. 😀

5. Sampaikan tujuan Anda dengan lugas dan jelas.

Seperti halnya akan melamar anak orang, sampaikan niat dan tujuan Anda dengan lugas, jelas, lagi dipercaya. Pemilik kendaraan saat pertama kali memberhentikan kendaraan biasanya akan bertanya ‘mau kemana?’ Nah, ketika ditanya seperti itu tidak perlu gugup, sampaikan tujuan anda secara global saja (misal kota tujuan, tidak perlu sampai nomor gang dan sebagainya).

Kalau misal pemberi tumpangan oke, barulah Anda sampaikan detailnya. Syukur-syukur sang pemberi tebengan mau menghantar sampai tujuan yang Anda inginkan.

6. Jaga adab dan jangan banyak komplain.

Sebagai otostop-ers Anda harus dituntut untuk menjaga adab, jangan sampai membawa ketidaknyamanan pada orang yang Anda tebengin. Adab-adab terpenting yang harus Anda lakukan diantaranya; berucap terimakasih sesaat memasuki kendaraan, mengenalkan diri, dan berusaha ramah selama perjalanan.

Yang tak kalah penting adalah Anda harus tau diri alias jangan banyak komplain. Bila Anda seringnya naik Camry, lalu ketika otostop dapetnya Carry ya jangan menggerutu. Terima dia apa adanya, jangan terlalu menuntut arti sempurna. *halah*

Jika Anda mendapati kendaraan dengan bau ikan teri, anggap saja saat itu Anda sedang berkendara dengan limosin dengan bau wangi minyak kasturi.

Hidup itu nikmat, bila kita merasa ringan untuk mensyukuri.

7. Kembali ucapkan terimakasih ketika sampai pada tujuan.

Orang itu cendurung senang ketika ada yang mengucapkan terima kasih, bahkan ketika Anda sedang disakiti pun akan terasa indah bila Anda membalasnya dengan ucapan terima kasih. Tak ada yang merugi dari ucapan terimakasih, semakin banyak Anda berucap hal itu orang akan senang dengan Anda. Itulah mengapa, orang Jepang suka angguk-angguk berulang kali kalau sedang berterima kasih. Karena berterimakasih, juga sebagai bentuk respect kita kepada orang lain.

200187871-002
Respect (pict: duncansensei.com)

Nah diatas adalah 7 tips otostop versi saya, bila dipraktikan dengan runut dan baik, perjalanan Anda akan berakhir indah lagi sakinah, mawadah, dan rahmah (maksudnya; tenang, romantis, serta mendatangkan banyak kebaikan/rahmat). Selamat mencoba!

Kalau kamu?

 

Advertisements

30 thoughts on “7 Tips Otostop Selama Perjalanan

  1. Lebih suka pake istilah exploring daripada travelling. kalo travelling hanya berpindah, exploring bisa berpindah sambil menyelidiki hal2 aneh selama di jalan…ehehe…piss ya Mas. beda pendapat boleh asal jangan ada perpecahan (^^)v #gakPenting

    baru tau kalo nyari tebengan kayak gitu itu namanya otostop. kalo di luar banyak kayaknya ya, kalo di negeri sendiri kok yo jarang ngeliat ya. dan, travelling ke luar angkasa udah mau ada lho Mas..tahun 2020 target ada pesawat luar angkasa khusus jadi semacam hotel buat turis yang mau menjelajah angkasa…harganya..jangan tanya..silakan kalo mau mencoba 😀

  2. Oh bahasa kerennya nebeng itu otostop…tapi asli ga berani sih nebeng atau ditebengin orang ngga dikenal.Di sini kayaknya sih susah banget, kalau uatu saat ada pasti mostly jadi sarana kejahatan atau kalau beruntung jadi ajang pencarian jodoh. Haha

  3. Aku donk sudah praktekkk *Oh betapa kerennya saya O_O

    -> https://dyahsujiati.wordpress.com/2015/01/07/mbolang-semarang-1/
    -> https://dyahsujiati.wordpress.com/2015/01/07/mbolang-karanganyar-tawangmangu/
    -> https://dyahsujiati.wordpress.com/2015/01/07/mbolang-karanganyar-candi-ceto/

    Hohhohoho

    *padahal memurut sebagian orang, “kamu itu perempuan macam apa? Bisa-bisanya seenaknya gitu nebeng orang nggak dikenal! dasar perempuan gak jaga diri!”

    -_________________-“

  4. Aku dulu pernah otostop waktu kuliah, karena pulang dari lab kimia organik kesorean sehingga ga ada lagi bus universitas dari indralaya ke Palembang. Pertama ngerasa agak horor juga karena cewe kog setop2 kendaraan di pinggir jalan. Tapi Alhamdulillah Allah maha baik, saya ‘diangkut’ sama bapak2 wartawan dari Antara 😀

  5. Otostop (ini kosakata baru bagi saya, sebelumnya hitchhiking yang saya tahu, terima kasih) ini memang bisa sangat menghemat biaya, ya… cuma menurut saya risikonya agak besar sih… soalnya baik yang menumpang (bagi yang ditumpangi) dan sebaliknya, yang ditumpangi sama-sama orang yang tak dikenal… ah ini mah sayanya saja yang terlalu paranoid :haha. Orang-orang tentu bisa menilai siapa yang menumpang dan sebaliknya, siapa yang ditumpangi :)). Terima kasih buat tipsnya!

  6. Wah baru tau istilahnya otostop. Sering liat di film-film Barat, kayaknya gampang aja dapat tebengan di tengah jalan gitu….
    Pengen nyoba, tapi kalau ada temen. Sadar diri kalau cewek itu kadar waspada dengan orang asing harus selalu siaga 1. Jadi yaaah, tetep berpegang teguh sebagai pengguna jasa kendaraan umum sejati atau jalan kaki… *angkoters mana suaranyaaaa~*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s