Sahabat dan Kesendirian

Sungguh, urusan jodoh hanyalah sepersekian nikmat Tuhan.

Begitulah komentar saya pada sebuah postingan dari seorang teman blogger di seberang sana. Saat berkomentar itu, saya tidak melakukannya dengan sembarangan alias sebatas sekedar berkomentar, bukan pula sebagai sebuah argumen pembenaran. Melainkan, hasil dari sebuah perenungan panjang, pemikiran mendalam, serta penghayatan akan arti kehidupan.  *halah*

Karena pada kenyataannya, kehidupan tidak hanya sebatas diperanakkan-beranak-memeranakkan. Ya, hidup itu tidak sekedar jadi anak lalu bikin anak.

Kalau hidup sekedar bikin anak, monyet pun melakukan hal yang sama.

~Mungkin, begitu kata Hamka bila beliau hidup di jaman sekarang.

Adalah banyak nikmat Tuhan yang berceceran. Tak terhitung, kalau manusia memintanya untung menghitung. Tak bernilai, kalau pun mau dinilai. Nikmat Tuhan akan selalu ada, tanpa peduli ada manusia memintanya.

Dan salah satu nikmat itu adalah nikmat kesendirian persahabatan.

Bila kau seorang traveller, maka salah satu nikmat dari perjalanan adalah ketika kau tidak direpotkan oleh banyaknya birokrasi yang mesti dilewati. Misal; repotnya izin dari anak-isteri.

_DSC4173-1
Bisa kemana aja sesuka hati

Bila kau seorang penghobi masak, maka salah satu nikmat masakan adalah ketika kau bisa menyajikan masakanmu tanpa khawatir dikomentari. Dikritik sana-sini.

DSC_0287
Sendiri itu mandiri, belum ada yang masakin ya masak sendiri.

Bila kau seorang pembelajar, maka nikmat terindah adalah engkau bisa belajar jadi dirimu sendiri tanpa ada orang yang menuntutmu melakukan sesuatu tanpa ada kemauan dalam diri.

DSC_0273
Sekedar nyambel aja bisa seserius ini, apalagi…

Dan itu semua, hanya bisa kau lakukan saat kau masih sendiri, tak ada beban amanah bernama anak-isteri. Amanah yang teramat berat pertanggung-jawabannya.

Bukan bermaksud mengatakan bahwa pasangan dan keturunan menjadi penyebab lambannya aktualisasi diri, bukan. Namun pada kenyataannya, saat-saat menikah dan berumah tangga adalah saat kau berani dan harus berkompromi. Yang berarti, makin banyak yang kau urusi makin banyak terpendam ambisi pribadi.

 

DSC_0300
Sendiri bukan berarti selamanya sendiri bukan? selalu ada teman dalam kebersamaan

Dan bila saat ini kau sedang sendiri, coba tengok sebelah kanan dan kiri. Ada sahabat-sahabat seperjuangan, mereka yang selama ini telah membantu mengeja pemikiran, hingga mengulurkan tangan dengan hati penuh keikhlasan. Mereka akan selalu bersamamu di saat dirimu pada titik lemahnya, maka jangan sekali-kali menghinakan mereka di saat mereka pada titik lemahnya. Pada saat-saat inilah, ada kesempatan kau bisa bergumul dengan mereka penuh makna.

Maka, nikmatilah setiap tahapan prosesnya dan selalu berusaha yang terbaik. Itu saja.

_DSC4193
Dalam perjalanannya, pertemanan kadang perlu melewati jalan terjal
_DSC4203-1
Namun pada mereka, kita bisa menemukan salah satu sumber kegembiraan.
_DSC4213-001
Dan sebaik-baiknya sumber kegembiraan, adalah ketika ia menghadirkan ketundukan yang semakin menunduk di hadapan Tuhan.

Lantas, nikmat Tuhan yang manakah yang hendak kau dustakan?

Pelajaran Hidup No. 15

Advertisements

48 thoughts on “Sahabat dan Kesendirian

  1. Persis. Terkadang kita menghargai sesuatu ketika sesuatu itu sudah lewat dari keseharian kita; bagi saya ya contohnya ya kesendirian dan kebebasan birokrasi. Tapi kesini-kesininya, berumah tangga itu lain lagi yg dirasa, karena kemana2 bawak buntut itu lain lagi enaknya hehehe 😳 😄

  2. Luar biasa sekali mas perenungannya. Meskipun memang menemukan jodoh, settling down dan membesarkan keluarga itu membahagiakan, gak ada yang peduli disesali dan disedihkan dari kondisi jomblo eh sendiri. Banyak yang bisa dilakukan dan disyukuri.

  3. Setuju kak Parman, nikmat Tuhan salah satunya adalah dikelilingi sahabat2 baik. Ah foto2nya keliatan bahagia sekali. Foto dan kalimat penutup trakhirnya keren, saya suka. 🙂

  4. Mbok ya ditag teman yang di seberang sana biar tau kalau komeng yg terposting di lapaknya dimuat ulang sama komengtatornya. ^_^

    Awal sampe tengah ngakak tapi ujungnya jadi serius begini 😄

  5. Bagus sekali. :’) Dalem, penuh perenungan, dan disampaikan dengan bahasa yang asyik. Oya, izin copas kalimat yang quoteable ini ya, Mas >> ” Sungguh, urusan jodoh hanyalah sepersekian nikmat Tuhan.” buat di-share ke teman-teman yang sedang galau jodoh juga. Hahaha

  6. Berarti, salah satu nikmat kesendirian itu, bisa merenung persahabatan dan perjalan sedalam ini 😀 *tanpa bawelan dan riuh rendah suara bocah yg jadi musik kehidupan pernikahan #eh*

  7. Foto-fotonya bagus mas! >.<
    Btw, hal-hal yang mas tulis justru hal yang dikhawatirkan perempuan (soal kehilangan kebebasan dll). Karena, pihak perempuan yang dituntut mengabdi dan mesti lebih banyak 'berkorban'. Ternyata laki-laki juga takut akan hal itu ya….

  8. Sebenarnya, aku lebih terpesona sama foto-foto monokrom kece itu. Tapi ternyata tulisannya pun nggak kalah ketje. Aku juga sebagai perempuan sedikit-banyak setuju soal isi postingannya.

  9. Alhamdulillah, banyak yg (masih)sekondisi dengan saya *malah gagal fokus ke komeng2 di atas

    But overall, I agree. NikmatNya mendahului ujianNya bahkan. Setelah kesulitan, ada kemudahan. This too, shall pass.

  10. Iya deh, dari sekarang gak akan ngatai2n lagi soal umur dan nikah hehe. Soalnya ada kemungkinan besar juga kami-kami ini akan menjadi pengikut beberapa tahun kedepan

  11. Makjleb, hehee.

    Jadi keinget kawan lama yg ilang nta kemana, memang berteman itu adalah hal yg paling manusiawi di semesta mungkin, selain itu hanyalah manusia yg kebanyakan gairah kurang bisa nikmati senja *loh* hihiii.

      • Hahaa, ya kalau bisa jangan sampai loh, senja (tua) itu hakiki ga boleh di ingkari, sudah cukup gairah mulai fajar menyingsing. Sebelum petang kembali, menikmati senja adalah renungan terbaik mas. “Menurut saya sih” hihihiii

      • Wkwkwkk, bisa jadi kalau begitu mas.

        Tapi justru karna paradigma gila semacam itu yg buat peradaban semakin fake, entah dunia yg semakin gila karna kemajuanya atau memang saya yg ketinggalan zaman kali ya. Kikikikkkkk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s