Tafsir Hidup

Hidup di dunia itu laksana roda. Berputar dan terus bergerak. Tidak akan pernah steady keadaan seseorang, meskipun kecil tentu ada yang berubah. Begitu kata seorang tambal ban.

Hidup itu gema. Yang memantulkan hal sama setiap tingkah laku manusia. Berlaku buruk maka akan kembali hal buruk, pun sebaliknya. Begitu kata orang yang pernah masuk gua.

Hidup itu bagaikan bunga. Terserah apapun bunganya. Pada masanya akan layu dengan sendirinya ataupun dipetik dengan sengaja. Itu mesti terjadi. Dengan begitu akan muncul bunga yang baru. Yang lebih harum dan ayu tentunya. Begitu kata seorang perawat kebun.

Dan kehidupan dunia itu seperti api unggun. Semakin mendekat sejatinya akan semakin tersiksa. Bila tidak tahan bahkan bisa hangus terbakar olehnya. Tapi, kita tidak pernah mau menjauh darinya. Takut dingin katanya. Begitu kata seorang anggota pramuka.

Ya, begitulah sejatinya hidup. Dia layaknya senyawa. Bisa berubah-berubah tergantung unsur yang mendekatinya. Bertafsir berbeda tergantung siapa pelakunya.

Maka benarlah kata kakek Pramudya.

Hidup sungguh sangat sederhana. Yang hebat-hebat hanya tafsirannya

Ya, yang hebat dan indah itu hanya tafsir-tafsirannya. Seperti dulu ketika kami ditafsir begini.

Screenshot_2

Sebuah penafsiran yang berani dan mendekati kebenaran. Ditambah dukungan sumber daya para calon mertua yang bertaburan kala itu, tapi nyatanya?

Yang segera (dan sudah) mengikuti tafsiran anak-anak jurusan justru baru satu. Sisanya jangan tanya lagi. Yang perempuan sedang mengejar Ph.D, sementara sisanya tetap qanaah dengan status engineer tampannya, kecuali satu yang agak tengah karena statusnya sekedar bekas engineer.

Apalagi kini, statusnya bukanlah apa-apa.

Barangkali, yang paling dibutuhkan oleh yang tengah berkacamata itu hanyalah lembaran-lembaran putih baru. Untuk kembali menafsirkan tentang dunia dibalik kacamatanya.

Tafsir macam apa?

Lha mbok, ayo dipikir karo mlaku.

_11A8714

 

Advertisements

57 thoughts on “Tafsir Hidup

  1. Mangke rumiyin Mas, perkawis mikir sinambi mlampah mlampah punika gampil kemawon. Nanging kula badhe nyuwun priksa, mahasiswa ingkang jejer jejer punika, panjenengan ingkang pundi? 🙂

  2. Mlaku sambil mikir itu bisa nabrak calon mertua yang sedang cari calon mantu juga bisa, karena ada juga yang bilang hidup itu keajaiban *kata pesulap mungkin 😀

  3. dunia itu seperti soal matematika. Rumit, ketika tak tahu rumus untuk mengerjakannya. Mudah, ketika paham rumus untuk memecahkannya. Demikian kata guru matematika..
    Asik ini, menerka tafsir hidup dari berbagai pandang yang berbeda 😀

    Barakallah Mas, semoga ilmunya bermanfaat..
    dan, selamat bergabung di dunia pengangguran (^^)v *ditimpuk salju dari turki

    • Tapi, untuk menyelesaikan soal matematika terkadang tak perlu rumus, bisa diselesaikan beli paham akar masalahnya. Nah lho… 🙂

      Syukron Mbak… aduh iya nih. Semoga gak lama2 ya, at least sudah berhasil melepas ‘status aman’ ini. Karena kedepan masih banyak hal yg ingin digapai.

      *kalo ada info lowongan japri yak…* hehe

      • iyapp..rumus pun tercipta dari kepahaman akan akar masalah..makanya nulisnya pake kata ‘paham’ bukan hanya ‘tahu’.. hehe (^^)v

        Lowongannya cuma sekitar dunia kampus Mas..kalo cowok kan biasanya ke lapangan 😀

  4. barangkali begitu ya, menantu atau istri atau suami idaman… tapi…ketika kelak mendapatkan sesorang yang ‘gradenya’ (peringkat univ) lebih rendah maka akan diguyoni ijeh kalah pinter hehehe becandanya begitu… seperti suami saya yang selalu ngledekin saya, cah ugm ijeh kalah pinter karo cah umm… wong gelem dipek, hehehe hanya becandaan saja sih 😀

  5. Prok prok prok, Cinta mau tepuk tangan dulu untuk tafsir hidupnya, suka ^__^b. Setelahnya, Cinta mau menangkupkan kdua tangan Cinta dari jauh dan bilang,
    “Selamat atas wisuda s2 nya mas Slamet, smga stlah ini beneran jadi menanti idaman, aamiin aamiin 😊”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s