Rekat

Akhi, ta’ala nu’minu saa’ah

Kapan terkahir kalinya kaki ini menapak majlis-majlis ilmu, telinga mendengar al-Hikmah, dan mulut memperantara ilmu yang datang sebelumnya?

Akhi, ta’ala nu’minu saa’ah

Kapan terakhir kali kau menyapa saudaramu dengan sepenuh cinta dan ikhlas. Cinta yang tumbuh karena taqwa. Perasaan yang muncul karena ia hadir dari keseragaman makna. Kapan pula kau mengunjunginya? entah untuk sekedar bersenda gurau (sewajarnya) atau memang untuk membahas hal-hal yang tak sanggup kau pikul sendirinya.

Akhi, ta’ala nu’minu saa’ah

Kapan pula terakhir kalinya kau memperlakukan saudara, teman, keluarga, dan orang-orang terdekat lain dengan sangat pantas. Senatiasa merekat tidak menderai. Menasehat tapi tidak sampai menyubit luka yang tengah menganga.

Akhi, ta’ala nu’minu saa’ah

“Saudaraku, mari barang sejenak kita beriman”. Betapa perkataan indah dan mulai. Perkataan yang lahir dari hati yang penuh cinta dan ikhlas. Perkataan Ibnu Rawahah kepada sahabatnya Abu Darda’.

Akhi, ta’ala nu’minu saa’ah

Jika saat ini masih tersisa orang-orang seperti Ibnu Rawahah di kanan-kirimu, maka rawatlah mereka. Rekatkan kembali ikatan itu. Kunjungi rumahnya. Atau sekedar telepon dan tanyakan kabarnya. Karena mereka tak hanya teman di dunia, tapi menjadi penolong di akherat kelak.

Karena tidak selamanya teman dekat menjadi teman dekat, barangkali ia menjadi musuh yang menyeret kita dalam siksa-siksa mereka. Menjadi musuh yang menjadi pengurang atas timbangan amalan kita.

“Close friends, that Day, will be enemies to each other, except for the righteous. (43:67)

Jadi, kapan akan mulai rekat kembali?

…uhibbukum fillah.

#NTMS

Advertisements

37 thoughts on “Rekat

  1. hmmm, Sabtu-Minggu ini mas Slamet, tgl 10-11 Sept 16, dua orang shabat Cinta mau nginep di tempatnya Cinta, yang jelas kita mau berhaha-hihi lagih, mau kangen-kangenan lagih mumpung libur panjang, ya ga? Seruuuu, seru seru menyenangkan pastinya, hhihihi ^__^.

    Terus mas Slamet kapan? *balik nanya 🙂

  2. “Close friends, that Day, will be enemies to each other, except for the righteous

    Baru aja ngalamin. Memang tidak secara langsung menyeret ke kesesatan tapi membuat hati saya dipenuhi kemarahan apa nggak sami mawon. Untungnya masih banyak teman lain yang mengangkat saya dari lubang dendam. Salah satunya panjenengan. Matur nuwun pencerahannya…. Selamat sudah wisuda lagi. Inget lho masih punya ‘utang’ terjemahan Yansin Geceler…:)

  3. Semoga tulisan ini menjadi salah satu ladang perekat dan pengingat agar kita bisa menjadi teman penolong satu dengan yang lainnya di akhirat kelak. Amiin.

    Tulisan yang bagus mas. Bagus isinya, indah juga bahasanya. Saya suka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s