Buku Ini Tidak Dijual

“Mengapa Bapak rela bersusah payah membaca di dalam kereta yang penuh sesak?”

Padi menarik napas dalam, sesaat sebelum menjawab tanya seorang ibu hamil, yang baru saja ia persilahkan duduk.

“Menjadi seorang ibu adalah tugas mulia. Iulah mengapa seorang wanita yang sedang hamil rela berpergian ke manapun dengan selalu membawa perut besarnya. Bahkan, ketika menempuh perjalanan panjang. Begitu pula dengan membaca, Bu”

Ketika membaca petikan dialog pada bagian awal dari buku ini, saya langsung terkesima dengan sosok Padi, yang saya duga adalah oknum utama dalam buku ini. Tapi, setelah membaca chapter demi chapter ternyata bukan. Dugaan saya salah. ^^

Ya, buku ini unik. Saya sering kecelik dengan plot dalam novel ini. Novel ini mengangkat tema sederhana, tapi terasa begitu ngilu khususnya bagi mereka (termasuk saya) yang belanja buku dan minat bacanya biasa-biasa saja. Yang mana, uang bulanan mereka lebih sering berakhir di jamban (untuk jajan) atau menguap jadi karbon monoksida (buat jalan-jalan atau asap rokok misalnya) begitu saja, daripada mengendap berarti dalam ingatan atau membumi dalam hati.

Saya tidak ingin mengatakan, bahwa pilihan berakhir di jamban dan buang-buang karbon monoksida itu pilihan buruk. Tapi, lha mbok seyogyanya manusia itu sekali-kali mendahulukan perintah Tuhan yang paling pertama ini. Yaitu;

IQRA! Bacalah! Bacalah! Bacalah!

Buku ini adalah buku ke-enam yang saya beli dalam dua bulan belakangan ini. Tapi sayangnya, baru empat yang baru benar-benar selesai saya baca. Sisanya masih terbungkus rapi. Banyak waktu luang ternyata tidak membuat produktivitas membaca hebat menggelora haha. Selalu aja ada alasan kerjaan yang membuat aktivitas membaca sore hari sambil ngeteh hangat tertunda.

Namun,

Istimewanya, buku ini saya dapat dari penulisnya langsung. Namanya Mbak Henny Alifah. Panggil saja Alif, lha wong beliau manggil saya cuma tinggal Lam. Haha *peace*. Seorang penulis muda alumni kampus Gadjah Mada yang juga nyambi jadi blogger. Tapi sayangnya, saya lupa minta tanda tangan beliau saat itu. Kan jarang-jarang, beli buku bonus tanda-tangan aseli sang penulis.

Oke, kembali ke buku.

Secara singkat, novel ini bercerita tentang petualangan Gading dan Kingkin (seharian). Ya, buku ini plotnya cuma sehari. Tapi entah bagaimana caranya, sama penulisnya dibikin panjang hingga jadi satu buku. Saya jadi teringat, seri manga One Piece karya Ochiro Oda. Arc sehari (Dressrosa) bisa memakan 2 tahun. 😀

Meskipun cuma petualangan sehari, tapi tetap menarik untuk diikuti. Tapi tenang, ini bukan petualangan roman picisan antara Gading dan Kingkin dalam mencari harta karun one piece cinta. Tapi petualangan mereka dalam mengejar buku-buku koleksi bapaknya Gading, Padi. Lebih lengkapnya, baca saja sendiri ya. 😀

Banyak kutipan-kutipan menarik, sekaligus makcleeess ngena di dalam buku ini. Tak heran, seorang Afifah Afra menilai buku ini dengan: otokritik yang brilian.

Contoh kutipannya berikut ini.

“Buku memang benda mati. Tetapi, dia dapat menghidupkan jiwa yang kering”

Ya, tak hanya harapan yang menjadi energi kehidupan (jadi teringat selogan sebuah blog ngehitz itu :D), buku juga menjadi energi positif yang menghidupi jiwa-jiwa yang kering.

Pesan moralnya; bila tak ada lagi sisa harapan dalam benakmu, atau kamu sering jadi korban dari pemberi-harapan-palsu, maka banyak-banyaklah baca buku!. Jangan cuma galau-merana di pojokkan!

Begitulah, pesan kuat yang saya tangkap setelah membaca buku ini.

Terima kasih mbak Alif! ^^

Kalau kamu, sudah baca berapa buku pekan ini??

Happy Reading!!!

henny-13-620x897

Note:

Judul: Buku Ini Tidak Dijual
Penulis: Henny Alifah
Penerbit: Indiva Media Kreasi
Harga: Rp. 46.500,-
Penilaiaan: 4 stars

Advertisements

33 thoughts on “Buku Ini Tidak Dijual

  1. Waw cuma sehari! Jadi inget film Janji Joni, dia juga settingan filmnya cuma sehari, mulai dari pagi sampai malam. Film yang jadi referensi koleksi lagu-lagu aku sekarang huahua.
    Btw, leh uga nih buku. Tapi apa daya aku masih berkutat sama Lelaki Harimau-nya Eka Kurniawan. Habis buku itu, baru cari buku baru deh. Makasih rekomendasinya!

  2. petualangan mencari koleksi buku…heu…mau..
    sayang, bukunya tidak diual ya Mas..yo wis, saya pinjem aja Mas. kalo udah slese baca tolong bukunya dibungkus trus dikirim ya Mas. kasih deh alamatnya..oke??

    one piece udah tamat Mas? mau lah baca akhirnya..aja..kalo udah tamat 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s