Bersiap Menyapa Ramadhan

ramadhan2

Tak terasa. Sebentar lagi, dalam hitungan hari. Tamu teramat agung itu akan datang menghampiri. Bilangan masa, hadiah dari Tuhan yang teramat dinanti.

Entah, sudah keberapa kalinya perasaan seperti ini kembali kurasa. Antara senang, karena bulan penuh kemuliaan kembali datang. Antara takut, bila yang dekat itu tak jadi datang (atau diri ini yang menolak mendekat). Dan antara kesedihan, bahwa yang lalu hasilnya teramat menyedihkan.

Yang lalu, biarkan jadi pelajaran berharga. Karena ramadhan kali ini, pelajaran yang akan kita dapat mungkin tak akan sama.Read More »

Addicted

Pada awalnya, saya tidak begitu paham, apakah yang saya lakukan selama ini dibolehkan oleh agama apa tidak. Meskipun begitu, hanya karena pertimbangan; memunculkan perasaan tenang, hati yang berdebar, dan efek psikologis yang saya sendiri susah untuk menjelaskan. Tanpa bosan, saya melakukannya secara berulang. Hingga akhirnya menjadikan hal itu kebiasaan.

Padahal, kalau dipikir saya itu tipe orang rasional. Jarang mempertimbangkan segala sesuatu hanya bersandarkan pada perasaan atau karena arti sebuah kenyamanan. Hampir dalam segala hal saya pikirkan argumen logis dan tidaknya. Atau paling tidak harus ada referensi yang bisa menjadi rujukan.Read More »

When Knowledge Conquered Fear

Kemarin, saya diminta temen-temen PPI untuk menjadi pemantik diskusi. Pemantik, ya saya lebih memilih kata ini ketimbang kata ‘pembicara’. Selain karena ingin ada interaksi dua arah, juga tema yang diangkat terlalu berat buat saya pribadi. Tema diskusi tersebut tak lain adalah cosmos, yang lebih spesifik lagi adalah tentang komet dan garis edar (orbit).

Sebagai anak nuklir yang kini jatuh hati dengan dunia panas bumi, tentu saya harus membuka kembali file-file usang yang sudah terlalu lama tak tersentuh di sudut pojok jauh di dalam otak.Read More »

Saat Kita Harus Memilih

Dalam hidup, kita akan terus dihadapkan pada banyaknya pilihan. Semakin kesini, semakin banyak saja pilihan yang mesti kita pilih. Kemudian, kitapun berandai-andai “andai saja hidup tak harus memilih”. Namun, kenyataannya tidak.

Ketika kita kecil, ayah kita sering kali memberikan opsi. Misalnya; pilih jalan-jalan atau mainan baru? tawar beliau sebagai hadiah dari prestasi yang kita raih. Kita bingung, karena keduanya tampak menyenangkan. Tapi peraturannya tetap, pilih salah satu.Read More »

Dibalik Sunnah Membaca Surah Al-Kahfi di Hari Jumat (Bagian 2)

A Parmanto always pays his debts. 

Ada yang familiar dengan motto tersebut? Yuhuu, itu tak lain adalah motto-nya House Lannister of Casterly Rock di GOT. Bukannya saya ngefans sama Lannister, karena nyatanya saya lebih cenderung ke tokoh protagonis House Stark dalam serial tersebut. But, I always pay my debts (Insya Allah, if I remember). ^^

Dan kemarin, ada salah satu pembaca blog ini bertanya, “Mana bagian keduanya Mas?” yang dimaksud bagian kedua adalah kelanjutan dari tulisan saya sebelumnya, silahkan baca juga bagian pertama biar nyambung.

Dibalik Sunnah Membaca Surah Al-Kahfi di Hari Jumat (Bagian 1)

kemudian, polos saya balas dengan “Hehe tunggu hari Jumat depan Mba”. Yah, dan janji sudah terlanjur keluar dari mulut. Sekarang waktunya melunasi janji kemerdekaan. Lunas ya? ^^Read More »