Kopdar Bareng Super Blogger [1]

Bagaimana perasaan kalian ketika guru/dosen/ustadz yang selama ini kita kenal berkenan mampir, mengunjungi, dan mengajak tatap muka di perantauan kita?

Pasti SENENG banget.

Dan begitulah yang saya rasakan Kamis (5/5) lalu. Namun, kali ini bukan dosen/ustadz saya yang datang, melainkan seorang guru. Yup, guru blogging.Read More »

Advertisements

Namanya Ustadz Jambul

Adakalanya kita perlu terperangah, melihat sahabat di masa kecil
kini menjelma menjadi orang-orang hebat, jauh meninggalkan kita yang masih diam di tempat.
Adakah malu disana? adakah hasrat di saat yang sama?

Dulu sewaktu SD saya mempunyai sebuah geng (geng itu, yang bener pakai ‘k’ atau ‘g’?). Geng itu, kami namai empat serangkai, terinspirasi dari empat guru bangsa termasyhur dalam sejarah negeri ini yaitu; Kusno, Hatta, Ki Hajar, dan Mas Mansyur. Empat serangkai versi kami beranggotakan Jambul si-bonsor, Bom-bom si-gendut, Udik si-ganteng, dan saya sendiri. Meskipun karakter dan minat belajar yang berbeda-beda, tapi kami berempat sama-sama menyukai sejarah. Makanya, nama geng kami pun kami ambil dari sejarah para guru bangsa itu.Read More »

Menambah Katagori : Kekancan

Di pembuka hari pekanan ini tercetus sebuah ide untuk menambah sebuah katagori tulisan di blog, Kekancan.

Saya menyadari, meskipun blog ini adalah sebuah blog personal, catatan pribadi serta kanvas putih ide-ide yang berasal dari kepala saya sendiri, namun terlalu banyak bercerita tentang diri sendiri nampaknya menjebak kita dalam pola narsistik yang jika tidak dikelola dengan baik akan menjadi gejala awal fasisme pemikiran. Merasa paling benar, bertingkah pembenaran lalu kemudian memaksakan kehendak. Ngeri bukan?Read More »

Mendadak Lamaran

Suatu ketika, seorang teman saya sebut saja namanya Ijal (orang aseli Jogja) dimintai tolong oleh salah seorang temen sejurusannya, anggap aja namanya Zaki. Ijal pun menyanggupi, karena permintaan Zaki bukanlah permintaan yang sulit. Cuma diminta menemani jalan-jalan ke Solo.

Berangkatlah Zaki dan Ijal ini berboncengan berdua ke daerah Solo, lebih tepat ke sebuah desa di pedalaman Boyolali. Di tengah perjalanan, Zaki berpesan pada Ijal.Read More »