Ditampar Bocah

Ada kalanya hidup itu butuh sebuah tamparan, sekalipun dari mereka yang bertangan mungil. 

Siang itu, kami kedatangan sahabat-sahabat dari luar kota. Bersama mereka, dibawa pulalah isteri/suami beserta anak-anaknya. Yang awalnya diperkira hanya belasan ternyata membengkak sampai dua puluhan. Hari itu, dibawah rindang pepohon pinus dan angin sepoi hangat musim panas, kami bercengkrama melepas rindu dengan piknik musim panas.

Suasana pada saat itu, memang layaknya seperti sebuah piknik keluarga. Ada canda-tawa, obrolan ringan, dan tentu rendang khas Padang sebagai pelengkapnya. Melihat suasana itu, saya cukup menangis dipojokan. Ngga ding, saya menjelma menjadi tukang foto beraneka kebahagian siang itu.Read More »