Hanya Satu Permintaan

Masih ingatkah kita tentang kisah salah seorang sahabat bernama Rabi’ah Al-Aslami, sahabat yang termasuk dalam ashabus shuffah ini. Jadi jangan tanya lagi tentang betapa sederhananya kehidupan beliau. 

Suatu ketika beliau yang sedang bantu-bantu urusan di rumah Rasulullah, ditanya oleh baginda Nabi.

“Mintalah sesuatu dariku wahai Rabi’ah” kemudian Rabi’ah menjawab,

“Aku ingin menyertaimu di surga”Read More »

Sahabat dan Kesendirian

Sungguh, urusan jodoh hanyalah sepersekian nikmat Tuhan.

Begitulah komentar saya pada sebuah postingan dari seorang teman blogger di seberang sana. Saat berkomentar itu, saya tidak melakukannya dengan sembarangan alias sebatas sekedar berkomentar, bukan pula sebagai sebuah argumen pembenaran. Melainkan, hasil dari sebuah perenungan panjang, pemikiran mendalam, serta penghayatan akan arti kehidupan.  *halah*Read More »

Pelajaran dari Menunggu Bus

Pelajaran hidup ke-empat belas.

Sejak hijrah dari Jogja ke Jakarta yang kemudian lanjut pindah ke Turki, perlahan saya menjelma menjadi manusia yang lebih berkelas. Bagaimana tidak? yang awalnya sekedar anak motor, kini menjelma menjadi anak mobil. Dari sekedar beroda dua naik kelas menjadi roda banyak. Hebatnya lagi, tiap hari bisa gonta-ganti merek. Dari merci hingga lamborgini suzuki, bebas pilih. Dan lagi, kini tak perlu repot-repot nyetir. Sopir pribadi pun bebas pilih setiap harinya. Udah macam pejabat yang lagi kunjungan kerja lengkap dengan voorijder yang meriung-riung. Tinggal duduk manis, wuuus sampai tujuan.

Berkelas. Yup, bagi saya begitu. Manusia angkot, angkoters atau orang-orang yang tiap harinya mengandalkan publik transportasi lebih berkelas ketimbang manusia lainnya. Mereka ini hanya setingkat lebih rendah dari kaum pejalan kaki.Read More »

Ditampar Bocah

Ada kalanya hidup itu butuh sebuah tamparan, sekalipun dari mereka yang bertangan mungil. 

Siang itu, kami kedatangan sahabat-sahabat dari luar kota. Bersama mereka, dibawa pulalah isteri/suami beserta anak-anaknya. Yang awalnya diperkira hanya belasan ternyata membengkak sampai dua puluhan. Hari itu, dibawah rindang pepohon pinus dan angin sepoi hangat musim panas, kami bercengkrama melepas rindu dengan piknik musim panas.

Suasana pada saat itu, memang layaknya seperti sebuah piknik keluarga. Ada canda-tawa, obrolan ringan, dan tentu rendang khas Padang sebagai pelengkapnya. Melihat suasana itu, saya cukup menangis dipojokan. Ngga ding, saya menjelma menjadi tukang foto beraneka kebahagian siang itu.Read More »

Sendiri dan Merasa Sendiri | Pelajaran Hidup No. 6

Dalam sebuah diskusi membersamai adik-adik PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) di Izmir-Turkey, ada bahasan yang cukup menarik di balik formasi V burung camar. Formasi tidak biasa dari burung satu ini sering kali menjadi analogi oleh kebanyakan pemateri untuk menjelaskan apa itu kerja kolektif, makna kerjasama atau juga untuk mendefinisikan apa itu Amal Jama’i dalam Islam. Mungkin tak perlu saya sampaikan semua apa dibalik formasi itu, disini saya ingin mengambil salah satu kondisi dari beberapa kondisi. Yaitu, kondisi di saat salah satu burung camar itu terpisah dari rombongannya.

Sendiri Menyepi
Sendiri Menyepi

Read More »