Perihal Nasi Goreng dan Jodoh

Bagi keluarga kami nasi goreng itu bukan sekedar persoalan perpindahan nasi dari kuali ke wajan (untuk dimasak lagi), tapi juga soal pergolakan peradaban. *halah*

Nasi goreng adalah bukti atas runtuhnya dominasi kaum wanita di daerah kekuasaannya sendiri (pawon). Karena, ketika bau semerbak bawang, cabe, kemiri, dan sedikit trasi sudah tercium hingga ke ruang tengah, maka lakon utamanya bukan lagi wanita satu-satunya di rumah kami (Ibuk). Melainkan, lelaki gagah yang saya panggil Bapak. Ya, dalam hal per-nasi goreng-an Ibuk mesti mengakui kehebatan sigaraning nyawa (garwo) beliau sendiri.Read More »