Senda Gurau di Slogohimo

Salah satu gubuk di kampungnya si-Bolang.
Salah satu gubuk di kampungnya si-Bolang.

Bagaimana jadinya, ketika kampung halaman, tempat pertama mengenal kawan-kawan kecil kita, yang selama ini kita duga hanya kampung kecil, kurang menarik, bahkan nampak biasa-biasa aja. Ternyata, tiba-tiba nongol di layar kaca televisi. Tentu, dalam tayangan yang baik-baik, bukan dalam berita kriminal, ataupun liputan penggerebekan begal.

Dulu, waktu di Indonesia saya senang sekali melihat tayangan si-Bolang di Trans 7. Melihat tayangan yang berlatar alam yang lestari, gemricik air, kemudian dilengkapi tawa ceria anak-anak desa, tentu bagaikan kita menemukan oase di tengah-tengah panas gersang gurun tayangan televisi kita akhir-akhir ini. Tak banyak tayangan televisi kita saat ini, yang masih mengandung muatan positif dan menghibur dalam arti yang sebenarnya. Dan, kisah si-Bocah Petualang ini, menurut saya adalah salah satu tayangan yang layak tonton bagi semua kalangan.Read More »

Dokter Mercon

dokter

Ilustrasi dari family.fimela.com

Pertanyaan khas kaum dewasa yang sering ditanyakan ke anak-anak adalah ‘apa cita-cita mu?’ atau ‘besok kalau sudah besar mau jadi apa?’.

Begitu juga dengan saya, orang dewasa di sekitar saya, dari Pak lik dan isteri, Pakdhe dan isteri, tetangga, teman bapak seringkali menayakan pertanyaan itu. Sayapun sudah mempunyai jawaban mantab, langgeng tidak berubah sampai beranjak SMA.Read More »

Tentang Teh Paling Enak Sedunia

manfaat-teh-untuk-kesehatan

Jika saya disuruh memilih antara meminum air racun atau air sabun, ya jelas saya lebih memilih air teh, baik yang diseduh panas kotos-kotos maupun dingin semriwing. Teh sudah menjadi minuman favorit saya sejak dahulu kala. Terserah harga bensin mau naik berapapun atau bahkan presiden mau berganti beberapa kali hobi minum teh sepertinya hal yang tidak mungkin saya tinggalkan kecuali kalau tehnya gadungan kaya teh Euis atau teh Ida yang saya sendiri tidak kenal. Sebenarnya dulu, saya lebih memilih minum kopi (terutama yang dicampur susu dan madu) dibanding teh. Namun setelah saya sempat tidak tidur 3 hari berturut-turut gara-gara minum kopi pahit, maka saya berhenti (mengurangi) minum kopi dan menggantinya dengan teh. Tradisi minum teh sudah menjadi budaya di berbagai belahan dunia, contohnya di Jepang, Turki dan bahkan di kalangan masyarakat Jawa. Hampir di setiap rumah orang Jawa yang punya hajatan maka teh menjadi minuman wajib. Kalau tidak ada teh yang nasgithel alias panas legi kenthel rasanya ada yang kurang. 

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa teh mempunyai banyak khasiat. Kandungan katekin dalam teh sebagai antioksidan sangat bermanfaat bagi tubuh. Teh selalu menjadi andalan saya saat dalam berpergian. Dulu saat puncak-puncaknya menahkodai lek-mio hitam saya satu-satunya, teh menjadi andalan pembuka maupun penutup perjalanan saya. Mengapa saya sebut puncak-puncaknya, ya dengan lek mio saya itu saya sehari bisa meluncur lebih dari 50 km sehari tanpa arah. Bahkan pernah, Jogja-Wonogiri yang normalnya ditempuh tiga jam bisa saya tempuh dengan cukup 1.5 jam saja. Sesaat setelah minum teh, seakan-akan tenaga pulih kembali. Selain sebagai pemulih tenaga, ternyata teh juga bermanfaat untuk diet buktinya sampai sekarang saya awet kuring (kurus sedikit kering) dan bahkan teh juga bermanfaat untuk terapi bagi pengguna narkoba. Soalnya, ada teman saya yang dulu adalah penggemar sabu level expert, tapi Alhamdulillah sembuh dengan  cukup minum teh (dosis tinggi) setiap hari.

Bicara tentang teh tentu bicara juga tentang teh mana yang paling enak. Saya adalah teh tester yang mempunyai jam terbang cukup tinggi. Mungkin sudah puluhan atau bahkan ratusan angkringan, warung padang, warung rames, tukang soto, tukang pecel lamongan atau pun lainnya sudah menjadi bagian dari sampel saya dalam survei untuk menentukan teh mana yang paling enak termasuk warung mana yang menjualnya. Meskipun sampai sekarang survei saya belum berakhir, tapi untuk saat ini teh paling enak se-dunia adalah teh cap buah Soklat. Saking enaknya teman saya dari Etiopia saja gandrung dengan teh satu ini. Sayang kini stok teh saya sudah tidak tersisa, alias habis tak berbekas.

Teh Cap Buah Soklat
Teh Cap Buah Soklat

Teh Soklat adalah teh yang di produksi dari kebun kopi di Pekalongan ini, memiliki kombinasi antara daun teh hijau dan bunga melati yang pas. Teh ini sepertinya tidak terlalu terkenal, lha wong di Jogja aja tidak ada. Biasanya saya impor dari stock teh di rumah saya saat pulang kampung untuk bisa menikmati teh di perantauan. Lucunya, saat saya main ke rumah mas saya di Pekalongan, wee ladhalah saya juga tidak menemukan teh jenis ini. Boleh jadi, sama produsennya produk mereka hanya dijual eksklusif dan terbatas di kampung saya saja. Rasa teh ini memang luar biasa, paduan antara rasa pahit, getir, dan harumnya sangat pas. Susah sekali saya menggambarkan dengan kata-kata.

Jika sampeyan berkunjung ke desa saya atau sekitarnya sampeyan akan dimanjakan oleh kenikmatan dari teh satu ini, karena hampir semua rumah menyajikan teh Soklat. Tentunya kulon nuwun dulu atau membayar jika anda minumnya di warung. Kepopuleran teh Soklat di kampung saya boleh jadi sudah mendarah daging. Halah berlebihan.

Paling enak, teh ini disajikan panas di pagi hari ditemani sego pecel atau cukup dengan telo godhog. Wuuh lagi-lagi suwargo donyo. Namun sayangnya, bagi anda yang tinggal di Jogja dan sekitarnya agaknya kalian semua susah untuk menikmati teh satu ini. Satu-satunya teh yang memiliki cita rasa mirip (meskipun tidak sama persis) adalah teh gardu. Teh satu ini mungkin masih gampang sampeyan temui di Mirota Kampus atau ditempat lain, tapi belum tentu setiap warung makan di Jogja menyajikannya. Satu-satunya angkringan yang mungkin menyajikan teh ini (karena memiliki cita rasa mirip) adalah angkringan batas kota. Angkringan yang terletak di jalan AM. Sangaji, lokasinya persis di batas kota, kalau dari arah selatan letaknya kurang lebih sekitar 500 meter di sebelah utara hotel Tentrem. Selain teh Soklat dan teh Gardu ada satu lagi teh yang cukup nikmat yaitu teh Poci. Nah kalau teh satu ini memang cukup populer, meskipun untuk rasa tetap kalah dengan dua teh sebelumnya. Tidak perlu saya jelaskan tentang satu ini, karena boleh jadi sampeyan pernah mencoba teh satu ini. Sedangkan bagi anda yang di Turki, teh paling enak di sini adalah teh merek Çaykur meskipun tidak ada kandungan melati di dalamnya, karena kemungkinan orang Turki tidak tau betapa enaknya campuran antara teh dengan bunga melati itu.

Ingat! selain membantu diet, teh juga membantu sampeyan untuk memulihkan tenaga saat sedang loyo. Jadi, jangan tunda-tunda lagi. Ini #bukan iklan. Dan terpenting saat anda minum teh, pastikan terlebih dahulu itu teh asli yang bisa diminum atau itu teteh-teteh tetangga anda. Karena efek keduanya sungguh berbeda. #bercanda.

Selamat minum teh, Teh …

NB: Sebelum saya diduga sebagai agen teroris teh oleh BNPT (Badan Nasional Pengawas Teh), saya jelaskan bahwa saya bukan agen atau sales produk teh. Penilaian saya di atas adalah hasil research saya bertahun-tahun. Jika ada yang tidak setuju, silahkan tutup pintu dari luar. Salam.