Pengumuman Pemenang Giveaway -Mengeja Bahagia-

Saya buka tulisan kali ini dengan sebuah apologi yang sudah jamak kita dengar.

Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

Maaf.

Beribu maaf ya.

Pengumuman ini terlambat (cuma) 4 hari. hehe

Ini terjadi karena semua diluar ekspektasi saya. Aseli. Tepat di tanggal 15 Juli-nya saya mesti mendampingi keluarga saya dari sebelum Fajar hingga malam menjelang. Untuk sebuah momen istimewa nan bersejarah dalam hidup kami. Hingga praktis, tidak ada waktu untuk sekedar ngeteh dan kemudian membuat pengumuman seperti yang sudah dijanjikan. Esok harinya pun begitu.

Qadradullah, Senin pagi badan ternyata rasanya mau tepar. Oleh sebab dari dini hari sudah muntah-muntah plus diare. Salah makan, kata sang dokter. Jadi seharian cuma bisa ngeringkuk di kamar. Sebenarnya, sudah ada usaha untuk nyicil, eh ndilalah keyboard laptop ternyata belum juga sembuh. Ada beberapa huruf yang masih ngadat. Dipencet tidak kunjung keluar. Macam jerawat yang belom matang, ketika dipencet cuma sakit doang. Gitu.

Hari Selasa-nya, mulai masuk kerja. Tapi secara fisik masih dalam masa penyembuhan. Di tinggal sehari, ternyata kerjaan kantor tak berkurang. Alhasil, harus pulang malam. Begitu sampai di rumah lagi, ternyata penyakit “ngebo” saya kumat. Niatnya cuma tiduran, eh tepar ampe jam 4 pagi. Makan malam lewat apalagi mandi sore. haha

Tapi, alhamdulillah. Hari ini. Hari yang berbahagia ini. Saya kembali diberikan kesehatan. Sebuah kesempatan biar janji saya ini segera terlunasi.

Meski ya,

T-E-L-A-T

Huuuuuuuu huuuuuu ~ceritanya penonton pada kecewa.

Maaf ya.

Tapi, beruntung. Partner kolaborasi Giveaway Mengeja Bahagia ini, yakni uti Rifa Roazah langsung gerak cepet. Bagai jomblo yang ditawarin makan ikan asin. Hmm gak nyambung. Wow kalo tidak, entah kerusuhan macam apa yang bakal dibikin para penonton yang sudah kehilangan kesabarannya ini. Hehe

Here we go….

Langsung saya repost saja pengumuman yang sudah dibikin bu dokter cantik 4 hari lalu ini. Persis gak ada beda. Karena penilaian murni hasil kompilasi dan musyawarah mufakat kami berdua.

giveaway2

Pemenang I : Kak newzizzahaz dengan karyanya Mengeja Bahagia

Pemenang II : Kak momo taro dengan tulisannya Bahagiamu, Bahagiaku 

Pemenang III : Kak rayamakyus dengan artikelnya Karena BAHAGIA Datangnya Dari Hati

dan satu pemenang favorit yaitu…..

Kak Nur Irawan dengan tulisannya Kamulah Bahagiaku yang Sebenarnya

SELAMAT buat para pemenang! Tabrikler!

Buat yang belum menang, sesungguhnya tulisan-tulisan kalian sudah menang di hati kami lebih dulu. #halah

Jangan kapok untuk ikut lagi yaa

Keep Writing! Keep Inspiring yak!

Note: Kepada seluruh pemenang, diharapkan mengirimkan alamat rumah dan nomor telepon aktif ke rifa.roa@hotmail.com dan parmantos@gmail.com

Plus, kepada pemenang I, II, dan III, tolong beritahu kami ukuran kaos yang biasa dipakai ya, dan cantumkan ingin lengan panjang atau pendek.

Hadiah InsyaAllah akan dikirimkan minggu depan. 

Salam,

Slamet Parmanto
Yang sengaja numpang ngetik di kantor.

giveaway

 

Kangen

Sebuah perasaan yang hadir ketika ke-tidak-hadiran justru terjadi. Ya, ke-tidak hadiran seseorang atau apapun itu dalam fungsi waktu menimbulkan sebuah rasa, yang kita mengenalnya sebagai kangen (tanpa band) atau rindu.

Perasaan yang Tuhan berikan ini, menjadikan sebuah keber-jauhan terasa dekat dan perpisahan terasa lebih bermakna. Apalagi ini fungsi waktu, semakin lama rasa ini muncul tanpa pun terobati, maka akan terus-terus berakumulasi. Efeknya, tergantung masing-masing orang. Ada yang nangis dipojokkan, hingga sakit-sakitan.Read More »

Pamit

Sepenuhnya sadar, bahwa saat-saat seperti ini akan terjadi. Senang karena akan segera bertemu keluarga, ketemu keponakan-keponakan lucu -ngajakin mereka jalan-jalan dikala matahari masih mengintip malu, hingga keringat bercucuran oleh pedasnya oseng-oseng kikil favorit saya. Tentu hasil olahan Ibuk.

Tapi,

Saya juga tiba-tiba merasa sedih, setelah beberapa hari terakhir mendatangi satu persatu mereka yang selama ini rekat, dekat lagi hangat di perantauan. Rasanya seperti nyelem tapi lupa ngambil nafas. Sesak.Read More »

Rekat

Akhi, ta’ala nu’minu saa’ah

Kapan terkahir kalinya kaki ini menapak majlis-majlis ilmu, telinga mendengar al-Hikmah, dan mulut memperantara ilmu yang datang sebelumnya?

Akhi, ta’ala nu’minu saa’ah

Kapan terakhir kali kau menyapa saudaramu dengan sepenuh cinta dan ikhlas. Cinta yang tumbuh karena taqwa. Perasaan yang muncul karena ia hadir dari keseragaman makna. Kapan pula kau mengunjunginya? entah untuk sekedar bersenda gurau (sewajarnya) atau memang untuk membahas hal-hal yang tak sanggup kau pikul sendirinya.Read More »

Tafsir Hidup

Hidup di dunia itu laksana roda. Berputar dan terus bergerak. Tidak akan pernah steady keadaan seseorang, meskipun kecil tentu ada yang berubah. Begitu kata seorang tambal ban.

Hidup itu gema. Yang memantulkan hal sama setiap tingkah laku manusia. Berlaku buruk maka akan kembali hal buruk, pun sebaliknya. Begitu kata orang yang pernah masuk gua.

Hidup itu bagaikan bunga. Terserah apapun bunganya. Pada masanya akan layu dengan sendirinya ataupun dipetik dengan sengaja. Itu mesti terjadi. Dengan begitu akan muncul bunga yang baru. Yang lebih harum dan ayu tentunya. Begitu kata seorang perawat kebun.Read More »